Paskibraka Sleman Tahun 2015 Mulai Lakukan Latihan

PaskibrakaSleman – Anggota Paskibraka Kabupaten Sleman tahun 2015 mulai mengadakan lahitan dan pembukaan pelatihan Paskibraka tersebut telah dilakukan di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (3/8).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH menyampaikan bahwa para peserta terdiri dari Kelompok Pasukan 17 dan 8 adalah peserta unsur Pelajar SMA/SMK/MA yang telah terpilih melalui Pemilihan Calon Paskibraka 2015, yang sebelumnya 18 putra dan 18 putri.

Sementara Kelompok Pasukan 45 adalah peserta unsur TNI-AD dari KODIM 0732 Sleman, Yonif 403 Jogja, Brimob Polda DIY,  TNI-AU dari LANUD Adisucipto, TNI-AL dari Lanal Jogja  dan dari Polres Sleman.

“Tujuan penyelenggaraan adalah memupuk semangat kebangsaan, nasionalisme dan jiwa patriotisme serta rasa cinta tanah air dikalangan pemuda sebagai salah satu unsur generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa,” kata Arif.

Selain itu untuk meningkatkan kesadaran nasional dikalangan pemuda untuk dapat mensyukuri dan mengisi nikmat kemerdekaan serta mempertahankan NKRI, membina dan mengembangkan sikap tertib dan disiplin serta jiwa kepemimpinan, mempersiapkan pasukan pengibar duplikat Bendera Pusaka Merah Putih pada upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke 70 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Menurut Arif, secara keseluruhan kegiatan pelatihan sudah dimulai bulan Juni dan Juli di halaman Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kemudian mulai tanggal 3 Agustus hingga 18 Agustus pasukan Paskibraka unsur pelajar di karantina di Youth Centre. Pelatihan meliputi Materi Teori dan Praktik Baris berbaris dengan formasi Pelaksanaan Pengibaran maupun Penurunan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih.

Serta materi lain yakni Public speaking, pengembangan kepribadian, karakter dan motivasi, pembinaan budaya, kepemimpinan, penanggulangan bahaya narkoba, patriotisme dan nasionalisme, kebijakan umum pendidikan di Kabupaten Sleman, sistem pendekatan desa bahagia dan mengenal bendera pusaka Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya.

Pelatih dan nara sumber dari  Kodim 0732 Sleman, Lanud Asisucipto, Lanal Jogja, Polres Sleman, Korem 072 Pamungkas, PPI Sleman, BNNK Sleman, Dinas Budpar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman Sementara Sekda Sleman, dr Sunartono MKes menyampaikan dengan pelatihan Paskibraka ini diharapkan dapat mengambil nilai-nilai positif yang diperlukan guna mengembangkan kepribadian dan pembentukan karakter generasi muda.

“Bimbingan dan pembinaan dari para pelatih merupakan salah satu upaya meningkatkan kesiapan fisik dan mental. Hal ini merupakan tantangan agar fisik dan mental yang selama ini telah terbentuk dalam semakin dapat diaktualisasikan baik dalam melaksanakan tugas menjadi Paskibraka maupun berkegiatan sosial di masyarakat,” kata Sunartono.***




Tahun 2015 Desa Wisata Pulesari Targetkan 50 Ribu Wisatawan

Sleman – Salah satu upaya dalam menumbuhkan semangat kegiatan kepariwisataan perlu adanya target  dari sebuah proses kegiatan yang dikerjakan. Pada  tahun 2015 ini Desa Wisata Pulesari telah  menargetkan kunjungan wisatawan ke Pulesari sebanyak  orang. Pencapaian usaha tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan juga perlu dukungan dari Pemerintah dan penggiat pariwisata.

“Target ini memang  cukup memberikan tantangan bagi pengelola desa wisata Pulesari untuk mempromosikan keberbagai  pihak agar dapat berkunjung dan  berwisata ke tempat kami,” kata Didik Irwanto selaku pengelola Desa Wisata Pulesari Desa Wonokerto Kecamatan Turi Sleman, Senin (20/7).

Menurut Didik  bahwa dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan di Pulesari selalu naik apalagi pada tahun pertama tahun 2013 dan tahun kedua 2014 setelah laounching desa wisata pada tanggal 9 November 2012 naik cukup drastis.

Dikatakan Didik, kunjungan wisatawan pada tahun 2013 mulai Maret hingga Desember telah mencapai wistawan nusantara, kemudian ditahun berikutnya yaitu tahun 2014 mulai bulan Januari hingga  Desember mencapai wisatawan nusantara dan 14 wisatawan mancanegara. Oleh karena  itu desa wisata Pulesari di tahun 2015 menargetkan kunjungan yang cukup drastis sebanyak 50 ribu wisatawan.

Sementara kunjungan wisatawan ke Pulesari yaitu terhitung mulai Januari hingga  Juni tahun 2015 sudah mencapai wisatawan nusantara dan 13 wisatawan mancanegara.

“Dengan jumlah kunjungan selama 6 bulan tersebut kami optimis target kunjungan 50 ribu wisatawan di tahun 2015 akan tercapai,” tutur Didik.

Sedang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan  Pulesari merupakan desa wisata baru di Sleman. Namun hingga tahun 2015 ini kemajuannya cukup luar biasa.

“Desa wisata Pulesari memang mengalami kemajuan luar biasa sejak berdiri dengan permodalan pokok ada proyeksi alam yang memadai dan seni budaya,” kata Ayu.

Menurut Ayu ada 4 unsur  dalam pengembangan desa wisata Pulesari yaitu asli, menarik, unik dan mandiri. Asli dan menarik karena masyarakat diajak pahan dulu desa wisata. Setelah erupsi Merapi keadaan menjadi terpuruk. Kemudian disepakati dan dilakukan pemahaman tentang desa wisata dan ditumbuhkan.

“Dari awal bukan bisnis oriwntasinya, namun dalam perkembangannya pada tahun 2014 desa wisata Pulesari ini telah dikunjungi 32 ribu wisatawan,” kata Ayu.

Kunci sukses pengembangan desa wisata Pulesari karena dalam pengelolaannya semua warga terlibat, manajemennya unik dan baik karena saling percaya dan tidak ada kata tidak menerima tamu. Karena itu desa wisata Pulesari cepat berkembang.

“Sementara dari Pemkab Sleman hanya membantu fasilitasi pembinaan dan kemandirian masyarakat dalam mengelola desa wisata sangat luar biasa,” kata Ayu.




TMMD Sengkuyung Ke-94 Tahun 2015 di Minggir

DSC_0081Sleman – Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Ke-94 Tahap I Tahun Anggaran 2015 di Lapangan Desa Sendangagung Kecamatan Minggir Sleman, Kamis (7/5)  dihadiri Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bambang Yudi Kustiwa, Dandim 0732 Sleman.

Sementara sambutan Kepala Staf Angkatan Darat Selaku Penanggungjawab Operasional TMMD yang dibacakan Dandim 0732 Sleman, bahwa program TMMD  ke 94 Tahun 2015 ini dipusatkan di Desa Palangan Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB wilayah Tugas  tanggung jawab Kodim 1606 Lombok Barat, Korem 162 Wira Bhakti, Kodam IX Udayana, dilaksanakan secara serentak di 61 Wilayah Kabupaten/Kota di Indonesia.

Program TMMD yang telah berlangsung selama lebih dari 35 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan sehingga keberadaan TNI untuk membangun sarana prasarana dan  infrastruktur di wilayah desa sangat dibutuhkan masyarakat. Dalam konteks kepentingan Akselerasi TMMD  dapat dinilai suatu terobosan yang efektif, efisien dan produktif. Secara serentak dilaksanakan  61 Wilayah Kabupaten/Kota.

Dana dari TMMD yang dipergunakan dari APBD Kabupaten sebesar Rp  150  Juta dan APBD DIY Rp 75 Juta dan dana swadaya masyarakat Rp 50 juta. Tujun program TMMD mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sasaran fisik TMMD di Desa Sendangagung Minggir antara lain fisik pengerasan jalan panjang meter, lebar 6 meter , rehab masjid 1 buah, Pembuatan Pos kamling 4 tempat, gapura 2,  dan lantainisasi  rumah.

Sedangkan sasaran non fisik TMMD juga menanam  penghijauan, penyuluhan narkoba, penyuluhan kesehatan, pertanian. Kegiatan TMMD berlangsung selama 21 Hari dari tanggal 7 hingga 29 Mei 2015.