Kabupaten Sleman Terima Bantuan ITC-EQEP Dari Kementerian Kominfo
Sleman – Kabupaten Sleman menerima bantuan ITC-EQEP dari Kementerian Kominfo RI. Bantuan ini diserahkan bersamaan dengan pelaksanaan workshop ICT-EQEP di Aula lantai III Dinas Dikpora Kabupaten Sleman, Rabu (19/3).
Bantuan ITC-EQEP tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh satuan pendidikan. Sedang yang menerima bantuan ITC-EQEP untuk Kabupaten Sleman sebanyak 21 SD dan 17 SMP.
Sementara yang mengikuti workshop tersebut, tercatat sebanyak 38 kepala sekolah penerima bantuan dan 6 sekolah penerima bantuan dari Kabupaten Kulonprogo.
Bertindak sebagai nara sumber dalam workshop tersebut Direktur e-Gov Kementerian Kominfo Firmansyah Lubis, Kepala Sekolah SMPN I Pengasih Kulonprogo Boko Suroso, dan Irvan Andi Wiranata dari SD Muhammadiyah Condongcatur Depok Sleman.
Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Anwar Murhan selaku panitia workshop, dan Singgih Raharjo, MED dari Balai Teknologi Komunikasi Kemenhub RI.
Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo ketika membuka workshop pemanfaatan pembelajaran berbasis TIK, menyampaikan bahwa workshop ini lebih mengedepankan penjelasan teknis tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk peningkatan pemerataan mutu pendidikan bagi kepala sekolah yang telah diseleksi sebagai penerima bantuan ICT-EQEP di Kabupaten Sleman.
Tujuan program ini adalah untuk menyiapkan fasilitas TIK dan jaringan, mengembangkan sistem e-learning serta menyediakan sarana penunjang kegiatan pembelajaran.
Melalui program ICT EQEP ini, guru dapat menyampaikan materi ajar melalui Internet Data Center sehingga setiap peserta didik dapat mengaksesnya melalui lab ICT yang tersedia di sekolah atau melalui laptop pribadi yang dapat diakses melalui wifi yang tersedia di lingkungan sekolah.
Penerapan ICT-EQEP dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru tetapi justru membantu mewujudkan tenaga pendidikan yang profesional. ICT-EQEP membantu guru untuk menemukan formulasi mengajar yang tepat sehingga dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas belajar yang dilakukan.
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH menyampaikan bahwa sebagai pendidik para guru harus punya integritas intelektual yang tinggi.
Menyikapi pembelajaran berbasis TIK, kepala sekolah dan guru harus punya komitmen untuk maju, sementara bagi guru yang sudah mampu harus mau mengajari guru yang belum mampu penggunaan TIK tersebut