Uji Coba Kesiapan Siswa SD Ikuti Ujian Akhir Sekolah

Turi – Menjelang Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD, siswa SD Turi 2 berpartisipasi dalam uji coba UAS SD yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah Pakem bekerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Neutron, Minggu (25/2).

Berpartisipasi dalam uji coba ini merupakan bentuk persiapan siswa kelas 6 SD untuk menghadapi UAS SD. Siswa kelas 6 SD pun dapat melihat sendiri kekurangannya.

Kegiatan ini diikuti oleh 767 siswa. Selain SD Turi 2 yang menerjunkan 133 siswa dalam try out ini, SD Pakem ada 366 siswa, SD di Kecamatan Ngemplak ada 26 siswa, siswa SD di Kecamatan Cangkringan ada 60, dan dari SD di Kecamatan Ngaglik ada 167 siswa.

Setelah selesai uji coba, diadakan pembagian hadiah dan pentas seni oleh murid SMP Muhammadiyah Pakem. 5 siswa berhak mendapat hadiah sepatu, sepeda untuk 2 siswa, dan TV didapatkan oleh 1 siswa dari SD Srowolan. Hasil dari try out uji coba ini akan dikirim ke SD masing-masing usai dikoreksi. (Suharno)




Ujian Penerimaan Staf Desa Sinduharjo

IMG_3316Sleman – Desa Sinduharjo bekerjasama dengan Dinas Hubkominfo Sleman adakan ujian penerimaan staf desa di Laboratorium Komputer LPSE Kabupaten Sleman, Kamis (22/10). Peserta ujian sebanyak 23 peserta dari wilayah Desa Sinduharjo.

Ujian penerimaan staf desa untuk mengisi lowongan staf sebanyak 3 orang di Desa Sinduharjo. Ujian dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 21 – 22 Oktober 2015 bertempat di Desa Sinduharjo dan Laboratorium Komputer LPSE Dinas Hubkominfo Kabupaten Sleman.

Pada hari pertama, Rabu (21/10) telah dilaksanakan ujian secara tertulis. Dan, hari kedua, Kamis (22/10) dilaksanakan ujian praktek komputer. Materi yang diujikan seputar kemampuan dasar TIK.

Paitia Ujian, Sutiyanto mengatakan peserta ujian berasal dari suberdaya lokal Desa Sinduharjo. Pemerintah Desa Sinduharjo. Syarat peserta ujian staf desa minimal lulusan SLTA dan mampu menguasai atau mengoperasikan komputer dengan usia 19 – 45 tahun, tambahnya.

Hasil dari ujian akan diumumkan pada Kamis, 22 Oktober 2015 sore di Desa Sinduharjo.




14.590 Siswa SD Di Sleman Ikuti Ujian Nasional

SLEMAN – Sebanyak siswa SD se Kabupaten Sleman secara serentak mulai mengikuti ujian nasional (UN), Senin (19/5), dan dari jumlah tersebut 486 di antaranya merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah baik negeri maupun swasta. UN akan berlangsung selama 3 hari dari 19-21 Mei 2014.

Untuk hari Senin (19/5) mata pelajaran Bahasa Indonesia, hari Selasa (20/5) untuk mata pelajaran  Matematikan, dan hari Rabu (21/5) untuk mata pelajaran IPA, sementara hari Kamis (22/5) khusus untuk pendidikan Agama.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman Arif Haryono SH, ketika mendampingi Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI melakukan pantauan UN di sejumlah SD di Kabupaten Sleman, Senin (19/5).

Ikut mendampingi dalam pantauan tersebut antara lain Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih, Kepala Bagian Humas Dra Endah SW MPA, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman Drs Lukfi Hamid MAg.

Bupati Sri Purnomo di sela-sela melakukan pantauan di sejumlah SD tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan UN dapat diukur dalam dua kriteria, yaitu keberhasilan penyelenggaraan dan keberhasilan hasil UN itu sendiri.

Artinya pelaksanaan UN dapat berhasil apabila dalam pelaksanaannya tidak mengalami hambatan yang berarti, baik dari segi kertas soal, lembar jawaban dan tidak adanya kebocoran dan berjalan sesuai dengan ketentuan. Sementara keberhasilan  yang kedua dapat dilihat dari tingkat kelulusannya peserta UN nanti.

Menurut Sri Purnomo bahwa selama pelaksanaan UN hari pertama tidak dijumpai permasalahan baik lembar soal maupun lembar jawaban, termasuk kualitas kertasnya sudah memenuhi standar. Harapannya agar peserta UN tingkat SD tersebut dapat mengerjakan soal dengan baik, penuh konsentrasi dengan tingkat kelulusannya tinggi baik nilai maupun tingkat kelulusannya.

Saat berdialog dengan siswa SD Sendangharjo Minggir, Bupati Sri Purnomo berharap siswa agar mengerjakan soal UN dengan tenang dan jujur dan nantinya bisa lulus dengan predikat nilai yang baik termasuk bisa lulus 100 %.

Sementara ketika berada di SD Susukan Seyegan, Sri Purnomo mendapat laporan dari Kepala Sekolah Sungkono SPd bahwa ada salah satu ruangan kelas IV terpaksa tidak dipakai akibat kondisi yang tidak memungkinkan karena atapnya sudah rapuh dan membahayakan keamanan siswa bila dipaksa dipakai.

Berkaitan dengan hal tersebut, siswa kelas IV yang menempati ruangan tersebut terpaksa digabung dengan siswa kelas IV  yang lain, kebetulan untuk siswa kelas IV ada dua kelas.

Hingga jumlah siswanya kelas IV menjadi lebih banyak mengingat dua ruangan digabung menjadi satu sehingga tidak sesuai lagi dengan kapasitas siswanya.

Selain itu, di SDN Susukan juga terdapat 2 ruang yang keluasan kelasnya tidak memenuhi standar murid. Menanggapi hal ini Arif Haryono menyampaikan bahwa rehab SD Susukan telah dilakukan sebelum otonomi daerah tahun 2000 lalu dan saat ini kondisinya sudah mulai rusak dan perlu perbaikan.

Melihat hal ini, Sri Purnomo meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga memprioritaskan rehab SD Susukan tersebut agar tidak membahayakan lagi bagi kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah sekolah  dasar yang sempat dipantau Bupati antara lain SD Cebongan Mlati di SD tersebut peserta UN sebanyak 72 siswa semuanya dapat mengikuti UN.

Di SD Susukan Seyegan dengan jumlah peserta UN sebanyak 42 siswa semuanya dapat mengikuti UN.

Pantauan berikutnya dilakuakan di SD Balangan I, dan Madrasah Ibtidaiyah NU Margokaton Seyegan jumlah peserta UN hanya 11 siswa dan semuanya dapat mengikuti UN. Sementara di SD Kanisius Minggir jumlah peserta UN ada 30 siswa serta di SD Muhammdiyah Turgenen (Ngijon) peserta UN ada 52 siswa.