Seluruh Pejabat Sleman Akan Dilakukan Tes Urine

Sleman – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman akan melakukan tes urine bagi seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.  Dilakukannya tes urine bagi pejabat tersebut dimaksudkan untuk meneguhkan kepeloporan aparatur sipil negara dalam pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba.

Rencana tes urine bagi pejabat lingkungan Pemkab Sleman tersebut diungkapkan kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi di Sleman, Jumat (4/11).

Terkait dengan upaya mewujudkan  kepeloporan aparatur sipil negara, terhadap pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba maka  tes urine oleh BNN Kabupaten Sleman tersebut, akan dilakukan menyeluruh mulai pejabat eselon dua, tiga dan empat, yang pelaksanaannya dipastikan dilakukan akhir tahun 2016 ini.

Aparatur sipil negara menurut Kuntadi, harus menjadi contoh dan pelopor bebas narkoba. Apalagi dalam kiprahnya dimasyarakat mereka juga harus secara nyata memberikan pemahaman ke masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kasus penyalahgunaan narkoba di Sleman dikatakan Kuntadi ada kecenderungan menurun tetapi kasusnya masih tinggi, yaitu mencapai sekitar 28 ribu orang dari 60 ribu penyalahguna narkoba di DIY.

Karena itu ntuk mengeliminasi kasus narkoba, Kuntadi masih memprioritaskan langkah preventif.  Sedang bagi korban atau pengguna terus dilakukan langkah rehabilitasi.




BNN Sleman Mendadak Tes Urine Anggota Dewan

Sleman – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, Rabu (2/11) petang melakukan  test narkoba bagi anggota DPRD Sleman dengan melakukan pemeriksaan urine.

Pemeriksaan urine oleh BNN Kabupaten Sleman bagi anggota DPRD cukup mengejutkan sejumlah wakil rakyat karena dilakukan mendadak usai rapat paripurna DRPD Sleman.  Pemeriksaan urine bagi anggota DPRD tersebut, menurut kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi  guna meneguhkan komitmen bebas  narkoba  baik bagi Aparat Sipil Negara atau para wakil rakyat.

Terkait kedua pilar pemerintahan tersebut harus dapat menjadi contoh  masyarakat dari pemeriksaan terhadap anggota DPRD Sleman sebanyak  38 orang dari 50 anggota DPRD Sleman sudah dilakukan pemeriksaan.  Sedang 12 orang anggota lainya akan dilakukan pemeriksaan dilain kesempatan. Sementara untuk hasil pemeriksaan urine tersebut, menurut Kuntadi, hasilnya 37 dinyatakan negatif dan seorang lainnya belum diperoleh keterangan.

Untuk penanggulangan narkoba di Sleman lanjut Kuntadi lebih menekankan pada upaya pencegahan dengan cara lebih memahamkan masyarakat. Fungsi keluarga dapat menjadi filter pertama pencegahan.

Sementara dalam rangka lebih menunjukkan kepeloporan aparat akan bebas narkoba, BNN Kabupaten Sleman dalam akhir tahun ini akan melakukan test urine bagi para pejabat Sleman mulai eselon, dua, tiga dan empat. Untuk waktunya Kuntadi tidak menjelaskan rinci tetapi pasti dilaksanakan pada akhir tahun ini
Sementara Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, mengaku terkejut dan tak tahu adanya tes bebas narkoba tersebut.‬

Menurut Haris tidak ada yang memberi tahu kalau ada tes dari BNN. Dan tes ini baru pertama kali dilakukan di Sekretaris Dewan. Disebutkan, ada 38 anggota dewan yang mengikuti tes urine.‬ Sedangkan 12 orang lainnya diketahui tidak hadir sejak saat rapat paripurna digelar, baik karena izin maupun tanpa keterangan apapun.




Bupati dan Muspida Jalani Tes Urine

Bupati Sleman Jalani Tes UrineSleman – Tes urine jajaran Muspida Kabupaten Sleman dan personil Polres Sleman  dilakukaan di Mapolres Sleman,  Rabu (13/4). 

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dan  semua Muspida yaitu Kapolres Sleman AKBP Yulianto, Ketua DPRD Sleman Drs Haris Sugiarto, Kejari Sleman Diah Retnowati Astuti SH MH,  Dandim 0732 Sleman  Letkol  Joko Sujarwo, Wakil Bupati Sleman Dra Sri Muslimatun MKes, Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Kepala BNNK Sleman Drs Kuntadi menjalani tes urine.

Dari  pejabat yang telah melakukan tes urine tersebut sumuanya negatif dari narkoba, sedangkan personil kepolisian Polres Sleman semua diwajibkan mengikuti tes urine. Untuk hasil tes urine personil Polres Sleman belum diketahui. Apakah semuanya negatif atau ada yang positif narkoba, hal ini karena jumlah personil yang lakukan tes urine cukup banyak.

Sri Purnomo usai menjalani tes urine mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mendukung langkah yang dilakukan oleh Polres Sleman, termasuk bagi semua aparat.

“Kalau ada aparat yang terbukti, ada yang mengkomsumsi maka ada sangsinya yang cukup berat. Termasuk tes urine secara berkala Pemkab Sleman sangat mendukung,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa tes urine secara berkala baik kepada pejabat maupun staf sangat positif kalau hal tersebut bisa dilakukan akan sangat baik.

Terlebih saat ini menurut Sri Purnomo peredaran narkoba sudah merambah ke semua lapisan, bukan hanya kalangan menengah saja namun sudah merambah ke semua lapisan, maka  untuk mencegahnya perlu peran semua pihak.