Mahasiswa Tunjukkan Kontribusi Nyata Bangun Sleman

Mahasiswa memiliki peran penting dalam masyarakat. Bagi masyarakat, mahasiswa mampu memberikan peran signifikan dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah sehingga masyarakat bisa mengenal dan memahami kebijakan yang diputuskan pemerintah untuk masyarakat. Sedangkan bagi pemerintah, mahasiswa yang berada di ranah akademis ini juga punya peran sebagai pencetus ide dan pemberi masukan terhadap berbagai program pemerintah.

Melihat krusialnya peran mahasiswa ini maka mahasiswa pun perlu mempunyai pemahaman mendalam terhadap kebijakan dan program pemerintah. Salah satu jalan yang ditempuh oleh mahasiswa Departemen Manajemen Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM adalah dengan melakukan kunjungan lapangan ke Sleman Smart Regency, Rabu (18/4). Kunjungan dari peserta didik kelas Digital Governance ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh implementasi Smart Governance yang digadang-gadang oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

40 mahasiswa dengan satu dosen pengampu yang hadir disambut langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman, Intriati Yudatiningsih, di Sleman Smart Room, Dinas Kominfo Sleman.

Intri tentunya menyambut baik kedatangan mahasiswa yang ia sebut sebagai agent of change ini.  “Yang mana ini mempercepat terimplementasinya Smart Rengency di Kabupaten Sleman karena melalui mahasiswa ini bisa menjadi agent of change di masyarakat untuk turut berkomitmen membangun Sleman,” terang Intri.

Intri memahami bahwa berbagai teori terkait smart city tentunya sudah dipelajari oleh mahasiswa di bangku perkuliahan akan tetapi untuk mengetahui implementasi smart city secara nyata maka kunjungan lapangan ini memang diperlukan. “Dan rupa-rupanya mereka tertarik sehingga kami berharap mahasiswa-mahasiswa ini bisa berkontribusi untuk mewujudkan Sleman Smart Regency ke depan,” tandasnya.

Alex, salah satu mahasiswa yang turut berkunjung mengungkapkan bahwa studi lapangan ini mampu membuka matanya mengenai permasalahan sosial yang ada di Kabupaten Sleman dan bagaimana Pemerintah Kabupaten Sleman merumuskan solusi atas permasalahan tersebut. “Sebelumnya di kelas kita sudah memetakan masalah sosial itu apa dan dengan datang ke sini kita bisa lihat ternyata bahkan di Sleman pun punya aplikasi-aplikasi untuk membantu masyarakat,” ungkap Alex.

Ditambahkan Alex, melalui kegiatan ini ia bisa belajar bagaimana membantu masyarakat dengan teknologi yang menurutnya sudah berkembang. “Kita sebagai pembuat kebijakan masa depan bisa melihat kebijakan-kebijakan yang kekinian itu seperti apa, aplikasi-aplikasi yang bisa membantu masyarakat, apa yang paling useful bagi masyarakat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Alex berharap ke depan, ia dan teman-temannya bisa berinovasi dalam penggunaan teknologi digital agar lebih cepat membuat kebijakan dan menyelesaikan permasalahan masyarakat yang ada.




Diskominfo Sleman Beri Pelatihan Konten Media Digital

Foto Bimbingan Teknis Oleh Agas

Sleman – Komunikasi dan informasi, merupakan dua hal berkaitan yang sangat diperlukan di era globalisasi. Mengetahui bagaimana cara mengemas keduanya dengan menarik tentu menjadi sangat penting.

Dengan latar belakang tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman menyelenggarakan bimbingan teknis Konten Media Digital, di Ruang Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (4/10).

Bimbingan teknis ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari seluruh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman, perwakilan dari karang taruna dan juga seluruh admin website OPD Kabupaten Sleman.

Ditemui saat pembukaan bimbingan teknis, Kepala Diskominfo Sleman Intriati Yudatiningsih mengatakan, bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diri para penggiat informasi. Hal ini sangat penting untuk mendukung Sleman menuju smart regency.

“Dinas Kominfo menyelenggarakan kegiatan bimtek yang diikuti oleh Kelompok Informasi Masyarakat yang terdiri dari anak anak muda KIM, juga dari karang taruna. Selain itu dari OPD, agar para penggiat informasi tersebut bisa secara bijak dalam mengemas informasi sehingga menarik bagi yang melihat nanti,” kata Intri.

Intri menekankan bahwa  zaman yang terus berkembang jelas menuntut adanya inovasi dari segi pengemasan komunikasi dan informasi. Oleh karena itu, bimbingan teknis ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas para peserta dalam  pengemasan informasi yang diberikan kepada masyarakat.

Sehingga informasi yang dimaksud atau informasi yang disampaikan tepat dan makna dari informasi itu bisa benar-benar bisa dipahami si penerima informasi.

Materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis ini meliputi tiga tema, yakni Strategi Pengelolaan Konten Media Digital oleh Arif Lukman Hakim, Pemanfaatan Infografik sebagai Media Komunikasi oleh Wing Wahyu Winarno, dan Dasar-Dasar Fotografi Digital oleh Wahyu .

Tiga topik yang disampaikan oleh tiga narasumber berbeda ini, ternyata sangat menarik minat para peserta. Salah satu peserta bimbingan teknis, dari KIM Ngemplak, Bibit Widayoko menuturkan bahwa motivasinya untuk mengikuti bimbingan teknis ini sangat tinggi. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas diri para peserta.

“Baik yang muda maupun yang tua, sangat butuh acara seperti ini untuk me-upgrade otak kita yang mungkin masih di level bawah sekarang dipancing ke level atas,” ucap Bibit.

Bibit menambahkan peningkatan kapasitas diri di sini dikhususkan pada segi teknologi. Karena, menurutnya ini salah satu upaya dari Kelompok Informasi Masyarakat untuk mendukung Sleman Smartcity.

Ke depannya, lelaki yang juga aktif di Karang Taruna Wedomartani Ngemplak ini berkomitmen akan menularkan ilmu yang didapatnya ke anggota KIM dan karang taruna lainnya.

“Pasti akan kami gulirkan juga teknologi-teknologi seperti ini. Bahkan mungkin kami akan merangkul Kominfo untuk turun ke radio komunitas kami,” tambah Bibit, dan berharap akan adanya bimbingan teknis lanjutan guna memperdalam  pengetahuannya terkait konten media digital.




Sleman Rumuskan Komponen Perencanaan Pembangunan Smart City

Sleman – Menurut Citiasia Inc, membangun smart city/regency membutuhkan beberapa kesiapan, seperti kesiapan infrastruktur, TIK, dan sosial, kesiapan SDM, kemampuan birokrasi, dan anggaran, kesiapan kebijakan, kelembagaan, dan pelaksanaan, serta kesiapan masyarakat.

Kesiapan-kesiapan ini tengah dimatangkan kembali oleh Pemkab Sleman dalam upaya mewujudkan Sleman Smart Regency melalui Bimbingan Teknis Tahap III Penyusunan Masterplan Smart City, Senin (25/9) di Ruang Rapat Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi, menyampaikan bahwa bimbingan teknis yang ketiga ini merupakan sebuah komitmen dari Kabupaten Sleman dalam rangka untuk mewujudkan visi-misi Kabupaten Sleman tahun 2016-2021. “Visi-misi Pemerintah Kabupaten Sleman ini adalah bagaimana kita memanfaatkan IT tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat Sleman,” terang Sumadi.

Tujuan itu menurut Sumadi, sudah selaras dengan gerakan menuju 100 smart city, yaitu mewujudkan kota yang berbasis teknologi informasi dengan didukung pemerintahan yang cerdas  (smart government), peningkatan daya saing daerah yang cerdas (smart branding), sinergi pembangunan ekonomi secara cerdas (smart economy), dukungan pengelolaan ekosistem tempat hidup yang cerdas (smart living), partisipasi cerdas masyarakat (smart society), serta pengolahan sumber daya alam dan lingkungan yang cerdas (smart environment).

Sumadi menambahkan bahwa output dari penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Pusat dengan pemimpin daerah pada Mei lalu adalah terwujudnya masterplan pengembangan smart city pada masing-masing daerah. Untuk mewujudkan masterplan ini menurut Sumadi, Sleman harus merumuskan perencanaan pembangunan berdasarkan elemen dan subelemen.  “Kita harus memahami komponen-komponen smart city apa saja supaya kita dapat merumuskan bersama secara sistematis,” tutur Sumadi.

Karenanya, bimbingan teknis dengan didampingi staf ahli ini tutur Sumadi sangat membantu Sleman dalam proses perumusan masterplan tersebut. Ke depannya, masterplan pengembangan smart city dari Kabupaten Sleman ini akan disahkan dalam bentuk regulasi peraturan bupati. “Sehingga mengikat kita semua untuk menjalankannya dan itu menjadi dasar kita untuk mengembangkan smart city,” jelas Sumadi.




Klaten Tukar Wawasan Terkait Program Kerja dengan Sleman

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten bertandang ke Diskominfo Sleman guna memperluas wawasannya mengenai program kerja yang telah dan tengah dijalankan oleh Diskominfo Sleman pada Kamis (10/8).

Totok Gantoro, SE, MM, Kepala Bidang Komunikasi dan Persandian Diskominfo Kabupaten Klaten, menggaris bawahi maksud kedatangannya beserta rombongan adalah untuk menggali lebih dalam mengenai program-program pelayanan masyarakat milik Diskominfo Sleman.

“Kemajuan Kominfo yang ada di Sleman ingin kami padukan sesuai dengan apa yang ada di Klaten,” tutur Totok.

Totok menambahkan, dalam sesi kunjungan kali ini Diskominfo Klaten memperbincangkan banyak hal bersama dengan jajaran OPD di Kominfo Sleman. “Yang diperbincangkan adalah masalah smart city terus kemudian masalah program-program kegiatan yang ada di Sleman,” lanjut Totok.

Selain itu, Totok juga berencana untuk melengkapi program-program yang ada di Diskominfo Kabupaten Klaten dengan program-program yang telah dijalankan oleh Diskominfo Sleman.

Hal ini termasuk soal pengaturan jaringan internet dan data center yang menurut Totok di Klaten belum tersentralkan ke Diskominfo. “Saya ingin semua OPD itu yang mengaturbandwidth dari Kominfo,” jelas Totok.

Kegiatan kunjungan ini diterima baik oleh Kepala Diskominfo Sleman, drg. Intriati Yudatiningsih, . Intri menyampaikan kegembiraannya, meski Diskominfo Sleman baru terbentuk pada Januari 2017 ternyata sudah ada banyak daerah yang berkunjung ke Sleman untuk bertukar wawasan.

Harapan Intri ke depan, Kominfo dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia dapat saling menyamakan persepsi terkait kegiatan-kegiatan yang dijalankan. “Paling tidak sistemnya sama karena tentu saja Kominfo itu kan memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang informasi sehingga informasi yang diberikan harapannya menjadi harapan dari masyarakat sehigga masyarakat juga puas,” terang Intri.

Selain itu, Intri juga berharap kepada para tamu yang datang ke Sleman untuk dapat bersama-sama membangun suatu sistem yang bisa bermanfaat. “Dan apabila ada yang dianggap baik di Sleman, silakan kalau mau direplikasi karena semua itu untuk pelayanan masyarakat,” imbuh Intri.

 




Pemetaan Infrastruktur Sleman Smart Regency

Sosialisasi dan Penjelasan Pengisian KuisionerSleman – Dinas Hubkominfo Kabupaten Sleman bekerjasama dengan PT. Pilar Cipta Solusi Integratika menggelar Forum Sosialisasi dan Penjelasan Pengisian Kuisioner Penyusunan Rencana Induk dan Blueprint E-Goverment di Lantai 3 Ruang Setda B Kabupaten Sleman, Jumat (5/8).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Hubkominfo, Drs. Agoes Soesilo Endiarto, menyampaikan pengisian kuisioner merupakan pemetaaan infrastruktur pendukung yang ada sebagai langkah awal menuju Sleman Smart Regency.

Agoes juga mengharapkan keterbukaan informasi dari setiap SKPD guna melengkapi kuisioner yang akan digunakan sebagai pemetaan infratrusktur di wilayah Kabupaten Sleman.

Pemetaan dimaksudkan dengan mempermudah langkah selanjutnya demi terwujudnya Sleman Smart Regency. Kuisioner meliputi infrastruktur komputer baik hardware maupun software, skill sumberdaya manusia, dan satuan kerja di SKPD masing masing.

Forum tersebut merupakan lanjutan dari forum sebelumnya yang digelar di Hotel Prima pada Kamis (28/7). Forum diikuti oleh SKPD se – Kabupaten Sleman.***