Investasi di Sleman Terus Meningkat

Sleman – Kantor Penanaman, Penguatan, dan Penyertaan Modal Kabupaten Sleman telah mencatat investasi di wilayah Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Sampai dengan 2014 jumlah investasi, penanaman modal asing (PMA) 43 unit menyerap tenagaa kerja orang,” kata Kepala Kantor Penanaman, Penguatan dan Penyertaan Modal (KP3M) Kabupaten Sleman, Retno Susiati SH di Sleman, Senin (6/10).

Menurut Retno, untuk jumlah penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kabupaten Sleman pada 2014 tercatat sebanyak 42 unit usaha. “Dari PMDN tersebut mampu menyerap tenaga kerja orang,” kata Retno.

Dikatakan Retno untuk investasi di Kabupaten Sleman yang non-PMA/PMDN sebanyak unit dan menyerap tenaga kerja orang. “Nilai investasi PMA sebesar ,2 dolar Amerika dan nilai investasi PMDN dan non-PMA/PMDN sebesar Rp 5,8 triliun,” katanya.

Retno mengatakan Pemkab Sleman terus menjalin, memelihara, dan meningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan para pengusaha yang menanamkan modalnya di Sleman. “Komunikasi yang dilakukan sekaligus juga untuk menjaring permasalahan-permasalahan yang dihadapi sekaligus mengupayakan solusi pemecahan permasalahan di bidang penanaman modal,” tambah Retno.




Saldo Kas PMI Sleman Terus Meningkat

Sleman – Saldo kas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman terus meningkat setiap tahun sehingga sangat membantu dalam kegiatan kepalangmerahan. Ketua PMI Sleman, dr Sunartono Mkes menyampaikan bahwa saldo awal kas PMI Sleman pada 2009 sebesar Rp 667 juta dan pada 2014 ini telah mencapai Rp 2,3 miliar. “Capaian bulan dana PMI sebelumnya berkisar Rp 100 hingga Rp 150 juta dan saat ini mencapai Rp 580 juta,” kata Sunartono, kemarin.

Menurut Sunartono untuk pengelolaan keuangan telah diaudit oleh tim independen. Sementara untuk perkembangan unit donor darah dengan adanya bus donor darah dan penggunaan sistem informasi manajemen layanan unit donor darah terus meningkat dari 400 kantong darah per bulan menjadi 800 kantong darah per bulan. Ditambahkan Sunartono, untuk meningkatkan layanan kepalangmerahan, pihaknya telah menambah karyawan dari 12 menjadi 19 orang.

Secara terpisah Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan PMI Sleman sebagai garda terdepan pelaksanaan tugas kemanusiaan di Sleman telah terbukti mampu melaksanakan tugas misi kemanusiaan. Sehingga tugas PMI tidak hanya bergerak dalam bidang donor darah saja namun mempunyai tugas yang lain dalam bidang kemanusiaan.

Untuk itu kehadirian PMI dapat bermanfaat dan sangat dibutuhkan masyarakat. PMI juga dituntut semakin profesionlal dan semakin cepat dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.