Transaksi di Kantor Pegadaian Meningkat
Sleman – Menjelang lebaran, transaksi di kantor Pegadaian cenderung mengalami peningkatan. Transaksi didominasi masyarakat yang hendak menebus barang, dibandingkan yang menggadaikan. Seperti yang terjadi di Kantor Pegadaian Unit Prambanan. Jika biasanya transaksi hanya berkisr Rp 50-60 juta perhari, dalam dua pekan terakhir melonjak menjadi Rp 120 juta. Sedangkan untuk pencairan lebih rendah, yakni Rp 100 juta perhari.
“Keraiaman mulai terasa dalam dua pekan terakhir. Didominasi masyarakat yang menebus barang. Kondisi ini memang selalu terjadi setiap lebaran. Mungkin masyarakat ingin ketika lebaran nanti sudah mengenakan perhiasan,” kata Pengelola Kantor Unit Pegadaian Prambanan Andreas Wratsongko, kemarin.
Sebenarnya untuk jumlah transasi perharinya sulit diprediksi. Namun dalam lebaran, memang didominasi masyarakat yang menebus dibandingkan yang menggadaikan. Nasabah yang menjadi langganan Kantor Unit Pegadaian sendiri, didominasi pedagang dan petani. Mengenai jenis barang yang digadaikan, didominasi logam mulia yang mencapai 70 persen dari total semuanya. Hal serupa juga terjadi di Kantor Pegadaian Cabang Kentungan. Bahkan peningkatan transaksi sudah terjadi sejak awal puasa mencapai 100 persen. Jika dalam bulan Juni, rata-rata nilai transaksi berkisar Rp 150 juta perhari, sekarang meningkat menjadi Rp 200juta per hari.
Jika di Unit Prambanan nasabah didominasi pedagang dan petani, untuk Cabang Kentungan cenderung merata. Bahkan juga ada beberapa mahasiswa. “Mereka rata-rata menitipkan barang ke pegadaian selama ditinggal mudik lebaran. Kami prediksi puncak transaksi terjadi pada H-3 lebaran,” kata Kepala Kantor Cabang Pegadaian Kentungan, Nirawan Hadi.
Peningkatan serupa, juga terjadi di lima kantor unit pegadaian yang ada di wilayahnya yang didominasi nasabah memiliki usaha. Rata-rata mereka menggadaikan barang untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan.