Perkuat Sinergi, Admin Kampung KB Condongcatur Gelar Rakor Penguatan Pelaporan Online

Sleman — Sebagai upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas dokumentasi kegiatan kewilayahan, Admin Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) teknis pelaporan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (9/1/2026) bertempat di Ruang Sasana Wicara, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman. Pertemuan strategis ini dilaksanakan guna memastikan setiap program pemberdayaan masyarakat terdokumentasi secara akurat melalui sistem digital.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh 18 Admin Pelaporan Online KKB dari seluruh padukuhan di wilayah Condongcatur beserta jajaran pengurus KKB tingkat kalurahan. Forum ini menjadi wadah krusial untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kendala teknis di lapangan, serta memperkuat sinergi antarpetugas dalam mendukung keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Ketua KKB Condongcatur, Novita Safitri, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para admin yang selama ini menjadi ujung tombak informasi di tingkat padukuhan. Ia menegaskan bahwa pelaporan online bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi formal, melainkan merupakan cerminan nyata dari suksesnya pembangunan kualitas keluarga di tengah masyarakat.

“Pelaporan online ini sangat penting karena menjadi jendela untuk melihat sejauh mana program Bangga Kencana telah berjalan di tingkat bawah. Melalui data yang diunggah secara konsisten, kita dapat memetakan dinamika keluarga di masyarakat secara lebih presisi. Saya berharap ketelitian terus ditingkatkan karena laporan ini akan menjadi dasar pengambilan kebijakan di masa depan,” ujar Novita Safitri di hadapan para admin.

Lebih lanjut, Novita memaparkan bahwa pelaporan online KKB terbagi dalam delapan seksi strategis yang meliputi Seksi Agama, Pendidikan, Kasih Sayang, Ekonomi, Pembinaan Lingkungan, Perlindungan, Reproduksi, serta Sosial Budaya. Setiap admin diharapkan mampu memotret seluruh kegiatan di padukuhan masing-masing dan segera melaporkannya ke dalam sistem digital agar progres pembangunan di Condongcatur dapat terpantau secara langsung oleh pemangku kepentingan.

Sesi diskusi interaktif dalam rakor ini berlangsung produktif dengan munculnya berbagai pengalaman dan solusi terkait kendala teknis pengunggahan data di tiap seksi. Semangat kebersamaan para admin terlihat dari komitmen mereka untuk terus memperbarui data secara rutin dan berkelanjutan. Dengan sistem pelaporan yang baik, program KKB di Condongcatur diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Melalui koordinasi yang semakin solid antara admin dan pengurus, Kalurahan Condongcatur optimis dapat mewujudkan basis data keluarga yang akurat serta bermanfaat untuk mendukung program pembangunan daerah. Kesiapan data yang valid secara online akan membuktikan bahwa tata kelola administrasi di tingkat kalurahan telah berjalan secara modern dan transparan sesuai dengan tuntutan zaman. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Cek Kesehatan Gratis di Tingkat Desa, Model Layanan Preventif yang Layak Ditiru

Sleman — Upaya memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas kembali mendapat contoh konkret di wilayah Sleman. Puskesdes Enggal Syaras, Kalurahan Margorejo, Tempel, menggelar layanan cek kesehatan gratis bagi warga pada Rabu (7/1/2026). Program ini tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana layanan preventif di tingkat lokal dapat menjadi fondasi kesehatan publik yang lebih luas.

Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh pemeriksaan sederhana namun krusial, meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, gula darah, hingga kadar asam urat. Layanan ini menyasar deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, yang kini menjadi tantangan kesehatan serius di berbagai daerah di Indonesia. Pendekatan ini diharapkan mampu meminimalkan risiko komplikasi kesehatan di masa mendatang melalui penanganan yang lebih cepat.

Pelayanan kesehatan ini didukung oleh tenaga kesehatan profesional dan kader setempat secara terpadu. Bidan desa Farida Nuraini bersama Bidan Wahyuni dari Puskesmas Tempel 1 bahu-membahu dengan kader kesehatan Sugiyati dan Suharni dalam melayani warga. Kolaborasi ini memastikan layanan berjalan tertib, ramah, dan sangat mudah diakses oleh warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia produktif hingga lansia.

Bidan desa Farida Nuraini menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin di tingkat desa merupakan pintu masuk utama untuk membangun kesadaran masyarakat tentang kondisi tubuhnya sendiri. Menurutnya, banyak warga yang baru menyadari adanya masalah kesehatan setelah mengikuti pemeriksaan gratis tersebut.

“Pemeriksaan sederhana sering kali menjadi pintu masuk kesadaran masyarakat tentang kondisi tubuhnya. Dari sini, warga bisa lebih cepat mengambil langkah, baik dengan cara mengubah pola hidup maupun melakukan konsultasi lanjutan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Pendekatan jemput bola seperti ini sangat efektif menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini kerap menunda pemeriksaan rutin karena kendala jarak atau waktu,” ujar Farida Nuraini di sela-sela pelayanan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kalurahan Margorejo. Kamituwa Anwar Insani, yang hadir mewakili Lurah Margorejo, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras tenaga kesehatan dan para kader. Ia menegaskan bahwa kesehatan warga adalah prasyarat utama bagi keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan secara jangka panjang.

“Program seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak harus menunggu orang sakit. Kami terus mendorong pendekatan promotif dan preventif agar masyarakat Margorejo semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebagai investasi masa depan,” tutur Anwar Insani dalam sambutannya.

Sejalan dengan hal itu, Bidan Wahyuni dari Puskesmas Tempel 1 menekankan pentingnya kemitraan antara tenaga medis dan kader desa. Ia menilai kader merupakan ujung tombak yang paling mengenal karakteristik dan kebiasaan warga lokal secara mendalam. Sementara itu, salah satu kader kesehatan, Sugiyati, mengungkapkan bahwa antusiasme warga yang tinggi menjadi bukti bahwa layanan kesehatan berbasis komunitas sangat dibutuhkan dan memberikan dampak edukasi yang langsung dirasakan oleh masyarakat. (SBD/KIM Senyum Tempel).




Layanan Perpanjangan STNK Lima Tahunan di Sleman Kini Bisa Cetak Plat Nomor Langsung Jadi

Sleman — Mengawali tahun 2026, Samsat Sleman melakukan gebrakan inovasi untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus perpanjangan STNK lima tahunan. Melalui program Sistem Jemput Lima Tahunan atau “Si Jelita” yang rutin digelar setiap Selasa pertama awal bulan di Kalurahan Condongcatur, kini warga bisa mendapatkan plat nomor kendaraan atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) pada hari yang sama.

Layanan perdana dengan sistem cetak langsung ini mulai diberlakukan pada Selasa (6/1/2026). Inovasi tersebut didukung oleh peluncuran dua armada kendaraan Samsat Keliling baru hasil sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni jenis Toyota Hiace dan kendaraan bak terbuka yang telah dimodifikasi khusus untuk menunjang operasional di lapangan.

Kepala Seksi Pembukuan dan Penagihan Samsat Sleman, Ekho Adhi Wahyu, menjelaskan bahwa layanan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu bagi para wajib pajak. Penyerahan plat nomor secara simbolis dilakukan bersama petugas Satlantas Polresta Sleman dan perwakilan Jasa Raharja di lokasi pelayanan.

“Hari ini secara perdana kami mencoba sistem di mana plat nomor kendaraan langsung dicetak dan diberikan kepada pemohon layanan pajak lima tahunan di Kalurahan Condongcatur. Usai melakukan proses cek fisik kendaraan dan penyelesaian administrasi pembayaran, plat langsung tersedia. Tujuan utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik agar warga tidak perlu lagi menunggu hingga minggu berikutnya untuk mengambil plat nomor,” ujar Ekho Adhi Wahyu.

Sebelum inovasi ini diterapkan, masyarakat yang memanfaatkan layanan jemput bola biasanya harus menunggu plat nomor selesai dicetak dan baru bisa mengambilnya pada jadwal layanan di minggu selanjutnya. Dengan adanya armada baru yang dilengkapi mesin cetak TNKB portabel, kendala waktu tersebut kini dapat teratasi.

Ekho Adhi Wahyu menambahkan bahwa Samsat Sleman terus berkomitmen mendekatkan layanan kepada warga melalui berbagai program jemput bola lainnya. Selain Si Jelita, tersedia pula layanan Samsat On Call serta program “Jejaka” atau Jemput Pajak Anda yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dengan minimal kolektif lima hingga sepuluh kendaraan.

“Kami ingin memastikan warga di tingkat kalurahan mendapatkan akses pajak yang mudah. Masyarakat cukup menyiapkan persyaratan standar seperti KTP asli, STNK, BPKB, serta menghadirkan kendaraan untuk cek fisik. Untuk kenyamanan, kami juga menyediakan berbagai pilihan pembayaran digital melalui aplikasi SIGNAL, BPD DIY Mobile, Tokopedia, Gopay, hingga jaringan gerai Indomaret,” pungkas Ekho Adhi Wahyu. (Wasana/KIM Depok).