Gugus Paud VI Desa Sukoharjo Wakili Ngaglik Maju Lomba Tingkat Kabupaten

Ngaglik- Selasa (24/4), TK Lestari, Dusun Siwil, Sukoharjo menjadi pusat kunjungan Tim Penilai Gugus Paud Kabupaten Sleman yang diketuai oleh Winarsih.

Sebelum mengevaluasi kegiatan Gugus Paud VI, Tim Penilai diterima langsung oleh Camat Ngaglik Subagya. Dalam kata sambutannya, Subagya menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada Tim Penilai Apresiasi Gugus Paud Kabupaten Sleman di Dusun Siwil ini.

Dalam penerimaan ini, hadir Muspika Kecamatan Ngaglik, Kepala UPT Pendidikan Ngaglik,  unsur kesehatan,  KUA, serta undangan lainnya.

Ada tiga titik kunjungan Tim Penilai yaitu TK Lestari Gugus Paud Inti, Gugus Paud Imbas I di TPA Amanah Mulia, dan Gugus Imbas II KB Cahaya Mulia.

Ketua Tim Penilai, Winarsih mengutarakan maksud dan tujuan diadakannya penilaian dan evaluasi apresiasi Gugus Paud adalah untuk  melihat dari dekat bagaimana kiprah pengelola Gugus Paud yang terdiri dari TK,  KB,  TPA dan SPSS.

“Ini perlu dievaluasi dan kegiatan evaluasi ini dilaksanakan setiap tahun, setelah evaluasi tingkat kecamatan dan dilanjutkan Kabupaten,” beber Winarsih.  Dikatakan Winarsih, yang dievaluasi yaitu KBM dari masing-masing Gugus, sarana dan prasarana pendukung program, manajemen Gugus maupun kegiatan unggulan, serta partisipasi masyarakat dan lingkungannya.

“Itu semua yang akan dinilai dan juga dampak terhadap lingkungannya setelah ada pembelajaran baik di Paud, KB, TK, SPSS dan juga TPA,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gugus Paud VI Desa Sukoharjo, Rustiningsih sekaligus Kepala TK Lestari menyampaikan visi, misi, dan program baik jangka pendek dan jangka panjang serta kegiatan lain yang memperlancar program KBM serta dukungan dari pihak pemerintah, swasta dan partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi oleh pihak Gugus Paud VI Desa Sukoharjo.

“Atas dasar itulah maka Gugus Paud VI Desa Sukoharjo tetap maju, berkembang dan terus membangun demi kemajuan desa Sukoharjo dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan usia dini,” kata Rustiningsih.

Setelah paparan dari Ketua Gugus Paud VI Desa Sukoharjo dilanjutkan kunjungan di masing-masing kegiatan dalam Gugus VI antara lain yang dilihat administrasi manajemen Gugus, Sarana Prasarana, perpustakaan, UKS TK Lestari, serta data partisipasi masyarakat serta KBM secara langsung. (Suripto)




Pelajari Nilai-Nilai Luhur Perjuangan Kartini

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas P3AP2KB menggelar Lomba Membaca Surat Kartini bagi siswa SD, SMP, sederajat, Selasa (17/4) di Aula Dinas P3AP2KB. Menurut Kepala Dinas P3AP2KB, Mafilindati Nuraini, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-139.

“Agar generasi muda khususnya siswa-siswi SD, SMP bisa melihat lagi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perjuangan kaum perempuan khususnya dalam hal ini adalah RA Kartini,” ucap Linda di sela-sela lomba.

Linda menjelaskan bahwa perjuangan Kartini dalam hal pendidikan dirasa mampu memicu semangat anak-anak untuk bisa mengenyam pendidikan secara lebih serius. “Sosok RA Kartini berusaha memajukan kaum wanita melalui upaya meningkatkan pendidikan sehingga harapan kami anak-anak dari tingkat SD, SMP, nanti bersemangat untuk meningkatkan pendidikannya,” tuturnya.

Tak hanya itu, Linda tahu dengan pasti bahwa nilai-nilai luhur yang diajarkan RA Kartini ini terkait dengan pendidikan pembentukan karakter anak-anak. “Seperti tanggung jawab, sopan santun, kejujuran, kerja keras, pendidikan karakter ini harus kita terapkan ke anak-anak sejak dini agar di kemudian hari menjadi generasi penerus yang sesuai harapan kita,” ujar Linda.

Lomba ini diikuti oleh 68 peserta yang berasal dari SD, SMP, sederajat se-Kabupaten Sleman. Salah satu peserta lomba dari SD Cebongan, Maria menuturkan motivasinya mengikuti lomba ini adalah untuk menambah prestasinya di sekolah. “Saya ingin menang biar bisa mengharumkan nama SD,” kata siswi kelas 4 SD ini.

Maria berharap jika ia menang, prestasi yang diraihnya ini kelak dapat membantunya menggapai cita-cita yang ia harapkan.

 

 

 

 

 




270 Siswa SD dan SMP Terima Bantuan Lembaga Orang Tua Asuh DIY

Sleman – Sebanyak 270 siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Sleman menerima bantuan dari Lembaga Orang Tua Asuh (L-OTA) DIY, penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu (30/9).Dana bantuan L-OTA DIY  tersebut berasal dari Pamella Supermarket bagi 60 siswa SD/MI dengan alokasi  bantuan sebesar Rp ,- per siswa sehingga bantuan dari Pamella Supermareket sebesar Rp 7,2 juta.

Sedang dari PT Sari Husada Generasi Mahardika untuk 200 siswa SD/MI  dan 10 siswa SMP/MTs, masing-masing siswa SD/MI juga menerima bantuan Rp. , sedang untuk tingkat SMP/Mts sebesar Rp ,-, hingga total bantuan dari PT Sari Husada sebesar Rp 25,8 juta.

Pada kesempatan tersebut Gatot menyampaikan bahwa Pemberian bantuan L-OTA ini merupakan salah satu wujud kepedulian bersama terhadap kesinambungan pendidikan anak-anak. Terlebih lagi pada saat ini masih banyak anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan­nya karena masalah biaya.

“Di Kabupaten Sleman, jumlah siswa putus sekolah pada tahun 2014 untuk jenjang SD/MI sebanyak 42 anak. Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 18 dan jenjang SMA/ SMK sejumlah 54 siswa,” kata Gatot.

Oleh karena itu lanjut Gatot, melalui bantuan anak asuh L-OTA tentunya dapat membantu mengurangi angka siswa putus sekolah.

Selain itu melalui bantuan ini, diharapkan anak-anak teruta­ma dari kalangan kurang mampu dapat terus mengenyam pendidikan yang layak, bahkan dapat menempuh pendidikan sampai jenjang yang tertinggi. Sedang  kepada anak-anak penerima bantuan, Gatot minta agar bantuan tersebut sebagai motivasi untuk terus giat belajar.

“Tunjukkanlah terimakasih kalian dengan meraih prestasi di berbagai bidang. Jangan pernah putus asa dan teruslah berusaha. Ingatlah akan nasehat : dimana ada kemauan disitu pasti terbuka jalan. Jadi tinggal bagaimana kita berusaha sekuat tenaga mengejar cita-cita,” tutur  Gatot.

Sedangkan Kepala Bagian Kesra  Drs Hery Sutopo mengatakan bahwa mulai bulan September  diadakan pendataan anak dari keluarga miskin di wilayah Kabupaten Sleman sebagai tindak lanjut surat dari L-OTA DIY.

Dan setelah penyerahan bantuan tersebut akan diadakan monitoring untuk bantuan anak asuh di Kabupaten Sleman baik oleh Tim Monitoring L-OTA DIY maupun dari Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sementara itu pembina L-OTA DIY Wahyuntono Kusumo Broto menyampaikan bahwa bantuan beasiswa tersebut bukan untuk membeli pulsa, namun untuk biaya sekolah. Lebih lanjut disampaikan bahwa penerima bantuan beasiswa warga kurang mampu di Kabupaten Sleman kedepan semakin berkurang. Artinya anak di Sleman sudah mampu membiayai sekolah.




Bupati Pantau PPDB SMP

DSC_6538 ernas (1)Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI memantau seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  SMP dihari terakhir, Rabu (8/7). Pantauan dilakukan di SMPN 2 Sleman, SMPN 1 Sleman, SMPN 2 Turi dan SMP N 4 Pakem. Dalam pemantauan ini  Bupati didampingi Assek II Dra Suyamsih MPd, dan Kepala DInas Pendidikan dan Olah Raga Sleman Arif Haryono SH.  Dalam pantauan di SMPN 2 Sleman baik orangtua dan siswa pendaftar banyak yang datang untuk memantau nilai di layar monitor yang disediakan di Aula setempat.

Sementara di SMPN 1 Sleman dan SMPN 4 Pakem baik orangtua maupun siswa tidak ada yang memantau di Sekolahan karena mereka bisa memantau dari rumah masing-masing. Di SMPN 2 Sleman daya tampung 192 siswa sementara pendaftar yang berminat ada 225 dan yang mengambil formulir 435 siswa. Nilai tertinggi 28,80 terendah siswa. Untuk SMPN I Sleman daya tampung 224 siswa sementara pendaftar yang berminat ada 240 dan yang mengambil formulir 425 siswa, nilai tertinggi 29,60 terendah 24 siswa.

Pantauan di SMPN 2 Turi sampai dengan pukul WIB masih kekurangan 6 murid dari daya tampung  128 siswa baru ada pendaftar 122 siswa. Sedangkan untuk nem tertinggi 28,45 dan terendah 20,9. Beda kondisi di SMPN 4 Pakem  yang memiliki kouta 160 siswa terpenuhi dengan nilai tertinggi 30,1 terendah 27.7, sebagian besar sebanyak 34 siswa dari SD percobaan 3, SD Model 17 siswa dan sisanya dari SD sekitar maupun dari SD Sapen.

Bupati Sleman dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa tingkat kesiapan orangtua dan siswa sudah baik karena mereka memilih sekolah berdasarkan NEM dan memantau peluang-peluang yang pasti bisa diterima sehingga tidak ada kepanikan dalam memilih sekolah. Sementara untuk sekolah yang kekurangan murid tidak masalah karena prinsip semua murid dapat tertampung di sekolah. Justru yang bermasalah bila kelebihan murid harus menyediakan tambahan fasilitas untuk dapat memenuhi kebutuhan belajar mengajar.