Perpustakaan Keliling Alternatif Tingkatkan Minat Baca Anak

Sleman – Berdasarkan studi Most Littered Nation in the World 2016, minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Sementara itu, data dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan, persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya, dari 10 ribu anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

Mirisnya keadaan ini memacu Rakhmadi Gunawan mendirikan Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis pada 12 Agustus 2015. Perpustakaan yang beralamatkan di Dusun Jetis rt 04 rw 13, Desa Caturharjo, Sleman ini meminjamkan buku secara berkeliling dari pedusunan ke pedusunan menggunakan sepeda motor. Mulanya, perpustakaan ini hanya berdiri di rumah saja.

“Tapi karena buku sudah banyak kemudian kita berpikir apa yang bisa kita lakukan setelah buku banyak kemudian kita keliling,” cerita Gunawan saat ditemui Sabtu (27/1) di SMP Negeri 1 Sleman.

Usahanya untuk meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia terfasilitasi melalui bantuan sepeda motor dari rekannya di awal tahun 2018. “Pertama kita pakai sepeda ontel dan Alhamdulillah kita dapat bantuan motor dari teman, berupa motor perpustakaan ini,” lanjutnya.

Selama dua tahun berdirinya, Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis dikelola oleh Karang Taruna Desa Caturharjo. Setiap dua minggu sekali, Gunawan dan teman-temannya berkeliling di subunit pedusunan di Desa Caturharjo untuk memberi kesempatan anak-anak di 20 Pedusunan Desa Caturharjo membaca koleksi buku-buku yang tersedia.

Saat berkeliling, Gunawan juga mengadakan lomba mewarnai dan menyediakan santunan bagi anak yatim piatu di lingkungan desanya.

“Jadi kita selain kampanye minat baca sekaligus juga mengajak anak-anak di sekitar kami untuk peduli dengan sesama,” ujar Gunawan.

Dari awal 2018, diakui Gunawan, pihaknya telah berkeliling di 3 pedusunan dengan membawa 100 judul buku. Buku-buku ini didapatkannya dengan mudah.

“Kita ada IG ada FB, kita posting, Alhamdulillah banyak yang peduli dengan pendidikan dan mereka langsung kirim buku ke kita,” tukasnya.

Untuk menambah koleksi buku-buku di perpustakaan, Gunawan tak hanya mengandalkan para donatur. Pihaknya memiliki unit ekonomi kreatif yang bertugas mencari dana untuk membeli buku keinginan anak-anak.

“Membuat makanan seperti donat yang kita pajang ini lalu 50 persen hasil penjualan kita gunakan untuk menyelenggarakan event dan untuk membeli buku keinginan anak-anak,” beber Gunawan.

Hingga saat ini sudah ada 2 ribu koleksi buku di Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis. Jenisnya pun beragam, mulai dari buku agama hingga buku entrepreneur. Meski demikian, Gunawan mengaku bahwa untuk buku anak-anak, koleksinya masih terbatas.

“Anak-anak ada tetapi memang keterbatasan kita, dari 2 ribu judul buku tersebut baru ada 200 judul buku anak-anak, itu PR khusus untuk kita,” tuturnya.

Dengan hanya 200 judul buku anak-anak yang dimilikinya, Gunawan tak takut apabila saat berkeliling ia menemui bukunya hilang.

“Karena kalau ada seorang anak sampai mengambil buku dan tidak dikembalikan berarti minat baca anak itu bagus,” tuturnya.

Hal ini mengingat, banyak anak-anak yang dilihat Gunawan kurang memiliki keinginan membaca sendiri. Gunawan berkata bahwa anak-anak zaman sekarang lebih memilih mendengarkan daripada membaca sendiri. Karenanya, untuk menarik minat baca anak-anak yang dikunjunginya, Gunawan dan teman-temannya memiliki strategi tersendiri.

“Saya menyodorkan sendiri ke anak-anak dan berkata kalau buku ini bagus, baru mereka baru mau membaca,” ucapnya.

Untuk selanjutnya, Gunawan berharap, akan ada lebih banyak anak-anak yang membaca buku-buku di perpustakaan kelilingnya. Bahkan untuk anak-anak yang belum bisa menemuinya saat berkeliling, ia berharap anak-anak bisa datang langsung ke Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis dan memilih langsung buku mana yang ingin mereka baca.




Binakusuma Solusi Gangguan Keamanan di Sleman

Sleman – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Sleman tetap kondusif. Hal tersebut disepakati bersama oleh para Pimpinan Daerah dalam rapat koordinasi FORKOPIMDA tahun 2018 di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, (30/1).

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan beberapa hal terkait kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sleman.

“Pada bulan Januari 2018 secara umum kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sleman relatif kondusif.” Ujarnya.

Sebagai upaya mempertahankan kondisi yang kondusif tersebut, Sri Purnomo beserta jajarannya telah  menyiapkan berbagai program yang bersinergi langsung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian.

Adapun kegiatan yang telah dipersiapkan terkait antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sleman yaitu kegiatan sweeping. Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0732 Sleman, Mayor Inf Y Totok menyampaikan bahwa dalam kegiatan sweeping tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Sleman, dan Satpol PP.

“Kita bersinergi dengan banyak pihak, mungkin Satpol PP, dari Kodim juga, maupun dari Polres untuk mengadakan kegiatan sweeping. Pertama menertibkan sekolah-sekolah, dalam hal ini bersinergi dengan Dinas Pendidikan,” papar Totok.

Adapun kegiatan sweeping yang dimaksud yaitu berkaitan dengan kelengkapan kendaraan bermotor pada pelajar yang saat ini dinilai Mayor Inf Y Totok jarang diperhatikan para pelajar yang mengendarai sepeda motor.

Menurutnya hal tersebut dapat memicu pelajar lainnya untuk melakukan hal yang sama, yaitu melanggar peraturan kelengkapan bermotor. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sleman.

Program lainnya, yaitu dengan membentuk tim Razia Jalanan dan Patroli Wilayah tertentu (RAJAWALI) melalui. Kabagops Polres Sleman, Kompol Khundori menjelaskan bahwa tim Rajawali nantinya akan dibentuk menjadi dua bagian yaitu bagian timur dan bagian barat.

“Saat ini juga telah berjalan operasi Binakusuma, yaitu operasi yang menanggulangi masalah preman dan lainnya. Kita menitik beratkan kepada razia-razia yang ada di sekolahan sebelum jam pelajaran,” ungkapnya.

Melalui program-program tersebut, diharapkan mampu menjadi solusi untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Sleman tetap kondusif dan mampu menekan tingkat gangguan keamanan seperti halnya klitih di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain itu, dalam rapat koordinasi tersebut juga turut mengundang perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sleman yang berkaitan dengan masuknya Tahun Politik.

Dalam hal ini, Pemkab Sleman terus berupaya melakukan koordinasi dengan KPU dan beberapa pihak terkait untuk menjaga kondisi tetap kondusif dalam menghadapi tahun politik. (Humas Sleman)




KIM Turi Jalin Persahabatan dengan Komunitas 1 Malaysia

Turi – KIM UMKM Kertomandiri Kecamatan Turi menerima kunjungan dari Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia, Minggu (24/12).

Rombongan Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia yang berjumlah 23 orang ini dipimpin oleh Haji Abdul Razak yang menjabat sebagai ketua. Rombongan ini diterima oleh KIM Kertomandiri di Pelem Girikerto, kediaman salah satu anggota KIM Kertomandiri.

Dalam kesempatan ini, hadir Camat Turi, Kadus Pelem, Kominfo Pusat.

Camat Turim, Siti Anggraeni Susilo Prapti, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dari Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia.

“Semoga kunjungan ini lebih mempererat perhubungan dan meningkatkan dalam mengoptimalkan peranan dan kualitas KIM,” tutur Siti.

Siti juga memberikan informasi bahwa KIM di Kabupaten Sleman sudah memiliki Peraturan Bupati (Perbup). Perbup KIM di Kabupaten Sleman ini merupakan satu-satunya dasar hokum bagi KIM di Yogyakarta.

Acara dilanjutkan penjelasan tentang KIM UMKM Kertomandiri oleh Suharno, Sekretarim KIM Kertomandiri, yang menjelaskan terkait sejarahnya berdirinya KIM Kertomandiri, susunan pengurus, SK dari Camat Turi, tugas KIM, jumlah anggota, mengapa KIM dapat berkembang, dan usaha yang dilakukan dari oleh anggotanya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Rombongan Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia, Haji Abdul Razak yang mengucapkan terimakasih atas penerimaannya.

“Semoga kunjungan kami selain mempererat persaudaraan juga akan mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan KIM sehingga di sini dapat berkembang,” kata Razak.

Selanjutnya, rombongan Malaysia diberi kesempatan berkunjung ke lokasi usaha anggota KIM Kertomandiri. Acara berakhir pada pukul WIB. (Suharno)




Koperasi Lansia, Tetap Produktif di Usia Senja

Sleman – Berusia lanjut bukan menjadi halangan untuk berkarya. Sekelompok lansia (lanjut usia-red) dari Purwomartani Kalasan ini bisa menjadi inspirasi bagi warga Sleman melalui kegiatan usaha yang mereka geluti sejak 24 tahun lalu.

Dengan nama Koperasi Serba Usaha Lansia, koperasi ini berdiri tepatnya pada 21 Desember 1993. Diceritakan Widiono, Ketua Pengurus Koperasi Serba Usaha Lansia, latar belakang didirikannya koperasi ini adalah untuk menghilangkan keraguan para lansia mengenai produktivitas mereka di usia senja.

“Ada trauma bagi mereka yang mendekati usia pensiun mau bekerja apa lagi, kegiatan sudah tidak ada,” cerita Widiono.

Melihat hal tersebut, diteruskan Widiono, pendiri Koperasi Serba Usaha Lansia, Sudibyo memiliki gagasan untuk mendirikan satu kegiatan yang positif untuk menunjang ekonomi anggotanya di antaranya adalah membuat Koperasi Serba Usaha Lansia ini.

Awal berdirinya, koperasi ini beranggotakan 74 namun pada tahun 2017 ini tercatat sudah ada 177 anggota yang bergabung. Lama-kelamaan pun, koperasi ini juga bergeser tak hanya koperasi serba usaha saja tetapi juga menjadi koperasi jasa.

“Koperasi jasa terkait pada PPOB, ritel, toko modern, persewaan, dan ada mitra kerja dengan PT Pertamina terkait penyaluran BBM gas,” ungkap Widiono.

Untuk menjalankan kegiatan koperasi yang beragam ini, Widiono berkata bahwa koperasi memiliki struktur kepengurusan.

“Usia paling muda untuk pengurus 66 tahun dan yang tertua 77 tahun sebagai pengawas,” beber lelaki 66 tahun ini.

Tak pelak, kesuksesan koperasi ini juga merupakan hasil dari semangat kerja para pengurus koperasi tersebut.

“Ternyata dalam usia lanjut tidak berpengaruh pada produktivitas. Anggota kami super aktif dan ada rasa memiliki atas koperasi,” lanjut Widiono.

Produktivitas ini dibuktikan dengan nominal perputaran uang setiap tahun koperasi ini yang terbilang cukup besar.

“Tahun lalu perputarannya sekitar 8-9 miliar,” bocor Widiono.

Tak hanya itu, Widiono juga mengatakan bahwa Sisa Hasil Usaha dari koperasi ini bahkan mencapai angka 60 juta. Keuntungan yang besar ini tidak lantas membuat para pengurus berleha-leha. Ke depan, Widiono bercita-cita ingin terus mengembangkan dan menurunkan kegiatan koperasi ini kepada generasi muda.

“Kita sudah mulai suksesi, kemarin baru masuk yang usia 20 tahun,” terang Widiono.




Satyalancana Karya Satya Tanda Kehormatan Bagi PNS Sleman

Sleman – Sebanyak 250 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Sleman mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya. Pemberian tanda kehormatan tersebut diberikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman pada Kamis (23/11).

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan penghargaan ini diberikan kepada PNS yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Sleman kepada PNS yang selalu mengedepankan prinsip-prinsip kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan.

“Perlu disadari bahwa untuk memperoleh Tanda Penghormatan itu, seorang PNS harus melalui tahapan-tahapan, diantaranya tahap 10 tahun, tahap 20 tahun, dan 30 tahun. Mereka mendapatkan penghargaan selama melaksanakan tugas kurun waktu itu dengan baik, tidak ada cacatnya, dan tidak ada hal-hal yang membuat penilaian itu menjadi jelek,” tambah Sri Purnomo.

Melalui pemberian penghargaan ini, Sri Purnomo berharap para PNS terus meningkat kualitas diri dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga, lanjutnya, PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman mampu melayani masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman dieranya.

“Pemberian penghargaan tidak berarti sebuah puncak didalam pengabdian. Namun harus diletakkan sebagai sebuah pemacu untuk terus maju dengan sebuah tekad agar hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik lagi dari hari ini,” paparnya.

Pada tahun ini disampaikan Tanda Kehormatan bagi 250 orang PNS, dengan perincian 125 orang Tanda Kehormatan 30 tahun dan 122 orang Tanda Kehormatan 20 tahun dan 3 orang Tanda Kehormatan 10 tahun.

Penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa terima kasih yang mendalam dari Pemerintah Kabupaten Sleman kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah mengabdi kepada Negara dan Pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sleman.