Kegiatan TMMD Akan Melakukan Pengaspalan Jalan 630 Meter

Pejabat Sekda Serahkan Alat KerjaSleman – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  Sengkuyung ke 96 Tahap I tahun anggaran 2016 di wilayah Kodim 0732 Sleman dibuka Penjabat Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno, Selasa (3/5) mewakili Panglima Kodam IV Diponegoro.

Dandim Sleman, Letkol Arm Djoko Sujarwo mengatakan  dana yang dipergunakan untuk TMMD Sleman  berasal dari APBD DIY sebesar Rp 75 juta, APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp 150 juta, hingga totalnya Rp 225 juta .

“Di samping dari APBD juga swadaya masyarakat berupa tenaga perhari sekitar 50 orang senilai sekitar Rp 50 juta,” kata Djoko disela-sela pembukaan TMMD Sengkuyung Sleman di lapangan Seyegan, Selasa (3/5).

Menurut Djoko, sasaran fisik TMMD Sengkuyung ke 96  berupa pengaspalan jalan sepanjang 630 meter dan lebar 3 meter, corblok jalan sepanjang 300 m lebar 3 meter dan bedah rumah 3 unit.

Sedang sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian,  penyuluhan Kamtibmas dan napsapenyuluhan lingkungan hidup. Personil yang dikerahkan 1 SST dibantu dengan masyarakat.




Dua Sasaran Kegiatan TMMD Sengkuyung ke 95 Selesai 100 Persen

Sleman – Dua sasaran proyek kegiatan TMMD Sengkuyung ke 95 tahap II Tahun Anggaran 2015  di wilayaah Kodim 0732 Sleman berhasil selesai 100 persen. Dan kegiatan TMMD Sengkuyung tersebut secara resmi telah ditutup oleh Ketua DPRD Kabupaten Sleman  Haris Sugiarto mewakili  Panglima Kodam IV Diponegoro di lapangan Tirtoadi Mlati Sleman,  Rabu (28/10).

Penutupan ditandai dengan penyerahan peralatan kerja oleh Ketua DPRD Kabupaten Sleman kepada pasukan Kodim 0732 Sleman. Disamping penyerahan peralatan kerja juga ditandai dengan penandatangan berita acara.

Hasil yang dicapai dalam TMMD Sengkuyung ke 95 di Desa Sidomoyo Kecamatan Godean tersebut   berupa  dua sasaran proyek, yaitu sasaran fisik berupa pengerasan jalaan panjang 500 meter lebar 3 meter, rehab Masjid 1 unit, rehab pos Kamling 1 unit, pembuatan Talud jalan 400 meter, pembuatan gorong-gorong 3 unit dan pembuatan talud tebing 250 meter semua selesai 100 %.

Sedang sasaraan non fisik berupa penyuluhan,  wawasan kebangsaan, Kamtibmas dan Napza, Kesehatan/KB, Pertanian, Bela negara dan kerukunan umat beragama. Disamping itu juga sasaran tambahan/over prestasi berupa pembuatan Talud yang semula panjang 400 meter dengan tinggi 60 cm menjadi tinggi 4 meter dengan panjang 200 meter 100 %, juga pembuatan gedung pos kamling 100 %, pembuatan jamban 10 buah 100 %, dan membantu mendirikan gedung Paud  ( membuat pondasi).

Dana yang digunakan dalam TMMD tersebut berasal dari APBD DIY Rp 75 juta dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp 150 juta hingga total mencapai Rp 225 juta dan swadaya masyarakat berupa tenaga perhari sekitar 50 orang serta material senilai Rp 50 juta.

Sementara itu Panglima Kodam IV Diponegoro dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua DPRD Sleman menyampaikan bahwa dengan telah berakhirnya kegiataan TMMD tersebut diharapkan semua hasil pembangunan atau pengembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal serta dipelihara dengan baik oleh Pemda serta masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk kegiatan non fisik yang berupa pembekalan pengetahuan praktis maupun masalah sosial kemasyarakatan, kejuangn, bela negara dan kesadaran hukum nbenar-benar dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan TMMD itu sendiri  bertujuan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Disampaikan pula bahwa melalui TMMD yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan akan dapat mewujudkan ketahanan masyarakat yang tangguh dalam mrenghadapi berbagai bentuk ancaman, yang muaranya akan berdaya guna bagi kepentingan pertahanan negara.




TMMD Mampu Galang Swadaya Masyarakat Rp 50 Juta Per Hari

Sleman – Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf Bambang Yudi SSos melakukan pencanangan bakti sosial TNI KB Kesehatan dan pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-92, yang berlangsung di lapangan Grogolan Umbulmartani Ngemplak dengan Irup Dandim  0732 Sleman, Rabu (21/5).

TMMD tersebut berlangsung selama 21 hari mulai tanggal 21 Mei hingga 10 Juni 2014 dengan lokasi Dusun Cilikan Umbulmartani Ngemplak. Sasaran fisik dalam TMMD tersebut berupa pengerasan jalan sepanjang m lebar 3 meter, rehab masjid 1 buah, rehab pos Kamling 1 buah, dan lantainisasi  4 rumah.

Sementara sasaran non fisik berupa penyuluhan PPBN/wawasan kebangsaan, penyuluhan Kamtibmas dan napza, penyuluhan kesehatan dan KB, penyuluhan pertanian, penyuluhan bencana alam, dan penyuluhan lingkungan hidup.

Sumber dana dalam TMMD tersebut  berasal dari APBD DIY sebesar Rp53 juta, APBD kabupaten Sleman Rp80 juta, dan swadaya masyarakat berupa tenaga perhari sekitar 50 orang senilai Rp50 juta.

Letkol Bambang Yudi mengatakan bahwa penduduk sangat berperan dalam pembangunan nasional, dan saat ini masyarakat dihadapkan pada masalah kependudukan yang mempunyai dampak implikasi luas terhadap kehidupan di segala bidang.

Di antaranya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, papan dan keamanan. “Apabila tidak diatasi dengan segera, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap stabilitas nasional yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pembangunan nasional.