Sleman Smart Room Bantu Siswa Belajar Perkembangan Teknologi

SD Muhammadiyah Mantaran Sleman melakukan kunjungan ke Sleman Smart Room Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman, Jumat (23/3). 32 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Mataran ini hadir didampingi oleh 3 gurunya.

Lambang, selaku Guru SD Muhammadiyah Mantaran mengemukakan maksud dari kunjungan ini adalah agar para siswa dapat memahami perkembangan teknologi terkini. “Tadi dari sini ke sekolah menggunakan teleconference, ini kan juga bentuk pembelajaran perkembangan teknologi, yang dulunya menggunakan teknologi tradisional kemudian berkembang menjadi teknologi yang sudah modern,” tutur Lambang.

Selain itu, Lambang mengaku bahwa siswa-siswa memeroleh manfaat besar melalui kunjungan ini. “Tadi kan belajar tentang pembuatan film secara sederhana, ini sudah memberikan bayangan kepada anak kalau dari 32 anak-anak tadi ada yang bercita-cita menjadi animator ke depannya,” ungkapnya.

Salah satu siswa, Razka menyampaikan kegembiraannya karena bisa berkunjung ke Sleman Smart Room Dinas Kominfo Sleman ini. Razka menyadari bahwa kunjungan ini berhasil memberikan tambahan pengetahuan untuknya. “Bisa tahu cara membuat film dengan cara simple, di sini ilmunya sangat bermanfaat,” kata Razka.

Dalam kunjungan ini, selain para siswa diajak mengenal fungsi Sleman Smart Room, siswa juga diajak belajar dan praktik mengenai teknologi Computer Generated Imagery (CGI) serta menonton film animasi 3D.

 




Pelaku Usaha Perlu Ikuti Kemajuan Teknologi

Ngemplak – Dalam rangka pengenalan dan peningkatan kemampuan berbisnis dengan media internet di masyarakat Wedomartani, Ngempak, Sleman dan sekitarnya yang berbasis UMKM, Pemerintah Desa Wedomartani bekerjasama dengan Karang Taruna Parikesit Wedomartani mengadakan seminar yang bertajuk “Strategi Branding dengan Blogging untuk Bisnis UMKM”, Minggu (11/3) di Aula Kantor Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Acara ini diampu oleh Andri Wisnu yang merupakan Pengajar dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan Jumadi Jonet Pemilik Jogja Dekor yang juga merupakan praktisi di bidang bisnis online.

Kepala Desa Wedomartani, Teguh Budianto dalam pembukaan seminar mengatakan bahwa, seiring dengan semakin majunya teknologi, kita sebagai pelaku usaha harus bisa mengikuti dan menyesuaikan. “Yang dulu masih berbasis offline atau konvensional sekarang sudah bergeser ke bisnis berbasis online atau internet maka kita perlu optimalkan fasilitas yang kita punyai semisal smartphone,” pesan Teguh.

Acara yang dimulai pukul WIB ini diikuti oleh 57 peserta. Pemerintah Desa Wedomartani melalui Kasi Pelayanan Desa Wedomartani, Mujiburahman mengharapkan acara-acara seperti ini dapat kembali diadakan mengingat besarnya manfaat untuk masyarakat. “Karena masyarakat Desa Wedomartani banyak pelaku UMKM, tidak menutup kemungkinan untuk membranding Desa Wedomartani sebagai desa budaya yang juga berbasis UMKM,” tutur Mujiburahman. (Bibit Babe Widayoko)




Pemkab Sleman Manfaatkan Teknologi Menuju Smart Regency

WorkshopSleman – Pemkab Sleman Manfaatkan Teknologi Menuju Smart Regency RPJMD sebagai salah satu pijakan arah dan strategi pembangunan Kabupaten Sleman dalam lima tahun kedepan saat ini sedang disusun dalam rangka menuju smart regency. Sebagai tujuan bersama dalam arah pembangunan Kabupaten Sleman sampai 5 tahun kedepan telah menetapkan visi.

“Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI  pada pembukaan workshop ‘Pembangunan Kota dan Kabupaten Cerdas’ yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Smart Indonesia Initiatives pada di  Gedung Graha Sarina Vidi Sleman, Jumat (29/4).

Menurut Sri Purnomo peningkatkan performa pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik salah satunya ditingkatkan melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dengan pemanfaatan teknologi informasi yang modern yang mampu memberikan respon dan efektivitas yang tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Disamping itu dukungan teknologi informasi yang terintegrasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pemerintah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kita semua dapat lebih paham dan memiliki kesamaan persepsi dalam mewujudkan Kota dan Kabupaten Cerdas,” tambah Sri Purnomo.

Senada dengan Bupati Sleman, Ketua Smart Indonesia Initiative  Prof. Suhono Harso Supangkat CGEIT, mengatakan bahwa konteks kemajuan pembangunan suatu daerah dengan penerapan konsep smart city diera sekarang ini harus didukung dengan teknologi.

“Untuk membangun suatu daerah berkonsep smart city harus didukung dengan teknologi  yang dapat mencerdaskan masyarakat sesuai amanat undang-undang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Suhono.

Sementara itu Bupati Trenggalek  Dr Emil Elestianto   memberikan gagasan Konsep pesisir yang merupakan tindakan afirmatif dalam memacu percepatan pembangunan di pulau Jawa bagian selatan.

Emil  mengatakan bahwa konsep pesisir dapat diaplikasikan pada konektivitas  jalur Jogja-Malang melalui daerah  selatan karena menurutnya Jogja dan Malang merupakan kota besar yang menjadi kutub wilayah selatan antara Provinsi DIY dan Jawa Timur.

Menurutnya selama ini Solo dan daerah Jawa jalur tengah menjadi andalan penghubung Jogja-Malang. Padahal dengan konsep pesisir dapat meratakan pembangunan khususnya di Pulau Jawa dengan memperbaiki jalur selatan dimulai dari Jogja-Gunung Kidul-Wonogiri-Pacitan-Trenggalek-Tulungagung-Blitar-Malang.