TMMD Sengkuyung Berhasil Selesaikan Proyek Fisik dan Non Fisik

TMMDSleman – TNI Manunggal Membangun Desaa (TMMD)  Sengkuyung ke 94 Tahap I tahun anggaran 2015 di wilayah Kodim 0732 Sleman secara resmi telah ditutup oleh Asekda Bidang Pemerintahan, Sunaryo SH di Kecamatan Minggir Sleman, Rabu (27/5),  mewakili Panglima Kodam IV Diponegoro. Penutupan ditandai dengan penyerahan peralatan kerja.

Sasaran proyek fisik  yang berhasil diselesaikan  berupa pengerasan jalan sepnjang meter lebar 6 meter  lebar baadan jalan 3 meter dan tebal 15 cm hasil 100 %, pembuatan talud jalan panjang 300 meter lebar 40 cm tinggi 60 cm hasil 100 %. Rehab masjid 1 buah haasil 100 %, pembuatan pos Kamling 1 buah hasil 100 %, lantainisasi 6 rumah haasil 100 %, rehab gapuro 5 buah hasil 100 % dan pembuatan gorong-gorong 4 buah hasil 100 %.

Sedang sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Narkoba, penyuluhan KB dan Kesehatan, penyuluhan pertanian, penyuluhan bencana alam, penyuluhan Kamtibmas, penyuluhan kerukunan umat beragama dan penyuluhan karakter bangsa.

Disamping itu di wilayah Desa Sendangagung juga dilakukan penghijauan di kanan kiri jalan sasaran TMMD dengan penanaman batang bibit pohon. Untuk dana yang dipergunakan untuk TMMD tersebut berasal dari APBD DIY sebesar Rp 75 juta, APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp 150 juta, hingga total Rp 225 juta. Disamping dari APBD juga swadaya masyarakat berupa tenaga per hari sekitar 50 orang senilai sekitar Rp 50 juta. Hingga penghematan biaya bila dibandingkan dengan diborongkan Rp 58 juta, karena bila pelaksanaan TMMD tersebut diborongkan akan menghabiaskan biaya Rp 283 juta.

Sementara itu Panglima Kodan IV Diponegoro dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asekda Sunaryo antara lain menyampaikan bahwa segala hasil pembangunan atau pengembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara maksimal serta dipelihara dengan baik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa  pelaksanaan kegiatan operasional TMMD serta berbagai bentuk karya bhakti TNI lainnya, pada dasarnya mempunyai sasaran untuk memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat dan seluruh komponen bangsa lainnya, menumbuhkan semangat gotong royong, meningkatkan pemberdayaan masyarakat pedesaan serta mempercepat akselerasi pembangunan di daerah.

Selain itu melalui program TMMD secara berkesinambungan, diharapkan akan mewujutkan ketahanan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang muaranya akan berdaya guna bagi kepentingan pertahanan negara.




Penutupan TMMD Sengkuyung ke-90 Tahun 2013 Kabupaten Sleman

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. H. Sri menutup secara resmi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung 90 tahun 2013, ditandainya dengan penyerahan alat-alat kerja serta penandatanganan hasil proyek TMMD, di Lapangan Mrisen Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Senin (3/6).

Acara tersebut dihadiri pula oleh Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf. Satriyo Pinandoyo, Ketua DPRD Sleman Kuswanto, dan sejumlah pejabad Pemkab Sleman serta tamu undangan lainnya. TMMD Sengkuyung ke 90  Tahun 2013 yang berlangsung selama 16 hari tersebut telah menyelesaikan beberapa pembangunan fisik yang berada di Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, khususnya di Dusun Mrisen dan sekitarnya.

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di antaranya pengerasan jalan sepanjang meter dan lebar 3 meter selesai 100%, rehab satu buah masdjid, 100% selesai, rehab 1 buah poskamling, selesai 100% dan lantainisasi sebanyak 4 rumah selesai. Selain itu, pembuatan talud jalan sepanjang 250 meter selesai 100% dan pembuatan gorong-gorong dua buah selesai 100%.  Sedangkan pembangunan non fisik telah melakukan beberapa kegiatan di antaranya penyuluhan PPBN/wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, penyuluhan terorisme, penyuluhan Kesehatan dan KB dan penyuluhan bencana alam. Dalam kegiatan tersebut menggunakan dana APBD  DIY sebesar Rp50 juta dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp80 juta, sedangkan dari dana  swadaya masyarakat sebesar Rp40 juta.

Bupati Sleman dalam sambutannya yang membacakan sambutan Pangdam IV Diponegoro mengatakan, dengan telah selesainya kegiatan TMMD ini segala hasil pembangunan atau pengembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dicapai hendaknya dapat dimanfaatkan serta dipelihara dengan baik. “Diucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada segenap lapisan masyarakat, prajurit TNI dan POLRI Pemerintah Daerah, dan komponen bangsa lainnya yang telah mendukung kegiatan TMMD kali ini,” katanya.

Dikatakan, pelaksanaan kegiatan operasional TMMD serta berbagai bentuk karya bakti TNI lainnya, pada dasarnya mempunyai dua dimensi sasaran yaitu untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, guna mendukung terwujudnya ketahanan wilayah dalam sistem pertahanan semesta. Selain itu, katanya, kegiatan itu bertujuan memotivasi dan menumbuhkan semangat kegotong-royongan guna menciptakan proses pemberdayaan masyarakat agar berpartisipasi aktif dan akselerasi pembangunan di pedesaan.

“Untuk mendukung kedua sasaran tersebut TNI sebagai komponen utama dalam sishanta harus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari rakyat. Keberhasilan TNI untuk melaksanakan tugas pertahanan sesuai doktrin sishanta membutuhkan kekuatan yang besar oleh rakyat,” katanya.

Ditambahkan, TNI sangat membutuhkan bantuan dan keikutsertaan rakyat guna mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh.  Karena itulah kegiatan TMMD seperti ini perlu untuk diselenggarakan dan dikembangkan secara terus menerus.  Selain untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat juga sebagai wadah efektif bagi TNI untuk menjaga dan memelihara silaturahmi serta komunikasi dengan rakyat.

“Dengan terwujudnya hubungan emosional, rasa kebersamaan dan kemanunggalan TNI dan rakyat ini hendaknya bias dijadikan kekuatan penangkal yang handal terhadap setiap ancaman ketahanan bangsa,” katanya.