Temu Sastra antara Sastrawan dan Siswa

Sleman – Temu sastra antara Sastrawan dan siswa tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama  dengan tajuk  “Sastrawan Bicara Siswa Bertanya “ yang berlangsung di SMPN I Sleman, kemarin  diprakarsai Direktorat Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman. Acara yang dikemas sarasehan tersebut nampak sangat klasik, karena peserta terutama siswa semuanya berpakaian adat Jawa sorjan untuk siswa laki-laki dan kebaya untuk siswa perempuan.

Acara tersebut diikuti perwakilan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama , guru bahasa dan sastra Indonesia, Kepala Sekolah, Komite sekolah, Dewan pendidikan  dan pejabat dinas pendidikan kabupaten dan propinsi. Tujuan dari kegiatan Sastrawan Bicara Siswa Bertanya tersebut antara lain memperkenalkan kepada siswa/siswi cara membaca dan mengapresiasikan pelajaran sastra,  membangkitkan rasa ingin tahu siswa tentang pelajaran sastra melalui pembacaan puisi, sajak, drama dan lainnya.

Disamping itu untuk memotivasi siswa untuk membaca dan membuat karya sastra, juga memberikan pemahaman tentang pelajaran bahasa dan sastra sebagai pelajaran  yang menyenangkan dan menjanjikan hari esok yang lebih baik.

Bertindak sebagai nara sumber pada kegiatan tersebut  dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan antara lain Drs Aliyas , Drs Elifati Daeli, Drs Adi Syahbana MSi, Supriyono, MSi dan Agus Suharyanto ,MA.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sleman Arif Haryono SH, mewakili Bupati Sleman, yang dalam sambutannya  menyampaikan bahwa kita bukan hanya memiliki warisan sastra Indonesia saja tetapi juga punya kekayaan sastra Jawa dan Melayu untuk itu agar siswa tetap dapat mempelajari dan melestarikan. Sehingga akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan siswa.

Dalam pelaksanaan sastrawan bicara siswa bertanya ini dilaksanakan dengan metode yang sederhana yakni metode ceramah oleh para sastrawan tentang hal-hal yang berkaitan dengan karya sastra dihadapan siswa/siswi. Metode demontrasi yakni para sastrawan dan siswa membacakan puisi, sajak, cerpen dan drama dengan mendemontrasikan apa yang diperankannya dalam puisi, cerpen, drama dan sajak serta musikalisasi puisi.

Dan yang terakhir siswa bertanya kepada sastrawan tentang sastra, puisi, sajak dan drama serta musikalisasi puisi kemudian para sastrawan menjawab satu persatu pertanyaan siswa. Pertanyaan siswa sangat bervariasi antara lain tentang latar belakang pribadi sastrawan, pemahaman sastra, puisi, sajak dan drama serta musikalisasi puisi. Melalui kegiatan tanya jawab ini para sastrawan senantiasa berusaha memberikan daya tarik kepada para siswa untuk mempelajari sastra, puisi, sajak, drama dan musikalisasi puisi serta penghayatannya.