Sultan: Danais Jangan Diasumsikan Untuk Kesenian dan Kebudayaan

Sambutan Gubernur DIYSleman – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Satuan Kerja Perangkad Daerah (SKPD) di Kabupaten Sleman jangan memiliki asumsi kalau dana keistimewaan (danais) yang diterima masing-masing Kabupaten/kota di DIY hanya untuk kepentingan kesenian, kebudayaan saja. Namun danais bisa digunakan untuk lingkungan, pertahanan, kelembagaan, pengembangan pariwisata maupun untuk pembangunan infrastruktur.

Dikatakan Sultan sampai saat ini penyerapan anggaran danais masih sangat kecil, sementara anggaran danais itu sendiri bisa digunakan untuk pengembangan seni dan budaya bukan hanya dalam arti sempit, namun bisa digunakan untuk pengembangan budaya dalam arti yang luas. Misalnya untuk pengembangan insfrastruktur yang mendukung pengembagan budaya dan pariwisata.

Sultan juga memberikan contoh dalam menggunakan danais. Seperti kalau mau mengembangkan Lereng Merapi Cangkringan memiliki program untuk area parkir maka untuk pembebasan tanahnya bisa menggunakan danais.

“Selain itu kalau mau mengembangkan tempat wisata lain tidak apa-apa menggunakan danais,” kata Sultan disela-sela syawalan di Sleman, Senin (1/8).

Menurut Sultan, danais juga bisa digunakan untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan dalam pengembangan wisata seperti membuat jalan, atau membangun fasilitas umum lainnya dilokasi pengembangan wisata.

“Sekali lagi saya ingatkan dalam menggunakan danais jangan berasumsi hanya pengertiannya untuk  budaya saja, atau  hanya untuk orang joget,  tidak seperti itu. Jangan terfokus pada dua program saja yaotu untuk tradisi dan kesenian,” tutur Sultan.

Jadi intinya untuk pengembangan, seperti di Gunungkidul lanjut Sultan sekarang banyak pembebasan tanah untuk parkir, memperluas jalan entah status jalannya milik tingkat satu atau dua.

“Intinya boleh menggunakan danais yang penting koordinasikan penggunaannya dengan  tingkat satu,” kata Sultan.

Di Bantul lanjut Sultan,  dalam mengembangkan goa Selarong bisa  menggunakan danais untuk pelebaran jalan tidak masalah.

“Mungkin dengan penjelasan ini dari SKPD lebih bisa mengembangkan diri, kalau tidak maka dananya  tidak habis. Saya harapkan 2017 permintaan danais meningkat,” kata Sultan.

Sementara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa hingga Juli lalu realisasi danais Kabupaten Sleman telah mencapai Rp 2,1 miliar dari total dana sebesar Rp 3,7 miliar atau sekitar 56 % dari total anggaran. Dana tersebut telah dialokasikan untuk berbagai program kegiatan seperti pengembangan nilai budaya, pelestarian cagar budaya dan aktualisasi kesenian tradisional dan budaya kontemporer.




Sultan Berharap Lava Bantal Jadi Daya Tarik Wisata yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Sleman – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berharap keberadaan lava bantal di wilayah Kecamatan Berbah Sleman dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu Sri Sultan mengarahkan masyarakat untuk mengembangkan lava bantal sebagai daya tarik wisata. Hal ini disampaikan Sultan saat meninjau lokasi lava bantal di Berbah, Sabtu (30/5). Lava bantal yang berada di perbatasan dua desa yaitu Desa Kalitirto dan Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Sleman ini diharapkan bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya terutama dua desa yang mengapit situs tersebut.

Untuk itu Sultan  menyarankan agar keberadaan lava bantal dapat disatukan dengan daya tarik wisata yang ada di sekitarnya sehingga menjadi suatu kawasan wisata. Dalam kesempatan tersebut Sultan juga melakukan dialog dengan masyarakat dan memberikan gambaran kepada masyarakat dalam pengembangan wisata salah satunya bisa dikembangkan sebagai desa wisata.

Namun demikian Sultan juga mengatakan pengembangan lava bantal menjadi daya tarik wisata ini bergantung pada inisiatif dari masyarakat termasuk dalam pengelolaan nantinya. Sementara itu pemerintah memiliki fungsi sebagai fasilitator dari inisiatif masyarakat tersebut.

Sultan juga berpesan agar masyarakat dapat menjaga situs geoheritage tersebut. “Mohon masyarakat dapat menjaga jangan sampai situs menjadi rusak seperti dicongkel, dikotori dan dicorat-coret,” tutur Sultan di hadapan warga. Pesan Sultan,  agar masyarakat juga melestarikan jembatan yang berada di atas situs lava bantal yang konon katanya dibangun oleh Sri Sultan HB IX.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang mendampingi Gubernur, bahwa masyarakat diharapkan bisa menjaga lava bantal karena situs ini merupakan peninggalan jaman dahulu dan termasuk langka. Sri Purnomo juga berharap masyarakat dapat mengambil manfaat dari keberadaan lava bantal dengan mengembangkan sebagai daya tarik wisata namun dengan tetap menjaga kelestariannya.

Sementara Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogja, Drs Subandrio mengatakan lava bantal ini sangat menarik karena proses terjadinya tidak dijumpai di setiap tempat. Lava bantal diperkirakan muncul pada masa tersier yaitu lebih dari 2 juta tahun yang lalu. Lava Bantal menurut Subandrio terbentuk dari adanya terobosan magma di lingkungan air.

Karena berada di lingkungan air terobosan magma ini tidak membentuk gunung api tetapi menjadi batu yang memiliki tekstur yang khas. Subandrio mengatakan lava bantal sebaiknya dikembangkan menjadi tujuan wisata yang bersifat edukatif supaya masyarakat tahu nilai ilmu pengetahuan dan paham proses.




Sultan Resmikan Masjid dan Gedung Serbaguna di Huntap Sleman

Sultan

Sleman, InfoPublik – Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X mengucapkan selamat bagi warga di tiga huntap, yakni Huntap Batur, Wukirsari, dan Pagerjurang, Kabupaten Sleman, yang kini memiliki fasilitas umum baru berupa masjid dan gedung serbaguna. Kepedulian dari Dompet Pembaca KR Peduli Merapi memberikan kontribusi dalam membangun masjid Jabal Rahman di Huntap Batur, Masjid Al Hidayah di Huntap Dongkelsari, dan gedung serbaguna di Huntap Pagerjurang. Peresmian dilakukan di Gedung Serbaguna Huntap Pagerjurang, Rabu, (12/6).

Turut hadir dalam acara ini adalah Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, Komisaris Utama Dompet KR Peduli, dan perwakilan dari LSM Rekompak. Komisaris Utama Dompet KR Peduli dalam laporannya menyampaikan bahwa fasilitas umum yang telah dibangun ini merupakan hasil dari kepedulian pembaca KR yang terkumpul sejak  Oktober 2010–25 Mei 2011 dengan hasil total Rp3, 1 miliar. Dari dana tersebut, sejumlah Rp2,2 miliar dipergunakan untuk membangun 3 fasum tersebut,  sedangkan dana yang lain dipergunakan untuk sumbangan berupa logistik untuk pengungsi.

Masjid Jabal Rahman dibangun dua lantai di Dusun Batur seluas 361 mdengan konstruksi baja ringan dengan total biaya Rp1,8 miliar, sedangkan Masjid Al Hidayah dibangun dua lantai seluas 241 mdengan biaya . Gedung Serbaguna di Huntap Pagerjurang dibangun seluas 244 mdengan . Pada kesempatan ini Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu menyampaikan terima kasih atas kepedulian para pembaca KR. Dalam sambutannya Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa saat ini pembangunan huntap telah berhasil  membangun huntap dari total target huntap.

Huntap yang telah selesai dibangun sebanyak unit dan yang masih dalam proses pembangunan 477 unit. Dari jumlah huntap yang telah selesai dibangun tersebut 1233 unit sudah ditempati. Di dalam masa rehabilitas dan rekonstruksi fasilitas umum yang telah dibangun adalah 15 unit balai warga, 7 unit rumah ibadah, dan 6 unit kandang ternak komunal. Selain itu, saat ini untuk mewujudkan lingkungan huntap yang nyaman dibangun drainase, pembangunan talut, dan juga jalan lingkungan agar akses jalan di sekitar huntap menjadi lebih nyaman.

Gubernur DIY berharap, pembangunan fasilitas umum ini dapat dipergunakan untuk kegiatan kemasyarakatan dengan maksimal. Selain itu,  beliau berpesan agar warga yang masih memiliki tanah di lokasi erupsi dapat bersama-sama menentukan batas lahan yang tertutup lahar guna memudahkan BPN menyusun sertifikat tanah. Gubernur juga berpesan agar masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan, termasuk saluran air di lokasi huntap. Karena bersih atau tidaknya saluran air di daerah utara mempengaruhi kualitas air di Jogja selatan. “Oleh karena itu sangat penting agar warga masyarakat menjaga kebersihan air dengan tidak membuang limbah rumah tangga di saluran air,” katanya.