KIM Turi Jalin Persahabatan dengan Komunitas 1 Malaysia

Turi – KIM UMKM Kertomandiri Kecamatan Turi menerima kunjungan dari Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia, Minggu (24/12).

Rombongan Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia yang berjumlah 23 orang ini dipimpin oleh Haji Abdul Razak yang menjabat sebagai ketua. Rombongan ini diterima oleh KIM Kertomandiri di Pelem Girikerto, kediaman salah satu anggota KIM Kertomandiri.

Dalam kesempatan ini, hadir Camat Turi, Kadus Pelem, Kominfo Pusat.

Camat Turim, Siti Anggraeni Susilo Prapti, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dari Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia.

“Semoga kunjungan ini lebih mempererat perhubungan dan meningkatkan dalam mengoptimalkan peranan dan kualitas KIM,” tutur Siti.

Siti juga memberikan informasi bahwa KIM di Kabupaten Sleman sudah memiliki Peraturan Bupati (Perbup). Perbup KIM di Kabupaten Sleman ini merupakan satu-satunya dasar hokum bagi KIM di Yogyakarta.

Acara dilanjutkan penjelasan tentang KIM UMKM Kertomandiri oleh Suharno, Sekretarim KIM Kertomandiri, yang menjelaskan terkait sejarahnya berdirinya KIM Kertomandiri, susunan pengurus, SK dari Camat Turi, tugas KIM, jumlah anggota, mengapa KIM dapat berkembang, dan usaha yang dilakukan dari oleh anggotanya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Rombongan Komunitas 1 Malaysia Mukim Ulu Kita Tanjung Rambutan Perak Malaysia, Haji Abdul Razak yang mengucapkan terimakasih atas penerimaannya.

“Semoga kunjungan kami selain mempererat persaudaraan juga akan mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan KIM sehingga di sini dapat berkembang,” kata Razak.

Selanjutnya, rombongan Malaysia diberi kesempatan berkunjung ke lokasi usaha anggota KIM Kertomandiri. Acara berakhir pada pukul WIB. (Suharno)




Klaten Tukar Wawasan Terkait Program Kerja dengan Sleman

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klaten bertandang ke Diskominfo Sleman guna memperluas wawasannya mengenai program kerja yang telah dan tengah dijalankan oleh Diskominfo Sleman pada Kamis (10/8).

Totok Gantoro, SE, MM, Kepala Bidang Komunikasi dan Persandian Diskominfo Kabupaten Klaten, menggaris bawahi maksud kedatangannya beserta rombongan adalah untuk menggali lebih dalam mengenai program-program pelayanan masyarakat milik Diskominfo Sleman.

“Kemajuan Kominfo yang ada di Sleman ingin kami padukan sesuai dengan apa yang ada di Klaten,” tutur Totok.

Totok menambahkan, dalam sesi kunjungan kali ini Diskominfo Klaten memperbincangkan banyak hal bersama dengan jajaran OPD di Kominfo Sleman. “Yang diperbincangkan adalah masalah smart city terus kemudian masalah program-program kegiatan yang ada di Sleman,” lanjut Totok.

Selain itu, Totok juga berencana untuk melengkapi program-program yang ada di Diskominfo Kabupaten Klaten dengan program-program yang telah dijalankan oleh Diskominfo Sleman.

Hal ini termasuk soal pengaturan jaringan internet dan data center yang menurut Totok di Klaten belum tersentralkan ke Diskominfo. “Saya ingin semua OPD itu yang mengaturbandwidth dari Kominfo,” jelas Totok.

Kegiatan kunjungan ini diterima baik oleh Kepala Diskominfo Sleman, drg. Intriati Yudatiningsih, . Intri menyampaikan kegembiraannya, meski Diskominfo Sleman baru terbentuk pada Januari 2017 ternyata sudah ada banyak daerah yang berkunjung ke Sleman untuk bertukar wawasan.

Harapan Intri ke depan, Kominfo dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia dapat saling menyamakan persepsi terkait kegiatan-kegiatan yang dijalankan. “Paling tidak sistemnya sama karena tentu saja Kominfo itu kan memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang informasi sehingga informasi yang diberikan harapannya menjadi harapan dari masyarakat sehigga masyarakat juga puas,” terang Intri.

Selain itu, Intri juga berharap kepada para tamu yang datang ke Sleman untuk dapat bersama-sama membangun suatu sistem yang bisa bermanfaat. “Dan apabila ada yang dianggap baik di Sleman, silakan kalau mau direplikasi karena semua itu untuk pelayanan masyarakat,” imbuh Intri.

 




Pemkab Subang Studi Banding Pelaksanaan BPJS Di Kabupaten Sleman

Sleman – Pemerintah Kabupaten Subang melakukan studi banding terkait pelaksanaan BPJS di Kabupaten Sleman, belum lama ini, dan mereka ingin mengetahui sejauhmana pelaksanaan program BPJS di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebab di Kabupaten Subang masyarakat  masih bingung dengan pelaksanaan di lapangan dalam perawatan di rumah sakit, terkait dengan perubahan pindah ke BPJS mulai Januari yang di canangkan presiden RI.

Menanggapi hal ini, Ir. H. Rohman Agus Sukamto yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman  mengatakan bahwa di Kabupaten Sleman masih memberlakukan Jamkesmas, Jamkesda, maupun Askes.

Untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan di RSU ada pelayanan dari BPJS namun yang paling repot pengguna jamkesmas harus antri untuk  klarifikasi  dan pendataan kembali di BPJS bahkan sehari bisa ada 600 pemohon. Sedangkan pelaksanaan pelayanan kesehatan Puskesmas menginduk ke RSUD.

Untuk pengelolaan pajak PBB baru tahun ini  dilaksanakan dan masih ada tunggakan sekitar Rp108 miliar hal ini terdi karena proses transisi  pengelolaan,  disamping pemilik tanah yang banyak dari luar Jogja untuk validasi data dilakukan Pemda dan pajak pratama.

Sedangkan BPHTB telah dilaksanakan tahun lalu.  Hal inilah yang banyak mendongkrak PAD Kabupaten Sleman dan  target tahun 2014 ini sebesar Rp64 miliar.

Sementara untuk honorer K2 di Sleman berjumlah orang yang dominan  terdiri GTT dan PTT yang lolos ujian 486 orang  dan  masih tersisa sekitar 700 orang yang belum lolos. Kemudian para honorer yang belum lolos meminta dewan mengantar ke Kemenpan untuk menyampaikan aspirasinya.