Sleman Raih Dua Prestasi Tingkat Nasional

Sleman – Prestasi tingkat nasional kembali diraih oleh Kabupaten Sleman tahun 2016 ini, dua prestasi sekaligus, yaitu TK/RA Al Azhar  31 yang letaknya di Ring Road Utara Sinduadi Mlati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. 

TK/RA Al Azhar 31 mendapat penghargaan sebagai juara I tingkat nasional kategori Best Achievement (prestasi terbaik) , sedang Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman  sebagai Tim Pembina  Pemenang I kategori Best Achievement Tingkat TK/RA Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional tahun 2016.

Pengumuman pemenang dan pemberian   penghargaan LSS tingkat nasional tahun 2016  tersebut  telah dilaksanakan pada acara tatap muka dan audensi 4 kementarian  yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2016 lalu. Empat kementerian tersebut Kementerian Kesehatan, Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan, Kementarian Dalam Negeri dan Kementerian Agama.

Hadir dalam penganugerahan penghargaan tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dikpora Sleman, Kepala Sekolah TK/RA Al Azhar 31 dan pengelola UKS Puskesmas Mlati I.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes ketika ditemui dikantornya, Rabu (24/8) mengatakan bahwa keberhasilan TK/RA Al Azhar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memperoleh penghargaan tingkat nasional tersebut  melalui perjalanan yang panjang mulai dari verifikasi tingkat Kabupaten, tingkat Provinsi sampai tingkat nasional.

Disamping itu untuk mendapatkan penghargaan tersebut  berkat pembinaan  berbagai lintas sektor yaitu TP UKS Kabupaten Sleman (Disdikpora, Dinkes, Kemenag, Bagian Kesra, Baappeda, BLH,BNN, Dinas Pertanian, PKK), TP UKS Kecamatan  dan TP UKS TK/RA Al Azhar sendiri.

Disampaikan Linda bahwa keunggulan TK/RA Al Azhar memperoleh penghargaan tingkat nasional tersebut karena berbagai vasilitas yang dimiliki TK/RA Al Azhar memang sangat baik dan lengkap, antara lain fasilitas indoor maupun outdoor sangat lengkap dan baik, buku perpustakaan sangat lengkap.

Selain itu setiap ruangan ada CCTV yang bisa diakses oleh Kepala Sekolah, ruangan UKS sangat baik, tanaman toga/warung hidupnya baik dan lengkap.

Sementara untuk menjaga kesehataan siswa, kantin ditangani satu pintu yaitu yayasan Al Azhar, semua ruangan representatif dan keberadaaan bak sampah sesuai peletakannya dan cukup banyak.




TK Budi Utama Maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional

DSC_2880 bernasSleman – TK Budi Utama Sinduadi Mlati yang bermotokan  ”Sekolahku Hijau, Aku Sehat, Prestasi Hebat ” ternyata juga hebat, karena mampu menjadi wakil DIY dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional yang evaluasinya dilaksanakan, Rabu (3/6). Prestasi yang dicapai TK Budi Utama tersebut tidak lepas dari peran berbagai pihak, bukan saja hanya pihak sekolah semata, tetapi juga dari Tim Pembina UKS tingkat Kecamatan dan Tingkat Kabupaten Sleman serta Dinas Kesehatan. 

Keberhasilan tersebut juga berkat misi dari UKS TK Budi Utama yang melaksanakan Trias UKS, melaksanakan program sekolah sehat secara optimal, membiasakan serta membudayakan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tim penilai tingkat nasional tersebut secara resmi diterima oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di Aula TK Budi Utama dan jajaran Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo menyampaikan bahwa penyelenggaraan LSS ini tidak saja bermanfaat bagi sekolah yang dipilih, namun juga bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan salah satu tempat yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sehingga para guru, karyawan dan murid dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Selain itu, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, secara tidak langsung dapat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar para siswa.

“Namun demikian jangan sampai lomba sekolah sehat ini hanya memacu sekolah untuk tampil pada saat penilaian saja namun harus menjadi budaya sehari-hari dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah,” kata Sri Purnomo.

Guna lebih mengoptimalkan upaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, selain melalui UKS, pihak sekolah menerapkan adanya Bank Sampah Sekolah yang bisa mendidik siswa agar tidak membuang sampah sembarangan dan bisa memanfaatkan sampah yang sudah dipilah untuk membuat prakarya sekolah.

Sementara itu ketua tim penilai dr Aan Natalia Utami dari Kementrian Kesehatan RI mengatakan kegiatan evaluasi ini melibatkan Kementrian Kesehatan, Kementrian Pendidikan, Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Agama RI. Evaluasi yang dilakukan akan secara menyeluruh mulai dari lingkungan sekolah, upaya-upaya menjaga kesehatan dan kebersihan (PHBS), sarana prasarana dan pelauyanan UKS yang dilakukan sekolah bersama anak didiknya, sehingga diperoleh bukti nyata dilapangan.

Dihadapan Tim Penilai siswa TK Budi Utama menyuguhkan kebolehannya dalam kegiatan UKS dengan penampilan laskar UKS. Siswa TK tersebut mempraktekan kegiatan mengelola kebun sekolah dari menanam, memanen hingga memasaknya sampai menjadi siap saji serta praktek cuci tangan dengan sabun yang benar. Dilanjutkan dengan pemaparan profil sekolah oleh Kepala Sekolah, Farah Herastuti SPsi.

Dijelaskan Farah, saat ini sekolah Budi Utama memiliki 107 anak didik dengan TK A 3 kelas 46 anak, TK B 3 kelas 61. Lingkungan sekolah dibuat ramah lingkungan dengan banyak ditanam pepohonan buah-buahan dan sayuran seperti pohon apukat, durian, nangka, mangga, belimbing, markisa, kebun sayur dan polowija, tanaman obat dan lainnya. Bangunan sekolah juga dibuat dengan jendela besar dan tembok dalam kelas tidak penuh sehingga akan banyak sirkulasi udara dan tidak pake ac.

Selanjutnya tim langsung mengadakan peninjauan ke ruang-ruang kelas, ruang UKS, kamar mandi, halaman sekolah, kebun, kantin. Penilaian dilanjutkan ke Kecamatan Mlati sebagai Tim Pembina tingkat Kecamatan dan ke Dinas Pendidikan dan Olah Raga Sleman sebagai Tim Pembina Tingkat Kabupaten. Tim Penilai Jumat, juga akan mengadakan penilaian ke SMP  2 Kalasan yang diajukan oleh DIY untuk dinilai oleh Tim Pusat dalam kegiatan UKS.




Sistem TPK Sleman Akan Diterapkan Tingkat Nasional

Sleman – Sistem pendataan keluarga miskin yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman yang dilakukan dengan membentuk tim penanggulangan kemiskinan hingga ke dusun akan diterapkan pula untuk pendataan tingkat nasional.

“Kementerian Sosial tertarik dengan metode pembentukan TPK hingga padukuhan tersebut. Menteri Sosial akan memakai data tersebut untuk data saktinya Presiden Joko Widodo,” kata Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum, Senin (2/3).

Menurut Yuni, data warga miskin Kabupaten diperoleh Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) dari tingkat yang paling rendah yaitu TPK Padukuhan.

“Data kemiskinan Sleman tersebut kemudian disinergikan dengan data pusat. Data kemiskinan Sleman kemudian di SK-kan menjadi data miskin,” kata Yuni.

Pada bulan April 2015 ini lanjut Yuni, Kemensos sudah memakai data Sleman yang didasarkan pada data TPK Padukuhan sehingga Pemkab bisa lebih mengefisienkan APBD untuk kebutuhan lainnya.

“Pemkab Sleman juga bekerja sama dengan Bappenas dalam membuat sistem rujukan terpadu. Sleman menjadi `pilot project` untuk sistem rujukan terpadu sehingga warga masyarakat yang mengadu pada Sleman ke depan pengaduan masuk satu pintu ke TPK secara terpadu sehingga bisa dilihat problem dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Yuni mengatakan, misalnya permasalahan aduan mengenai jalan bukan hanya masalah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman saja, namun juga merupakan masalah petani dalam menjual hasil taninya.

“Sistem rujukan nantinya akan mempermudah masyarakat jika tersandung masalah dapat diselesaikan secara `online` tanpa harus datang ke kantor kabupaten,” tambah Yuni.

TPK Sleman juga berkomitmen untuk tetap menjalankan satu data untuk Sleman meskipun memperoleh dukungan ataupun tidak dari Bappenas.

“Pada tahun ini balai desa seluruhnya sudah ada `wi-fi` sehingga warga dapat dengan mudah melihat data KK miskin,” katanya.