KLH Sleman Selenggarakan Lomba Pembuatan Film Dokumenter

Sleman – Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba pembuatan film dokumenter bidang lingkungan hidup, untuk menumbuhkan rasa kecintaan dan kepedulian pada lingkungan bagi generasi muda khususnya pelajar SMA, SMK dan MA di Kabupaten Sleman.

Lomba yang pendaftarannya dimulai tanggal 17 Februari sampai dengan 21 MAret 2014 itu, juga sekaligus untuk memberikan  wadah  berekspresi bagi para pelajar dan unjuk kemampuan pembuatan film dokumenter di bidang lingkungan hidup, demikian Media Center Kab Sleman melaporkan, Rabu (29/3).

Pendaftaran lomba ini tidak dipungut biaya. Bagi peserta yang mendaftar harus disertai dengan surat keterangan dari kepala sekolah. Namun setiap sekolah hanya diperbolehkan mengirimkan 1(satu) karya, dan karya yang dikirimkan merupakan karya original dan belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis.

Pembuatan film dilakukan di lokasi Kabupaten Sleman, dan materi film mengandung nilai pendidikan dan budaya serta tidak mengandung unsur SARA. Durasi karya 7-10 menit tidak termasuk credit title. Aspek rasio dan kamera yang digunakan dalam pembuatan film tidak ditentukan/bebas.

Kriteria penilaian lomba meliputi aspek kontens atau materi cerita, kualitas gambar, kualitas suara, editing, artistik dan presentasi karya finalis. Lomba ini berhadiah total , dan keputusan juri bersifat mutlak dan seluruh karya yang sudah masuk menjadi milik panitia.




KPU Sleman Datangkan 4.000 Template Braille DPD

211_20140317114039

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman telah mendatangkan template braille untuk surat suara Daerah Perwakilan Daerah (DPD). Template braille tersebut dimaksudkan agar tepat sasaran dan penggunaannya.

“Sebanyak template braille tersebut nantinya akan didistribusikan ke PPK dan PPS untuk diteruskan ke TPS,” demikian antara lain disampaikan Anggota KPU Divisi Logistik, Keuangan, Rumah Tangga dan Umum KPU Sleman, Aswino Wardhana SIP di KPU Sleman, Selasa (18/3).

Menurut Aswino, template braille itu agar tepat sasaran dan penggunaannya, maka KPU Sleman terus melakukan koordinasi untuk mengetahui TPS mana saja yang ada difabelnya.

“Semua akan didata, tidak hanya tuna netra. Tapi juga tuna rungu, daksa, wicara dan lainnya. Mereka kami berikan kesempatan yang sama untuk menggunakan hak suaranya. Semua kami beri kebebasan untuk memilih minta ditemani siapa, ketika berada di bilik suara. Apakah petugas atau saudara,” kata Aswino.

Berdasarkan data yang diperoleh KPU, di Kabupaten Sleman sendiri terdapat 119 pemilih tuna netra, 112 tuna daksa, 125 tuna grahita, 72 tuna rungu, dan penyandang disabilitas lainnya ada 46 pemilih.

“Mereka juga sebagai warga negara sehingga juga memiliki hak yang sama untuk menyalurkan suaranya pada Pemilu 9 April nanti,” tutur Aswino.




Media Center Kabupaten Sleman Sosialisasikan Lokasi Baru

Sleman– Media Center Kabupaten Sleman yang difasilitasi oleh Dishubkominfo Kabupaten Sleman mulai saat ini sudah menempati lokasi yang baru, di Jl. KRT Pringgodiningrat, Beran Tridadi Sleman.

Sebelumnya Media Center Sembada menempati ruang perpustakaan Bagian Humas di Kantor Setda Sleman.

Dibandingkan dengan lokasi yang lama, maka di lokasi yang baru ini Media Center Sembada bisa diakses dengan lebih mudah dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum, bahkan juga bisa dimanfaatkan para wartawan di Sleman untuk memperlancar tugasnya.

Demikian disampaikan Kasi Sarana Informasi, Bidang Komunikasi dan Informatika Dishubkominfo Kabupaten Sleman, Budi Santosa ST MEng di kantornya, Selasa (18/3).

Menurut Budi, media center yang lokasinya berdampingan dengan kantor LSPE, telah memiliki beberapa fasilitas komputer dan memang baru sekitar 2 minggu lalu mulai bisa diakses dan memiliki infrastruktur yang cukup lengkap.

Saat ini di media ceter sudah ada 14 komputer bantuan dari Kementrian Kominfo dan semuanya bisa digunakan dengan baik. Untuk media center ini telah ditempatkan dalam ruangan khusus dan kapan saja bisa dipergunakan.

“Hanya saja, siapa saja yang menggunakan fasilitas media center diminta untuk mengisi buku tamu, dan tidak membayar,” kata Budi.

Selain itu, media center Sleman ini juga bisa dimanfaatkan untuk pelatihan. Dicontohkan, bila ada komunitas di masyarakat yang ingin belajar IT (Ilmu Teknologi) bisa memanfaatkan media center ini.

Hanya saja untuk instrukturnya diharapkan membawa sendiri, dan media center hanya memfasilitasi tempat dan peralatan komputernya saja.

Untuk menggunakan media center sebagai tempat pelatihan caranya sangat mudah, cukup mengajukan surat permohonan penggunaan ke Dishubkominfo Kabupaten Sleman. Dan nantinya akan diatur waktunya oleh petugas.

“Kalau komputer di media center kurang bila digunakan untuk pelatihan bisa menggunakan komputer di lab Dishubkominfo,” tambah Budi.




11 Parpol Ikuti Kampanye Damai Di Sleman

Sleman – Sebanyak 11 partai politik (Parpol) peserta Pemilu Kabupaten Sleman, Sabtu (15/3), mengikui karnaval kampanye damai yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman.

Puluhan unit mobil partai yang dihiasai denggan pernak-pernik, terlihat mengikuti konvoi tersebut yang mengambil start dan finish di halaman parkir Monumen Jogja Kembali (Monjali), demikian Media Center Kabupaten Sleman melaporkan, Senin (17/3).

Karnaval Pemilu Damai ini dilakukan dalam rangka menyambut pelaksanaan kampanye terbuka yang akan dimulai hari Minggu (16/3). Selain diikuti seluruh parpol peserta, pawai ini diikuti dan melibatkan Panwas, Pemda, Polres, dan menyuguhkan atraksi kesenian sehingga dapat menarik simpatik masyarakat.

Pawai ini juga betujuan untuk membangun dan meneguhkan kembali komitmen penyelenggara dan peserta pemilu untuk melaksanakan kampanye secara damai, aman tanpa menimbulkan konflik dan gesekan apapun.

Pada kesempatan ini,  juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan komitemen akan mengendalikan kontestan agar tercipta suasana aman dan damai.

Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan program nasional dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Satu parpol diberi jatah tiga mobil dan diberi ruang seluas-luasnya untuk berkreasi, seperti menghias mobil atau menampilkan atraksi hingga penyampaian visi misinya.

“Ini sebagai salah satu media sosialisasi pelaksanaan Pemilu yang akan dilakukan 9 April nanti kepada masyarakat. Kami kenalkan kepada masyarakat siapa saja peserta pemilu. Masing-masing parpol kami persilakan membawa identitas dan keunggulan mereka,” kata Ahmad Shidqi.

Ia mengatakan rombongan konvoi melewati seluruh dapil yang ada di Kabupaten Sleman. Hal tersebut bertujuan untuk mengenalkan partai-partai peserta Pemilu kepada masyarakat. Kegiatan ini mengelilingi enam Dapil untuk mengenalkan para peserta Pemilu beserta atribut serta visi misinya.

Kapolres Sleman mengajak agar kampanye yang dilaksanakan menjadi kegiatan yang berbudaya dan meraih simpati masyarakat, dengan harapan  kampanye yang dilaksanakan dapat berjalan lancar dan kondusif. Untuk mengawal kampanye parpol Polres Sleman menyiapkan 600 personil setiap hari.

Sementara itu, Sekda Sleman dr. Sunartono, MKes mengingatkan kepada peserta pemilu agar dapat melaksanakan kampanye damai dengan mentaati peraturan yang telah ditetapkan, yakni tidak melibatkan anak, menyinggung SARA, tidak mengganggu arus lalu lintas dan tidak merusak fasilitas umum.




Sleman Tetapkan Tegaltirto Menjadi Desa Siaga Bencana

Sleman – Bertepatan dengan peresmian gardu siaga bencana di Dusun Kadisobo, Desa Tegal Tirto, Kecamatan Berbah pada hari Sabtu (15/3), Bupati Sleman Sri Purnomo juga menetapkan Desa Tegaltirto sebagai salah satu Desa Siaga Bencana di Kabupaten  Sleman.

Gardu siaga bencana tersebut merupakan bantuan dari Dinas Sosial Pemerintah Daerah DIY.

Dalam laporannya, Kades Tegaltirto, Susilo Nugroho, menyampaikan bahwa pembangunan gardu siaga bencana ini dilakukan selama 1 bulan secara gotong royong masyarakat dusun Kadisobo, sedangkan untuk tanah disediakan oleh Pemerintah Desa Tegaltirto.

Sebelum diresmikan, gardu siaga bencana ini telah dimanfaatkan oleh warga untuk kegiatan tumbuh kembang anak, kegiatan lansia dan juga untuk kegiatan sosialisasi antisipasi bencana.

Menurut Kepala Dinas Sosial Pemerintah DIY, Untung Sukaryadi, bantuan gedung ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga masyarakat. Ia juga berharap agar gedung ini jangan sampai mangkrak, dan juga setiap hari ada yang piket di gardu tersebut.

 Untung juga mengatakan bahwa nantinya kalau gardu sosial ini berhasil nantinya Dinas Sosial akan menambahkan dengan gardu logistik yang nantinya bantuan logistiknya akan disuplai dari Dinas Sosial DIY.

Selain itu, dengan adanya gardu logistik ini nantinya kegiatan pemberdayaan lansia di Desa Tegaltirto ini dapat terus berjalan dengan lebih baik, karena desa Tegaltirto ini merupakan desa percontohan untuk program pemberdayaan lansia.

Ia juga berharap nantinya agar di desa Tegaltirto ini dapat mewujudkan klinik lansia untuk mengantisipasi kejadian darurat, dan nantinya kalau hal ini bisa berjalan, maka Dinas Sosial DIY akan membantu mobil ambulans untuk warga.

Sementara Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyatakan bahwa sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah Sleman, kita harus menyadari bahwa kita hidup berdampingan dengan bencana, mulai dari bencana gempa bumi, bencana gunung berapi, bencana angin puting beliung, tanah longsor dan lain-lain.

Untuk menghadapi hal tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pasca bencana.

“Paradigma penanggulangan bencana, tidak lagi dititikberatkan pada penanganan kedaruratan, namun lebih pada upaya pengurangan risiko bencana, menuntut adanya kesiapsiagaan masyarakat. Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari budaya dan local wisdom masyarakat Sleman,” katanya.

Oleh karena itu, pemanfaatan gardu siaga bencana ini harus dioptimalkan bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga digunakan sebagai sekretariat pusat layanan bagi para petugas sosial dan bencana alam, di antaranya seperti Taruna Siaga Bencana, aparat keamanan, aktivis lingkungan, Pramuka dan masyarakat umum.

Setelah melakukan peresmian gardu siaga bencana, Bupati Sri Purnomo kemudian membuka pelatihan mitigasi bencana bagi komunitas “Jogja Rescue” dan dilanjutkan dengan penyebaran bibit ikan nila merah dan hitam sejumlah 2 kuintal di embung Candirejo Tegaltirto yang luasnya M2.