KPU Sleman Sosialisasikan Pemilu Melalui Gerak Jalan

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman hari Minggu (9/3) menyelenggarakan gerak jalan sehat sebagai sarana sosialisasi pelaksanaan Pemilu 2014.

Gerak jalan sehat yang diikuti sekitar peserta ini, dimulai dari lapangan Pemkab Sleman mengelilingi kawasan kota Sleman dengan menempuh jarak tiga kilometer.

Gerak jalan melibatkan pengurus KPU Sleman, pejabat Sleman, Camat, Kepala Desa, PPS tingkat desa dan unsur partai politik peserta Pemilu 2014 serta unsur organisasi kemasyarakatan, pendidikan guru dan murid serta unsur media.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia sebagai bentuk sosialisasi kegiatan Pemilu yang tinggal sebulan lagi,” kata Ketua KPU Sleman, Ahmad Shidqi.

Menurut dia, melalui sosialisasi ini diharapkan Pemilu 2014 dapat berjalan sukses, lancar dan aman. Dengan demikian, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya sehingga memperoleh wakil yang betul-betul dapat menyalurkan aspirasinya.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan gerak jalan ini selain untuk menjaga kesehatan diri pribadi juga sebagai wadah yang tepat untuk mensosialisasikan Pemilu Legislatif yang menjadi agenda nasional.

“Pemilu merupakan agenda yang harus disukseskan semua pihak dengan prosentasi keikutsertaan pemilih meningkat dibanding tahun lalu,” kata Sri Purnomo.

Gerak jalan ditandai dengan pengibasan bendera start oleh Bupati Sleman yang didampingi Ketua DPRD Sleman Kuswanto, Sekda Sleman Sunartono, Ketua KPU Sleman yang juga sekaligus ikut bersama jalan sehat.




Kesempatan Bagi Pencari Kerja Untuk Bergabung Di BLK Sleman

upload137-300x200

Sleman – UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman kembali membuka kesempatan bagi masyarakat pencari kerja khususnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk mengikuti pelatihan keterampilan gratis di berbagai bidang kejuruan.

Pelatihan yang dibuka akan dilaksanakan dalam dua gelombang, demikian Media Center Kabupaten Sleman, Yogyakarta,  melaporkan, Sabtu (8/3).

Gelombang I meliputi sembilan sub kejuruan, yaitu Teknisi HP, Teknisi Komputer, Sepeda Motor, Mesin Logam, Las Listrik, Tata Boga, Bordir, Teknik Pendingin, dan Operator Komputer. Sedangkan Gelombang II meliputi 4 sub kejuruan yaitu Gulung Dinamo, Tata Rias, Operator Komputer, dan Las Listrik.

Pendaftaran peserta dilayani setiap setiap hari kerja (Senin sd. Sabtu) di BLK Sleman. Sementara syarat pendaftaran bagi calon peserta pelatihan meliputi Usia 18-45 tahun, Foto copy KTP Sleman 1 lembar, Foto copy ijazah terakhir 1 lembar, Pas foto berwarna 3×4, 3 lembar, dan mengisi formulir pendaftaran.

Formulir pendaftaran dapat diperoleh di BLK Sleman atau dapat diunduh di halaman download. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dilayani di Balai Latihan Kerja Sleman yang beralamat di Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 15, Bunder, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Telepon 0274-895956 atau melalui @.




Pasar Prambanan Akan Dikembangkan Sebagai Obyek Wisata

Sleman – Pembangunan tahap pertama rehab pasar Prambanan telah dimulai tahun 2013 lalu. Saat ini telah terbangun satu blok yang dulu sebagai pasar burung di sebelah selatan, bangunan ini telah menelan anggaran sebesar Rp8 miliar lebih dari APBD Provinsi Rp4,7 miliar dan Kabupaten.

Rencana ke depan pasar Prambanan yang mempunyai luas sekitar meter persegi tersebut, akan dibuat tiga lantai dengan beberapa kelengkapan di antaranya akan dibangun taman kuliner yang menjajakan makanan di lantai 3 dengan view yang sangat mempesona.

Yaitu sebelah utara Gunung Merapi, dan candi Prambanan sesekali terlihat pesawat terbang melintas, sebelah timur langsung ke stasiun kereta api Prambanan, dan sebelah selatan Candi Boko. Disamping itu juga dibangun fasilitas umum seperti Mushola dan MCK.

Pembangunan tahap kedua ini akan merelokasikan pedagang sebelah bangunan yang baru akan dipindah ke pasar hewan yang sekarang digunakan untuk pasar ayam di sebelah barat Pasar induk sekitar bulan Mei.

Hal ini disampaikan Nia, Kasi pengembangan Dinas Pasar Kabupaten Sleman didampingi staf dan pengurus paguyuban Pasar Prambanan saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Kamis (6/3).

Samsul Bakri, SE. MM Ketua Komisi B didampingi anggota Komisi, Jaka Purwanta, Subandi, Farchan Hariem, SE dan Endri Nugaraha mengatakan, bahwa dengan dibangunnya pasar Prambanan ini diharapkan tetap terjaga stabilitas pedagang sampai pada relokasi pada tempat penampungan sementara jangan sampai pedagang merasa dirugikan.

Sementara Sigit, Wakil paguyuban pasar Prambanan, didampingi Pengurus Zainudin Ketua dan Sulistyo Sekretaris, dalam keterangannya mengatakan bahwa pedagang yang jumlahnya sekitar 600 orang, sedangkan yang menjadi prioritas adalah pedagang lama.

Menurut keterangannya pedagang sebagian besar dari luar prambanan mencapai 60%, sedangkan warga Prambanan hanya sekitar 10%.




Ratusan Botol Minuman Keras Disita Satpol PP Sleman

Sleman – Puluhan  botol miras hasil operasi selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (3-5/3), telah berhasil diamankan tim gabungan Satpol, Polres Sleman, dan Penyidik pegawai Negeri Sipil.  Operasi Miras tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Sleman Drs. Fathoni Budi Prabowo.

Fathoni Budi Prabowo menjelaskan, penertiban tersebut dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Pelarangan, Penjualan dan Penggunaan Minuman beralkohol.

Menurutnya, operasi yang berlangsung pada  Senin (3/3)  menyisir dua tempat di wilayah Turi, yaitu sebuah mini market  dimana ditemukan 42 kaleng Bir Bintang dan 17 kaleng Guines,   sementara di sebuah warung di daerah  Purwobinangun ditemukan  lima botol Anggur Kolesom dan satu Anggur Merah.

“Yang menarik penjualan Anggur Kolesom tersebut biasanya dikomsumsi petani untuk obat pegel dan penghangat badan,” katanya.

Sementara, operasi yang berlangsung, Selasa (4/3), katanya,  menyisir beberapa toko dan warung di wilayah Depok, ditemukan 25 botol miras, yang terdiri tiga botol Topi Miring, 12 botol Anggur Merah dan 10 botol Anggur Kolesom.

Ia mengungkapkan, selama operasi dua hari didapat barang bukti sebanyakn 84 botol miras.

“Yang jelas dalam operasi miras tersebut berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari penjual, dan  hal tersebut berkat kerjasama dan persiapan yang matang. Para petugas juga dilengkapi dengan surat tugas dan  adanya Perda nomor 3 tahun 2007 yang mengatur ketentuan penjualan miras,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam pasal 5 perda tersebut menyebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang menjual langsung minuman beralkohol golongan A, kecuali hotel melati dan hotel berbintang serta diskotik, bar, karaoke, restoran dan kafe yang menyatu dengan kawasaan hotel. Kemudian bar, pub dan kafe dan restoran dengan tanda talam kencana dan selaka.




Sleman Kembangkan Perikanan Menjadi Sektor Pariwisata

upload124-300x196

Sleman – Pemkab Sleman terus mengupayakan berkembanganya Sleman menjadi kawasan minapolitan yang mencakup usaha perikanan, dari mulai pembibitan hingga pemasaran. Untuk itu, pada Rabu (26/2) diselenggarakan workshop pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, ketika membuka workshop tersebut, menyatakan bahwa sektor pertanian sangat potensial untuk dikembangkan di Sleman.

Pengembangan sektor pertanian termasuk sektor minapolitan juga mampu meningkatkan pendapatan petani yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Pengembangan minapolitan, khususnya budidaya ikan, diharapkan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Berbah, namun juga dikembangkan wilayah lain.

Selain itu, Wabup juga mengharapkan agar para petani ikan turut menjaga keberlangsungan pertanian dan pelestarian konservasi lahan dengan meminimalisir penggunaan obat-obatan kimiawi dan lebih memanfaatkan produk-produk organik.

Dalam kesempatan ini, Camat Ngemplak Mustain Aminun, SH, mewakili Pokja MInapolitan Kecamatan Ngemplak, mempresentasikan tentang kegiatan minapolitan di Kecamatan Ngemplak.

Dengan luas kolam 823,264 ha dan 44 kelompok pokdakan, rata-rata produksi perikanan di Kecamatan Ngemplak naik 2% per tahun. Bahkan pembibitan Kabupaten Sleman 70% di antaranya disumbang dari Kecamatan Ngemplak.

Rencana jangka panjang ke depan kawasan minapolitan di Ngemplak difokuskan pada penerapan pembelajaran advokasi kelompok perikanan dan pembangunan wisata minapolitan, yang di dalamnya akan dilakukan pengembangan budidaya industri pengolahan ikan hingga ke upaya pemasaran produk.

Sedangkan Camat Berbah, mewakili Pokja Minapolitan Kecamatan Berbah, menyampaikan tentang perkembangan minapolitan di Berbah diarahkan untuk mendukung Kecamatan Berbah menjadi Bumi Jelita (Budaya, Mina dan Jelajah Wisata) yang nantinya diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Berbah.

Disampaikan juga bahwa pengembangan budidaya ikan dilakukan oleh 31 kelompok dengan 717 anggota pada lahan seluas 4,9 ha, dan sekitar 30% dari anggota kelompok tersebut adalah keluaarga miskin dan 10% merupakan anggota berusia remaja.

Dari kegiatan minapolitan, saat ini telah tumbuh kelompok KWT yang mampu mengolah ikan menjadi tepung ikan yang saat ini tengah dalam proses pengajuan HAKI..

Ke depan Kecamatan Berbah mengembangkan aktivitas minapolitan hingga mampu menjadi usaha perikanan dari hulu ke hilir yang nantinya mampu menjadikan usaha perikanan menjadi potensi wisata di Kecamatan Berbah.

Permasalahan yang dihadapi di kedua kecamatan ini adalah keterbatasan kapasitas petani dalam alih teknologi sehingga memerlukan penguatan kelembagaan dan kelengkapan kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Sebagai pemecahan masalah tersebut, Asisten II Sekda BIdang Pembangunan menyampaikan bahwa pengembangan perikanan  juga harus didukung dengan komitmen dari seluruh SKPD dari berbagai sektor.

Dengan demikian diharap setelah workshop ini dapat dilakukan finalisasi hasil dan diformulasikan ke dalam program kerja 2015 sesuai kewenangan masing-masing SKPD.

Ir. Susilo Budi Priyono, , , praktisi dari Fakultas Pertanian UGM, juga menyampaikan paparannya bahwa perikanan merupakan basis dari seluruh kegiatan pertanian di Sleman bahkan Kabupaten Sleman secara nasional  telah dikenal oleh masyarakat luar memiliki modal pengembangan SDM yang handal.

Bahkan pada tahun 2014 ini Kementerian Pertanian, Sleman telah dijadikan Kawasan Percontohan untuk Komoditas Ikan Nila. Ia juga mengharapkan agar pembuatan rencana pengembangan wilayah minapollitan dapat memperhatikan indikator-indikator yang jelas dan terukur.