Kendaraan Pribadi Yang Melintas di Sleman Meningkat

Sleman – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman memprediksi adanya peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang melintas di Kabupaten Sleman jselama arus mudik Lebaran 2015. Hal tersebut dipengaruhi perubahan trend mudik lebaran dari tahun ke tahun.

Demikian disampaikan Kepala Dishubkominfo Sleman, Drs Agoes Susilo Endiarto MSi, kemarin. Menurut Agoes, dari pantauan arus mudik Lebaran, jumlah kendaraan pribadi yang melintas di wilayah Sleman terus mengalami kenaikan.

“Di tahun ini kami juga memprediksi adanya kenaikan. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua,” kata Agoes.

Sementara data dari Dishubkominfo Sleman, jumlah mobil pribadi yang melintas pada arus mudik lebaran 2013 sebanyak unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan pada 2014 menjadi unit dan diprediksi naik menjadi unit pada 2015 atau naik 7,09 persen. Hal yang sama juga terjadi pada sepeda motor, yakni unit pada 2013, kemudian pada 2014.

Di tahun 2015 ini, diperkirakan kembali meningkat menjadi unit atau sebesar 5,33 persen. Secara umum, Agoes menjelaskan persiapan sudah dilakukan secara maksimal, baik fisik maupun koordinasi lintas intansi. Untuk fisik, pihaknya melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) dalam mempersiapkan jalur-jalur alternatif yang dapat digunakan oleh pemudik.

Untuk jalur utama, sebagian masuk dalam wewenang Provinsi. Namun demikian Sleman juga menyiapkan lima terminal, yakni Jombor, Condongcatur, Gamping, Pakem, dan Prambanan agar siap menampung lonjakan penumpang.

” Selain itu, kami juga bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya dalam menyiapkan pos layanan terpadu,” tutur Agoes.***




Jumlah Hewan Kurban Di Sleman Meningkat

Sleman – Jumlah hewan kurban di Kabupaten Sleman pada tahun 2014 ini mengalami kenaikan dibanding dari jumlah hewan kurban tahun lalu. Demikian antara lain disampaikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Suwandi Azis saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (8/10). 

Menurut Suwandi Azis, sampai dengan berakhirnya Hari Tasrik sebagai masa penyembelihan kurban, jumlah hewan kurban untuk sapi sebanyak 4,967 ekor.  Jumlah ini mengalami kenaikan 14% dari tahun lalu. Sedangkan untuk kambing tahun 1434 H lalu sejumlah  ekor dan tahun 1435 H naik menjadi ekor dan untuk domba mengalami penurunan dari ekor menjadi ekor.

Terkait dengan kondisi kelayakan hewan kurban, Suwandi Aziz mengatakan bahwa hewan terinfeksi cacing hati masih ditemukan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun 1435 H/2014 M ini. Kasus cacing hati ditemukan pada hewan sapi, kambing, maupun domba. Untuk sapi ditemukan sebanyak 494 pada sapi (9,9 %), pada kambing ditemukan 8 kasus (0,44 %) dan 3 ekor pada domba (0,06 %). atas ditemukannya kasus ini, Dinas telah meminta pada panitia kurban untuk tidak mendistribusikan organ hati yang terinfeksi cacing hati dan memusnahkannya.

Sedang jumlah hewan kurban yang disembelih untuk masing-masing kecamatan jumlahnya  bervariasi, misalnya untuk sapi paling banyak di Kecamatan Gamping yaitu 571 ekor dan paling sedikit ada di Kecamatan Seyegan  sebanyak 180 ekor, untuk kambing yang paling banyak di Kecamatan Depok sebanyak 251 ekor dan paling sedikit ada di Kecamatan Tempel 5 ekor.

Sementara untuk domba paling banyak di Kecamatan Ngaglik sebanyak 811 ekor dan paling sedikit ada di Kecamatan Moyudan sebanyak 74 ekor. “Data tersebut berasal kecamatan yang melaporkan ke Dinas. Tetapi masih banyak di sejumlah tempat yang tidak melaporkan ke kecamatan setempat, dan diyakini kalau semua hewan kurban dilaporkan maka jumlahnya akan jauh lebih banyak,” tambah
Suwandi Aziz.

Hanya saja lanjut Suwandi Azis yang masih harus menjadi perhatian adalah kebersihan tempat pemotongan hewan kurban, dan juga masih terdapatnya penggunaan plastik hitam untuk distribusi daging.