Pameran Potensi Desa Wonokerto Suguhkan Beragam Hiburan

Turi – Dalam rangka hari jadi Desa Wonokerto, Turi, Sleman, Pemerintah Desa Wonokerto mengadakan kegiatan pameran potensi desa dan Alutsista TNI AD serta merti bumi, Selasa (7/11) di Komplek Kantor Desa Wonokerto.

Adapun tujuan diadakanya acara tersebut adalah untuk memberi tempat bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Desa Wonokerto untuk menjual hasil produknya. Selain itu,  diharapkan usaha-usaha kecil yang ada di dusun-dusun bisa diketahui dan dikenal oleh masyarakat banyak sehingga ke depanya UKM yang ada bisa berkembang dan maju.

Dalam acara ini, Pemerintah Desa Wonokerto juga bekerja sama dengan KODIM 0732/Sleman untuk memeriahkan acara dengan memamerkan Alutsista TNI AD.

Untuk mermeriahkan acara juga ditampilkan kesenian yang ada di Desa Wonokerto seperti hadroh, badui, kobro, sholawatan, ketoprak, dan lain sebagainya.

Acara ini berlangsung dari tanggal 4-12 November 2017. Acara dibuka dengan mujahadah dan pengajian. Sementara untuk penutupan akan digelar pentas wayang kulit. (Harman)




UKM Belajar Kembangkan Usaha Lewat Kelas Managemen Keuangan

Gamping – Kecerdasan finansial atau FinQ merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan dan tata kelola keuangan yang baik. Hal ini disampaikan oleh Direktur akses perbankan Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Restog Krisna Kusuma, SH, , Ak., dalam kegiatan bertajuk Kelas Manajemen Keuangan Usaha bagi UKM Kreatif di Yogyakarta.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Bekraf Indonesia dengan DPR RI Komisi X di Hotel Grand Mercure Yogyakarta Selasa (17/10) pukul WIB. Peserta pelatihan ini sebanyak 120 orang pengusaha UKM kreatif yang telah terseleksi dari 600 orang pendaftar.

Sebagai narasumber Bekraf menghadirkan CEO Financial Wisdom, R. Adjie Wicaksana, Bank BRI, Sigit, dan Head of Community Manager Bukalapak Muhammad Fikri.

KIM Kecamatan Gamping mengikuti kegiatan ini dimaksudkan agar bisa mengembangkan usaha dengan menaikkan omset penjualan dan membuat laporan keuangan usaha sebagai persyaratan   pengajuan kapitalisasi.

Lebih lanjut Bekraf menghimbau kepada seluruh peserta untuk mendaftarkan usahanya di Bekraf Information System on Mobile Application (BISMA). Dengan bergabung di BISMA, pengusaha UKM kreatif akan mendapatkan bimbingan dari Bekraf baik berupa bimtek, workshop, pameran, maupun fasilitasi permodalan. (Adnan Nurtjahjo)




Kemitraan Pengusaha Besar dan UKM Terus Dikembangkan

Sleman – Kemitraan antara pengusaha besar dan UKM di Sleman terus dikembangkan dengan tujuan untuk menjalin kerjasama yang menguntungkan. Kemitraan ini dituangkan dalam bentuk perjanjian kesepakatan/MOU.

Untuk merealisasikan kemitraan ini Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Sleman memfasilitasinya dalam bentuk penandatanganan perjanjian kerjasama antara pengusaha besar dengan UKM Kabupaten Sleman.

Hal itu disampaikan  Kepala BPMPPT Sleman, Drs Purwatno Widodo  disela-sela  penandatanganan perjanjian kerjasama antara pengusaha besar dengan UKM Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Rich Hotel disaksikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Senin (28/11).

Purwatno Widodo menyampaikan ada 4 PMDN yang bermitra dengan 15 UKM dan 2 PMA sebagai tamu peninjau. Yakni Gendhis Natural Bags bermitra dengan pengrajin tas dan pendukungnya sebanyak 8 UKM seperti jasa tenun, rajut, sablón sum dan jahit finisihng.

PT YOGYA Presisi Teknikatama Industri (YPTI) komponen logam dan injection plastik industria sparepart bermitra dengan pengrajin alat tepat guna 3 UKM yakni berupa casting, tungsten/pengelasan listrik, analog dengan komputer, pembuatan profil, radius, silindris, mur, baut, bubut las dan lainnya. PT Garuda Mitra Sejati/JCM bermitra dengan 3 UKM dengan memberikan space pada room pasar Jogja yakni batik Allusan, Jasa Dekor dan Kuliner.

PT PC GKBI Medari bermitra dengan UKM pengrajin mukeno dengan fasilitasi pengadaan bahan baku, bimbingan motivasi dan manajemen. Serta 2 PMA yakni PT Lesax Nesia Jaya Ind. Sarung tangan golf memiliki embrio mitra dengan pengrajin asesoris dan Hotel Easpacrk memiliki embrio bermitra dengan 2 tenan yakni gudeg Yu Jum dan Ayam Goreng Mbok Berek.

Sementara  Sri Purnomo mengatakan Sleman merupakan kawasan yang strategis sehingga  berpeluang bagi pengembangan investasi. Sleman juga memiliki prospek secara ekonomi, merupakan  pilihan tepat bagi tujuan pendidikan serta memiliki beragam obyek wisata. Sleman juga menyimpan beragam potensi yang siap untuk digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, Sleman sangat terbuka dan berpotensi bagi pengembangan usaha-usaha kreatif.

Berbagai program kebijakan yang telah dikembangan adalah untuk menciptakan iklim usaha yang terbuka, kondusif dan aman. Berbagai regulasi telah disiapkan untuk mendukung upaya ini seperti pola pengaturan pajak dan restribusi yang berimbang, yang tentunya sangat mendukung dunia usaha. Keunggulan lain adalah karena Sleman juga merupakan tujuan pendidikan maka ketersediaan tenaga kerja dengan skill yang mendukung usaha selalu melebihi daerah lain.

Selain itu, infrastruktur pendukung usaha seperti sarana dan prasarana transportasi menjadikan Sleman mudah diakses. Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa kegiatan perekonomian masyarakat dari tahun 2015 tumbuh cukup baik. Pada tahun 2015 perekonomian daerah tumbuh 5,28%.

Hasil upaya menjaga keberlanjutan kegiatan perekonomian masyarakat, dilihat dari PDRB Kabupaten Sleman atas dasar harga berlaku selama 5 tahun terakhir setiap tahun mengalami peningkatan cukup stabil.

Pada tahun 2015  sebesar Rp 21,417 trilyun. Demikian pula PDRB atas harga konstan rata-rata meningkat Rp trilyun  pada tahun 2015. Peningkatan tersebut secara langsung meningkatkan  pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp juta pada tahun 2015. Sedangkan PDRB perkapita harga konstan pada tahun 2015 sebesar Rp 6,79 juta.

Dikatakan Sri Purnomo, perkembangan penanaman modal di Kabupaten Sleman selama 5 tahun terakhir, baik investasi PMA, PMDN maupun Non PMA/PMDN mengalami peningkatan baik jumlah unit usaha maupun nilai investasi. Jumlah unit usaha PMDN pada tahun 2015 adalah 57 unit.

Sedangkan nilai investasi pada tahun 2015 menjadi US$ 233 juta mengalami kenaikan sebesar 0,68% dibanding tahun 2014. Demikian juga penyerapan tenaga kerja PMDN, pada tahun 2015 adalah orang.




Hadapi MEA, Bupati Harapkan Sinergitas Pelaku Usaha dan UKM

Sleman – Dalam penyerapan produk lokal dan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadikan tantangan pembangunan ke depan semakin komplek. 

Demikian diungkapkan  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika menghadiri  ‘Gathering Pelaku Usaha dan UKM Produk Lokal’ yang diselenggarakan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman  di Gedung University Club (UC) Univeritas Gajah Mada, Selasa (13/9).

“Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menghadapinya. Oleh karena itu saya mengajak agar semua pihak dapat bersinergi dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing masyarakat dalam menghadapi pasar bebas. Potensi ekonomi dan budaya lokal harus menjadi fokus perhatian kita bersama,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menjelaskan bahwa dalam menghadapi MEA, UKM memiliki peran yang penting.  Menurutnya banyak tenaga kerja yang bergerak di sektor UKM dan ada banyak produk yang dihasilkan UKM. Namun UKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat sering menghadapi beberapa masalah salah satunya yang paling sering terjadi adalah masalah pemasaran.

Tidak sedikit UKM yang dapat membuat produk dan mengemasnya dengan baik namun tidak bisa memasarkan. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga membutuhkan peran serta para pelaku usaha.

Sri Purnomo berharap sinergi antara pelaku usaha dan UKM semakin baik di masa yang akan datang sehingga produk-produk lokal UKM Sleman dapat optimal dipasarkan dan digunakan oleh para pelaku usaha.

“Mari kita cintai produk lokal dan mari kita bangga menggunakan produk lokal UKM Sleman. Mereka harus dilindungi dan didukung agar dapat menjadi pemenang di era persaingan bebas ekonomi ASEAN,” tambah Sri Purnomo.

Sementara  Kepala Bagian Perekonomian, Ir CC Ambarwati, MM menyampaikan bahwa tujuan kegiatan Gathering Pelaku Usaha dan UKM Produk Lokal salah satunya adalah mengenalkan dan mempromosikan produk UKM di Kabupaten Sleman yang diharapkan dapat terjadi kerjasama bisnis antara UKM dan buyer.

Dalam kegiatan tersebut menurut Ambar dihadiri oleh 80 orang peserta yang terdiri dari OPD terkait, pengusaha hotel, retoran, pusat oleh-oleh, UKM, dan BUMD Kota Tanjung Pinang.

Dari kegiatan tersebut Ambar juga menghimbau pada para pengusaha di Kabupaten Sleman untuk menggunakan produk UKM Sleman sesuai dengan Surat Keputusan Bupati No 500/19921 20 Agustus 2015 tentang Penggunaan Produk Lokal.

“Upaya peningkatan penyerapan produk lokal pada kegiatan ini dibuktikan dengan melakukan kerjasama antar pengusaha dan UKM yang dituangkan dalam sebuah piagam yang berisi komitmen bersama pengutamaan penggunaan produk lokal,” tutur Ambar.




178 UKM Dilibatkan Dalam Operasional Joglo Kembar Monjali

Kepala Dinas Pasar Tinjau Galeri Joglo KembarSleman – Sebanyak 178 Usaha Kecil Menengah (UKM) dilibatkan dalam opersional galeri Joglo Kembar Monjali. Dari 178 UKM tersebut merupakan binaan yang terdiri dari UKM kerajinan dan kuliner.

“Kita tahu bahwa pangsa pasar terhadap kuliner dan kerajinan sangat tinggi karena Jogja sebagai salah satu destinasi wisata. Maka dari itu Joglo Kembar Monjali kedepan diharapkan mampu mewadahi UKM yang ada untuk mengenalkan produknya,” kata Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi disela-sela peresmian galeri UKM Joglo Kembar Monjali yang terletak di timur area wisata Monumen Jogja Kembali (Monjali) Sariharjo Ngaglik, Selasa (24/5).

Menurut Tri Endah, pembangunan galeri tersebut merupakan program revitalisasi Pasar Monjali yang merupakan pasar tradisional menjadi pasar bagi para UKM Sleman yang dikelola secara modern dan profesional melalui Usaha Masyarakat Kecil Menengah Development Center (UMKM DC).

“Revitalisasi pasar dibagi menjadi tiga hal yaitu pertama adalah pasar besar yang potensial diupayakan dikelola oleh BUMD. Kedua, untuk pasar sedang dipertahankan dan dikembangkan agar mampu bersaing dengan toko modern. Sedangkan yang ketiga adalah pasar kecil direvitalisasi dengan dialihfungsikan, dikerjasamakan, atau bahkan dihapus,” ungkap Tri Endah.

Dicontohkan Tri Endah, seperti Pasar Monjali ini termasuk pasar kecil, dan bekerjasama dengan UMKM DC dan  PT  Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk direvitalisasi agar membantu dan mengangkat potensi UKM disekitar DIY khususnya di Sleman.

Sementara Denny Praditya selaku Direktur PT PGN mengungkapkan sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pengelolaan gas bumi berkomitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

Joglo Kembar ini sebagai salah satu wujud komitmen  dalam program kemitraan dan bina lingkungan untuk memberdayakan masyarakat serta memberikan stimulan untuk mengembangkan kewirausahaan.