Produksi Daging Sapi Di Sleman Mengalami Surplus

IMG_9924Sleman – Perkembangan peternakan sapi potong di Kabupaten Sleman sudah semakin menggembirakan.

“Saat ini hasil produksi daging sapi dari peternak di Sleman sudah surplus atau melebihi kebutuhan konsumsi daging sapi Sleman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan daging sapi Sleman hanya mencapai 302 ton,” kata Wakil Bupati Sleman, Drs H Sri Muslimatun MKes ketika menghadiri Tasyakuran Panen Pedet dan Sarasehan Ternak Sapi Potong, Kelompok Ternak Sapi ‘Mergo Andhini Makmur’ di Dusun Bolu, Margokaton Kecamatan Seyegan, Selasa (25/10).

Menurut Sri Muslimatun saat ini terdapat 521 kelompok ternak sapi potong di Kabupaten Sleman, dengan jumlah peternak lebih dari orang. Sedangkan jumlah sapi potong yang diternakkan di Kabupaten Sleman lebih dari ekor.

“Peternakan sapi potong di Sleman pada tahun 2015 berhasil memproduksi daging sapi lebih dari ton. Sementara  pada tahun 2016 sampai bulan September  produksi daging sapi Sleman sudah mencapai lebih dari ton sehingga saya yakin produksi tahun 2016 akan meningkat dibandingkan dengan tahun 2015,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun berharap kondisi suplus daging sapi tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga Sleman dapat menjadi lumbung daging sapi bagi daerah lain. Banyak program-program pemerintah yang dilaksanakan untuk mendukung peternakan sapi potong di Sleman.

Program-program itu diantaranya melalui kegiatan pengembangan budidaya sapi potong, penguatan pakan induk sapi potong, penguatan pakan sapi penggemukan, inseminasi buatan, penguatan betina produktif dan lain-lain.

“Saya berharap program dan kegiatan pemerintah untuk mendukung peternakan sapi potong benar-benar bermanfaat dan  dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peternak,” tutur Sri Muslimatun.

Pada acara panen pedet tersebut kelompok ternak Mergo Andhini Makmur juga mengalami peningkatan produksi ternak. Paniman Siswosudarsono, selaku ketua kelompok menyampaikan bahwa saat ini kelompoknya memiliki 59 ekor sapi terdiri dari 40 ekor induk, 11 pedet jantan dan 8 ekor pedet betina ditambah 13 pedet yang lahir di 2016. Jumlah produksi ternak tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan 9 ekor pedet.

“Tasyukuran ini sebagai wujud rasa syukur warga atas peningkatan hasil ternak. Saat ini masih ada 10 ekor sapi induk yang sedang bunting, saya berharap kedepan produksi ternak kami akan terus meningkat,” ungkap Paniman.***




Sleman Surplus Stok Bahan Pangan

Sleman – Ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Sleman tercatat mengalami surplus. Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI usai Launching Pemasaran Beras Dari Gapoktan ke toko tani Indonesia bersama Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X  di Gancahan, Sidomulyo, Godean, kemarin.

Menurut Sri Purnomo Hingga bulan Mei 2016 surplus beras di Kabupaten Sleman mencapai ton.

“Untuk komoditi bahan pokok lainnya seperti kacang tanah surplus sebesar ton, cabe merah surplus mencapai ton. Kondisi surplus ini juga dijumpai pada  komoditi daging sapi yang mencapai surplus 417 ton, daging ayam sebesar ton, dan telur ayam surplus sebesar ton,” kata Sri Purnomo.

Sedangkan untuk sasaran luas panen padi pada tahun 2016 tercatat pada bulan Oktober – Maret 2015/2016 sebesar Ha dan pada bulan April – September 2016 sebesar Ha, sehingga sasaran luas tanam total pada bulan Oktober hingga September sebesar Ha. Hingga bulan Mei 2016 cadangan pangan pemerintah daerah mencapai 27,850 ton beras sedangkan cadangan pangan masyarakat mencapai 112 ton GKG (Gabah Kering Giling).

Sri Purnomo menambahkan bahwa penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) telah didistribusikan kepada sejumlah Gapoktan di Kabupaten Sleman. LDPM Pra Penumbuhan melalui bantuan Sosial APBD DIY telah disalurkan pada tiga Gapoktan yakni Gapoktan Peduli Tani-Prambanan, Gapoktan Ngudi Lestari-Pakem masing-masing sebesar Rp 20 juta pada tahun 2012 dan Gapoktan Sumber Makmur-Prambanan sebesar 20 juta pada tahun 2015.

Sedangkan Bantuan APBN juga telah didistribusikan kepada 18 gapoktan mulai tahun 2009 hingga tahun 2015. Bantuan LDPM  diberikan secara bertahap, yakni tahap penumbuhan kepada 2 gapoktan pada tahun 2016 sebesar Rp 150 juta.

Tahap berikutnya yakni tahap pengembangan telah disalurkan bagi 2 gapoktan melalui Bansos 2015 sebesar Rp 150 juta, dan bantuan pemerintah sebesar Rp 50 juta. Tahap akhir yakni tahap kemandirian didistribusikan kepada 15 gapoktan mulai dari tahun 2009 hingga 2015.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY, Aroofa Noor Indriani  membenarkan bahwa secara umum kondisi ketersediaan pangan di DIY saat ini dalam kondisi yang memadai. Menurutnya berdasarkan angka prediksi tahun 2016 ketersedian beras dari produksi di DIY sebesar ton.

“Untuk peningkatan ketersediaan pangan dan cadangan pangan pemerintah daerah tersedia 222 ton cadangan pangan dalam bentuk beras, untuk Sleman sendiri disediakan 27 ton,” tutur Aroofa.***