Gamping Waspada Dini Jelang Natal dan Tahun Baru

Gamping – Rabu (13/12) pukul WIB, Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Gamping mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran Muspika Gamping dan instansi terkait.

Rakor ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Gamping, Rasyid Ratnadi, Wadanramil, Kapten Suwardi, Panit Binmas Polsek Gamping, Ipda Totok, Kasi Tramtib, Gandung Suwarta, perwakilan dari KUA Gamping Rohmat, Ketua FKDM, Djoko Purwono, serta 15 orang anggota FKDM.

Rakor membahas keamanan dan mitigasi bencana alam di wilayah Kecamatan Gamping. Menjelang perayaan natal dan tahun baru, jajaran Polsek menghimbau kepada anggota FKDM untuk ikut serta memantau dan mengawasi serta meningkatkan kewaspadaan dini terutama di lokasi gereja, antara lain Maria Asumta, Efrata, dan Kapel. Apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan terkait terorisme diharapkan segera melapor ke Polsek. Selain itu, bulan Desember ini memasuki masa libur sekolah yang panjang. Berkenaan dengan hal tersebut yang perlu diwaspadai adalah tingkat kecelakaan lalu lintas pelajar.

Di akhir acara, Ketua FKDM menyampaikan kepada pengurus di tingkat kecamatan untuk segera membentuk kepengurusan FKDM di 5 desa yaitu Ambarketawang, Balecatur, Banyuraden, Nogotirto, dan Trihanggo. (Adnan Nurtjahjo)




Tahun Baru, Pelayanan Perizinan Pindah ke Gedung Baru

Gedung Baru BPMPPTSleman – Mulai hari Senin 4 Januari 2016 Pelayanan Publik yang dilakukan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) pindah ke gedung baru tiga lantai seluas  dengan luas tanah  di bekas SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) di Beran Lor, Tridadi, Sleman.

Kepindahan tersebut dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal, mengingat kantor yang lama sudah kurang representative dengan semakin tingginya kuantitas pelayanan perizinan kepada masyarakat.

“Dengan menempati gedung kantor BPMPPT yang baru, diharapkan akan lebih memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Kepala BPMPPT Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo SHCn saat dijumpai diruang kerjanya, Selasa (29/12).

Lebih lanjut disampaikan Purwatno bahwa BPMPPT yang terdiri satu Sekretariat dan  lima bidang yaitu Bidang Penanaman Modal, Bidang Pendaftaran, Informasi dan Pengaduan Perizinan, Bidang Perizinan Pertanahan, Bidang Perizinan Bangunan dan Bidang Perizinan Gangguan Usaha dan Jasa, dengan jumlah pegawai 65 orang akan menempati gedung baru berlantai tiga yang lebih representatif.

Menurut Purwatno, akses menuju Kantor BPMPPT dari jalan Magelang arah selatan sebelum lampu merah Beran Lor belok ke kiri akan tampak jelas gedung baru tersebut.

Sementara bagi masyarakat yang dari arah utara jalan Magelang bisa belok kanan di perempatan lampu merah Beran Lor – menuju Jalan Parasamya dan diutara Balaidesa Tridadi belok  kiri, sedang bagi masyarakat yang dari arah Kabupaten Sleman (jl. Parasamya) bisa ke utara dan di pertigaan utara Balai Desa Tridadi masuk ke kanan.

Diakui Purwatno  memang letak gedung yang baru tersebut agak kedalam, namun demikian untuk memudahkan akses masuk ke kantor tersebut akan diberi petunjuk jalan. Untuk lebih memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang ke Kantor BPMPPT, para tahun 2016 akan dilakukan penataan akses masuk baik untuk pengunjung yang melalui Jl. Magelang, maupun yang melalui Jl. Parasamya.

“Yang jelas  Pemeritah Kabupaten Sleman berupaya untuk memberikan pelayanan perizinan yang lebih baik karena semua pelayanan perizinan ada di satu tempat. Bagi kaum difabel meskipun belum semuanya fasilitas tersedia, tetapi disamping ada tangga juga ada jalan khusus bagi kaum difabel,” tambah Purwatno.

Untuk pelayanan tanggal 30-31 Desember 2015 tersebut BPMPPT hanya melayani setengah hari/hanya sampai jam WIB karena dalam proses perpindahan berbagai sarana/prasarana perkantoran, hingga masyarakat diharap maklum, namun mulai bulan Januari 2016 nanti pelayanan sudah normal seperti biasa.

Yang menarik di komplek gedung yang baru tersebut akan tersedia berbagai fasilitas, seperti ruang tunggu, tempat bermain anak-anak, ruang laktasi, Mushola dan lainnya.




Pemkab Lakukan Pemantauan Harga dan Stok Bahan Pokok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016

Pemantauan Harga Pokok dan StokSleman – Tim Pemantauan harga dan stok bahan pokok Pemkab Sleman bersama Tim Pemantauan DIY melakukan pantauan hraga sembilan bahan pokok dan stok menjelang natal dan tahun baru 2016 di Pasar Tradisional Prambanan, Pelemsari, Bokoharjo, Prambanan, Senin (21/12).

Menurut Kepala bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman, Ir Ambarwati MM, maksud diadakannya pantauan harga adalah salah suatu kegiatan rutin yang di selenggarakan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan puasa, Natal dan tahun Baru.

“Hal ini mengapa kita adakan atau kita selenggarakan monitoring harga pasar karena memang biasanya siklusnya di Sleman/ DIY di saat-saat seperti itu harga-harga pada mengalami kenaikan, dan dengan monitoring ini kita juga ingin tahu secara persis bagai mana harga-harga menjelang kedua hari besar tersebut ,” kata Ambarwati.

Dari hasil pantauan di pasar tersebut 9 bahan pokok antara minggu sebelumnya sampai pelaksanaan monitoring perubahannya hanya sedikit, ada yang mengalami kenaikan maupun penurunan.

Sembilan bahan pokok tersebut antara lain beras medium harga minggu lalu Rp  saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp , gula pasir dari  Rp naik menjadi Rp , bawang merah dari Rp naik menjadi Rp , bawang putih masih sama Rp , bawang putih cincau dari Rp naik menjadi Rp .

Sedangkan, cabe merah keriting dari Rp naik menjadi Rp , cabe rawit merah dari Rp turun menjadi Rp , cabe rawit hijau  dari Rp naik menjadi Rp , minyak goreng curah dari Rp turun menjadi Rp , tepung terigu segitiga dari Rp naik menjadi Rp . Sementaraa daging ayam masih sama yaitu Rp , telur ayam dari Rp naik menjadi Rp .

Dikatakan Ambarwati untuk stok sembilan bahan pokok aman dan terkendali. Yang jelas antara pedagang yang satu dengan yang lain ada perbedaan meskipun perbedaannya hanya sedikit.

Selain itu, tim dari gabungan Perindakop Kabupaten Sleman di tempat yang sama di pasar Prambanan masih juga menjumpai makanan yang menggunakan pengawet boraks dan pewarna  rodomin. Dari 13 makanan yang diambil sempelnya 3 diantaranya menggunakan pengawet borak dan zat pewarna rodamin. Ketiga jenis makanan tersebut cendol merah, krupuk merah/klanting dan teri.

Yang jelas barang yang mengandung zat pewarna mupun zat pengawt tersebut sudah ditarik , termasuk pedagangnya telah dilakukan pembinaan ditempat untuk tidak menjual barang semacam yang mengandung zat pengawet maupun para pedagang barang yang dijual tersebut kebanyakan berasal dari luar sleman. Dan kedepan akan terus dilakukan pemantauan, hal tersebut dilakukan semata mata untuk melindungi konsumen dan pedagang itu sendiri.