Fasilitasi Sosialisasi Agar Pemilu Berjalan Lancar

Turi – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelat Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019, Rabu (11/4) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi.

Kegiatan ini dihadiri oleh KPU Kabupaten, Panwas Kabupaten, Camat Turi, Sekcam Turi, Trantib, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, Panwascam, dan Panwasdes.

Indra Darmawan, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman menyatakan bahwa Kesbangpol memfasilitasi sosialisasi ini agar dalam pelaksanaan pemilu nantinya dapat berjalan dengan lancar dan dapat mengantipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Endah dari KPU, Ibnu Darpito Ketua Panwas Kabupaten Sleman, dan Abdul Haris Sunaryo, Camat Turi.

Camat Turi, Abdul Haris Sunaryo menyampaikan terkait Kewilayahan Turi antara lain jumlah desa, kondisi lingkungan, serta keragaman penduduknya. Sedangkan Endah dari KPU menyampaikan beberapa hal mengenai sistem dan tahapan pemilu hingga bentuk partisipasi warga dalam penyelenggaraan Pemilu. Selanjutnya, Ibnu Darpito Ketua Panwas Kabupaten Sleman dari Panwaskab menjelaskan mulai dari sejarah Pemilu di Indonesia sampai ketugasannya dalam penyelenggaraan Pemilu. (Suharno)




Kembangkan KIM dengan Inovasi Program Kerja

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) menggelar Sosialisasi Program Kerja Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2018, Rabu (7/3) di Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Kominfo Sleman.

Sosialisasi yang diikuti oleh anggota KIM dan Pembina KIM Kecamatan ini, bertujuan untuk menginformasikan berbagai program kerja KIM di tahun 2018. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menyampaikan bahwa ada beberapa program baru di tahun 2018 untuk KIM yang belum dilakukan di tahun kemarin. “Ada Perbup 51 tahun 2017 yang tahun ini mau kita lihat sejauh mana implementasinya di tingkat desa tentunya,” tutur Ida.

Ida melanjutkan, di tahun 2018, pendataan KIM juga menjadi hal prioritas. Data-data KIM yang sudah ada pun akan kembali dilengkapi secara lebih detail. “Sejauh ini baru kita tahu jumlahnya berapa dan rekapitulasinya berapa, jadi nanti kita akan data profil dari masing-masing KIM, dari pengurusnya, lokasinya, basis kegiatannya, potensinya apa, dan juga prestasinya apa,” ungkap Ida.

Tak hanya itu, bidang IKP juga akan memperluas sebaran informasi mengenai KIM dengan leaflet, buku saku, dan profil KIM. “Seluruh informasi terkait KIM yang sudah didata tadi akan kita tuangkan di sini jadi kalau sewaktu-waktu ada yang ingin tahu soal KIM seperti saat ada kunjungan atau studi banding bisa memeroleh informasi dari sini,” lanjut Ida.

Pembuatan Buletin KIM ditambahkan Ida juga menjadi program kerja untuk KIM di tahun ini. “Kemarin kan kita juga belum ada buletin, ini nantinya berisi materi berita terpilih yang sebelumnya sudah disalurkan di website media center Sleman,” bebernya. Buletin ini nantinya akan dicetak sebanyak 2 ribu eksemplar dan dibagikan kepada KIM kecamatan dan desa.

Pun, Ida menambahkan bahwa untuk menarik minat masyarakat membentuk KIM, Dinas Kominfo Sleman tahun ini akan menyelenggarakan lomba kreativitas KIM. Lomba kreativitas KIM ini rencananya akan diadakan pada bulan Agustus nanti.

Berbagai program kerja KIM ini, menurut Ida membutuhkan dukungan dari pemerintah setempat, yang dalam hal ini adalah kecamatan. Ida mengakui dari sosialisasi yang baru saja berlangsung ini, ada beberapa kecamatan yang ternyata belum mengerti dan paham mengenai KIM. Padahal apabila pemerintah kecamatan sudah bersinergi dengan KIM maka pemerintah kecamatan dapat mensupport KIM di masing-masing daerahnya lewat kegiatannya.

Ditambahkan Ida, sosialisasi ini selain memberitahukan program kerja juga merupakan ajang bertukar pikiran anggota KIM dengan pemerintah kecamatannya, terutama terkait kesulitan yang dihadapi KIM selama ini. “Mereka harus bersinergi agar dapat menyatukan pandangan sehingga bisa saling dukung dan klik artinya kecamatan itu benar-benar bisa support sehingga perkembangan KIM bisa selalu ada,” ucap Ida.




Turi Upayakan Solusi Hama Lalat Buah

Turi – Dalam rangka Hari Ibu KWT PARI (Kelompok Wanita Tani Pakem Turi) mengadakan pertemuan pada Jumat (22/12) di UPT BP4 Wilayah V Pakem Sleman.

Pertemuan dihadiri oleh seluruh KWT Kecamatan Turi dan Pakem yang masing-masing kelompok diwakili oleh dua pengurus dengan total berjumlah 40 orang. Ini menunjukkan semangat ibu-ibu tani di wilayah Kecamatan Turi dan Pakem patut diacungi jempol karena dengan gigih dan tanpa pamrih berjuang untuk membantu memajukan dan mensejahterakan anggotanya di kelompoknya masing-masing.

Dalam pertemuan ini, hadir pula Kepala UPT BP4 Wilayah V Pakem Sleman, Sigit dan perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman Bidang Holtibun (Holtikultura dan Perkebunan) Endah Lestari dan Gunawan. Dalam sambutannya, Sigit berharap supaya pertemuan ini dapat bermanfaat dan nantinya ilmu yang sudah didapatkan bisa ditularkan ke anggota kelompok masing-masing sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga maupun kelompok.

Selain pertemuan, juga diadakan pelatihan memasak oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Dengan narasumber Endah Lestari, pelatihan pertama adalah pelatihan cara membuat kue leja, bintul, lapis pelangi, dan kacamata.

Tak hanya itu, ada pula pelatihan tentang cara mengendalikan lalat buah dan pengobatan hama ini, dengan narasumber Gunawan.

Sekarang ini, di Kabupaten Sleman sedang digalakkan gerakan pengendalian lalat buah sebab akhir-akhir ini lalat buah menjadi hama yang banyak menyerang buah-buahan terutama salak pondoh. Banyak petani salak pondoh mengeluh buah salaknya cepat busuk dan kualitasnya berkurang. Hal ini membuat ekspor salak pondoh tidak memenui standar kesehatan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan nantinya bisa disosialisasikan ke kelompok wanita tani masing-masing sehingga permasalahan hama lalat buah bisa cepat teratasi dan petani salak pondoh di Kecamatan Turi dan Pakem tidak terus merugi. (Harman)




Partisipasi Masyarakat dalam Pengawsan Pemilu

Gamping – Minggu (17/12) pukul WIB, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Gamping menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Banyumili Resto Kwarasan, Nogotirto, Gamping, dengan melibatkan organisasi masyarakat (ormas) di wilayah setempat.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak keterlibatan seluruh ormas untuk pengawasan proses pemilihan umum (pemilu) yang kelak dilaksanakan pada 17 april 2019.

Tercatat ada 30 orang peserta yang berasal dari ormas Muhammadiyah, ormas Nadhatul Ulama dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) 5 desa di wilayah Kecamatan Gamping.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Camat Gamping, Abu Bakar, Komisioner Panwaslu Kabupaten Sleman, Abdul Karim Mustofa, Komisioner Panwaslu Kecamatan Gamping Iman Sumarlan, dengan moderator M. Lukman Jatmiko.

Peran serta dari kalangan ormas sangatlah diharapkan dalam rangka pengawasan proses pemilu. Tak hanya kewajiban KPU dan Panwaslu sebagai penyelenggara pemilu, masyarakat juga berkewajiban mensukseskan pemilu. Dengan harapan proses demokrasi yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi, agar pemilu semakin berkualitas. Sosialisasi ini juga sebagai tindakan pencegahan terjadinya pelanggaran-pelanggaran pemilu di wilayah Kecamatan Gamping sehingga dapat terlaksana secara aman, tertib, lancar, dan damai.

Tujuan sosialisasi ini untuk mengakomodasi peran serta masyarakat luas dalam mengawasi pelanggaran pemilu. Diharapkan pelanggaran semakin berkurang karena adanya kesadaran masyarakat dan peserta pemilu untuk tidak melakukan pelanggaran, sebagai suatu esensi dari paradigma pencegahan pelanggaran pemilu.

Terbitnya Undang-Undang No.7 tahun 2017 memberi warna baru dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia yaitu dengan pelibatan masyarakat secara partisipatif dalam pengawasan pemilu sesuai dengan jargon Bawaslu Republik Indonesia yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu. Acara diakhiri dengan penandatangan para peserta sosialisasi untuk berkomitmen mewujudkan pemilu yang berintegritas. (Adnan Nurtjahjo)




Turi Ikuti Sosialisasi Program Inovasi Desa

Turi – Rabu (18/10) diadakan Sosialisasi Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Sleman, bertempat di Aula Ruang Rapat Kecamatan Turi.

Sosialisasi yang diikuti oleh 4 desa di Kecamatan Turi yaitu Donokerto, Wonokerto Girikerto, dan Bangunkerto ini dibuka oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekobang) Kecamatan Turi.

PID merupakan inovasi atau hal baru dalam praktik pembaruan dan pertukaran pengetahuan dalam penggunaan dana desa supaya tepat sasaran sehingga ke depannya desa dalam penggunaan dana desa bisa optimal dan efektif sehingga bisa menyejahterakan masyarakat.

Harapannya setelah sosialisasi ini nantinya akan segera dibentuk pengurus PID tingkat Kecamatan Turi. (Harman)