Gebyar PAUD, Tunjukkan Kemampuan Menari Siswa PAUD dan TK

Gamping – Rabu (2/5) pukul WIB, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) dan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) menyelenggarakan Gebyar PAUD Pentas Seni Anak dalam rangka Gamping Gegayengan.

Acara ini dihadiri oleh Camat Gamping Abu Bakar, bersama Sekcam Rasyid Ratnadi, didampingi Ketua IGTK Gamping Emy Nuryanti, serta ratusan orangtua masing-masing siswa.

Ketua HIMPAUDI Gamping, Sofiana Sari sebagai penanggung jawab kegiatan ini mengemukakan bahwa gebyar PAUD kali ini menampilkan siswa-siswi di bidang seni tari dan menyanyi.  Di antaranya, TK ABA Gejawan Balecatur menampilkan tari caping ayu, Kelompok Belajar Nayla Nogotirto menampilkan tari Kunanta, TK Tunas Harapan I Trihanggo dengan tari Gegolo, Pos PAUD Mekar Harapan Balecatur dengan tari Rentang Tangan, TK ABA Delingsari Ambarketawang menampilkan tari Indung, TK Al Islah Banyuraden dengan tari Rampak, Pos PAUD Lare Angon Panggungan menarikan tari Menthog, Tempat Penitipan Anak BAI Ambarketawang menyanyikan lagu Guruku Tersayang, Pos PAUD Kembang Trihanggo menarikan tari Mbok Jamu, TK ABA Karang Tengah Nogotirto menampilkan tari Goyang-Goyang serta KB Sehat Ceria Banyuraden menyuguhkan tari Blekdidot.

Sofiana menuturkan bahwa ajang ini bisa dimanfaatkan oleh siswa-siswi PAUD dan TK untuk mempertontonkan hasil latihan mereka kepada warga masyarakat Gamping. Selain itu untuk melatih mental dan keberanian anak-anak berinteraksi dengan penonton. (Adnan Nurtjahjo)




Gelar Potensi Budaya, Tolak Ukur Kematangan Desa Budaya

Sleman – Gelar Potensi Budaya kabupaten Sleman kembali digelar, Sabtu (30/9). Acara yang digelar di Area Parkir Utara Lapangan Denggung ini menampilkan 12 Desa Budaya dari Kabupaten Sleman.

Markus Suwarisman, selaku kepala panitia acara ini menuturkan Gelar Potensi Budaya diselenggarakan dalam rangka evaluasi budaya se Provinsi DIY. “Dengan diadakan Gelar Potensi Budaya bisa ditampilkan seni budaya yang menjadi potensi desa budaya tersebut, untuk bisa dipertontonkan kepada khalayak bahwa di desa budaya ada beberapa aktifitas yang mendukung kehidupan berbudaya masyarakat,” tutur Kepala Seksi Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan DIY ini.

Pada dasarnya, acara ini juga merupakan tolak ukur perkembangan sebuah desa budaya. Menurut Markus, kematangan desa budaya memiliki 3 tingkat yakni, embrio, berkembang, dan maju. Maka dengan diselenggarakannya acara ini, masyarakat dan juga Dinas Kebudayaan bisa menilai perkembangan dari desa budaya yang ada di Kabupaten Sleman tersebut. Jika kualitas dari desa budaya tersebut menurun bisa jadi tingkatan tersebut turun maupun title desa budaya dicopot.

Pada kesempatan kali ini, masing masing desa budaya mengisi stand yang sudah disediakan panitia untuk menampilkan ciri khas desa budaya tersebut, contohnya Desa Bangunkerto yang mengisi stand dengan olahan salak dan Desa Banyurejo yang mengisi standnya dengan olahan bebek. Selain itu, setiap desa budaya juga diberi kesempatan untuk melakukan pentas seni dari daerahnya masing-masing.

Gelar Potensi Budaya ini diharapkan mampu menjadi acara yang menimbulkan hal-hal positif terhadap perkembangan budaya di Sleman seperti yang dituturkan Markus di sela-sela wawancaranya. “Saya punya cita-cita bahwa jumlah budaya di Sleman akan bertambah, kedua menjadi daerah daerah unggulan, yang mana daerah akan menjadi daerah binaan di Dinas Kebudayaan untuk menjadikan percontohan daerah lain,” tutur Markus.

Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab pada tahun ini, momen Gelar Potensi Budaya dibarengkan dengan peluncuran website desa budaya () oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono. Website ini diserahkan Kabupaten Sleman untuk kemudian dikelola oleh Dinas Kebudayaan DIY.

Website dibuat agar masyarakat lebih mengenal dan mengetahui potensi dari 12 Desa Budaya Kabupaten Sleman.




Merti Dusun Biru Tampilkan Seni Tari Juga Musik

Gamping – Merti Dusun Biru, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping tahun 2017 dibuka pada Sabtu (9/9) pukul WIB di Lapangan Trihanggo. Camat Gamping Abu Bakar, ., membuka acara Merti Dusun dengan memukul gamelan (bendhe-red).

Pembukaan ini dihadiri oleh 500 orang warga Padukuhan Biru, Camat Gamping, jajaran Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17 Gamping, para tokoh masyarakat, pemuka agama, perangkat Desa Trihanggo, dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda.

Di hari pertama ini, pertunjukan diisi oleh tari-tarian dan B-Plus Band yang mendendangkan lagu-lagu group band legendaris Koes Plus. Ditampilkan juga sendratari (seni drama, dan tari-red) dari Sanggar Tari Biru Manunggal RW 30 berjudul Tetenger yang mengisahkan tentang asal-usul berdirinya Padukuhan Biru. Sendratari ini disutradarai oleh Barep Supriyanto.

Pertunjukan seni malam ini diakhiri dengan tampilnya Gejog Lesung dan Ketoprak Lesung “Sri Rejeki” pimpinan Susanto Raharjo yang tahun 2017 ini meraih juara 1 Lomba Gejog Lesung se-Provinsi DIY yang dilaksanakan di Pajangan Bantul.

Bertemakan “Menuju Kampung Wisata Seni dan Budaya”, agenda Merti Dusun Biru ini akan dilaksanakan hingga 7 Oktober 2017.