Masyarakat Diminta Jaga Sumber Air

1-6Sleman – Direktur PDAM Sleman, Drs Dwi Nurwata menghimbau kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dan sumber air bersih.

“Di sekitar Tirtoadi ini ada beberapa embung baru yang sangat bermanfaat untuk pertanian, perikanan, dan menjaga kandungan air tanah. Mohon kerjasamanya supaya dirawat dengan baik. Air adalah kebutuhan hidup yang tak tergantikan maka dari itu jagalah lingkungan agar air bisa selalu tersedia,” kata Dwi Nurwata disela-sela kegiatan senam massal Minggu (30/10) di lapangan Tirtoadi, Mlati.

Senam massal diadakan untuk memperingati hari bakti ke-24 PDAM Sleman. Diikuti ratusan warga, senam massal ini diadakan gratis dan berhadiah sepeda gunung, kompor gas, dispenser, dan lainnya.

Senam sekaligus kampanye air ini juga dihadiri Camat Mlati dan Kades Tirtoadi. Sesudah senam Dinas Kesehatan Sleman memberikan penyuluhan mengenai pentingnya air bersih.

Selain itu pada saat sama PDAM Sleman juga membuka stand pendaftaran sambungan rumah (SR) PDAM. Di usianya yang menginjak 24 tahun, PDAM Sleman menekankan kinerjanya pada 2 program prioritas yakni peningkatan pelayanan dan menekan tingkat kehilangan air.




Sleman Lakukan Konservasi Dan Revitalisasi Sumber Air

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI direncanakan akan mencanangkan Hari Air Dunia bersamaan dengan puncak peringatan Hari Air Dunia tingkat DIY yang akan dilaksanakan di embung Kaliaji Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, pada tanggal 22 Maret 2014 mendatang.

“Untuk mengawali peringatan hari air dunia ini sudah dilakukan beberapa kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti bersih-bersih sungai dan irigasi,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, Sapto Winarno  di Pres Room Pemkab Sleman, Rabu (19/3).

Dikatakan Sapto, peringatan hari air dunia ini juga diharapkan partisipasi masyarakat Sleman dalam melakukan konservasi air. Apalagi keberadaan Kabupaten Sleman yang berada di lereng Merapi dan menjadi daerah hulu di DIY ini sangat diharapkan konservasi airnya agar kebutuhan air di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul masih bisa dicukupi dari Kabupaten Sleman.

Menurut Sapto,  saat ini kondisi dan kualitas air di Sleman masih tergolong bagus dibanding daerah lain di DIY. Sebab, air di Sleman diambil dari sumber mata air langsung. Hanya saja, lanjutnya, yang perlu diantisipasi adalah kondisi air di tahun-tahun mendatang.

“Kalau saat ini tidak dilakukan konservasi, maka di masa mendatang tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi kualitas air, apalagi di atas kena erupsi Merapi dan hutan-hutan kering maka hal ini perlu diantisipasi,” tambah Sapto.

Sapto juga menghimbau agar hotel-hotel di Sleman menggunakan air dari PDAM sebagai salah satu upaya mendukung konservasi air di Sleman.