Jaga Kebiasaan Baik agar Tidak Tergerus Perbuatan Maksiat

Ngaglik – Setiap jemaah harus punya ibadah yang menjadi unggulan supaya tetap istiqomah.  Demikian hasil kajian IPHI Ranting Sukoharjo yang dilaksanakan Minggu (11/3) di Gedung IPHI Ranting Sukoharjo Klidon.

Sebagai Pembicara dalam pengajian ini Ustaz K.H. Ismail Ahmad, dari Kabupaten Sleman. Ustaz Ismail memberikan contoh dalam berinfak tidak harus besar dan hanya sekali, 2 ribu tapi secara terus menerus dan istiqomah maka akan menjadi kebiasaan yang baik.

“Semua kegiatan selalu membaca Bismillah, dan tiap hari Salat Dhuha dan dilakukan terus menerus itulah yang istiqomah sehingga dalam kondisi apapun dilakukan seperti halnya salat 5 waktu yang wajib dilaksanakan,” tutur Ustaz Ismail.

Ustaz Ismail juga berpesan untuk para jemaah haji agar tetap menjaga kemabruran dan saling mengingatkan melalui kajian-kajian seperti ini.

“Karena walau sudah dijanjikan masuk surga namun kalau tidak dijaga akan tergerus oleh perbuatan maksiat atau perbuatan dosa yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Ranting IPHI Sukoharjo mengajak para jemaah haji dan umrah Desa Sukoharjo untuk dapat bergabung dan aktif dengan kegiatan kajian ini.

Kajian IPHI Ranting Sukoharjo ini juga dimeriahkan oleh Hadroh Dusun Ngebo dan Dusun Karanglo. Jemaah yang hadir dalam kajian ini berjumlah 89 jemaah. (Suripto)




IPHI Sukoharjo Berangkatkan 13 Jemaah Umrah

Ngaglik – Dalam memberi warna baru dalam ukhuwah islamiyah dalam meningkatkan takwa kepada Allah SWT, IPHI Ranting Sukoharjo mengadakan berbagai macam kegiatan, salah satunya kajian bulanan bergilir dari masjid ke masjid.

Sebagai bukti aktivitas IPHI Ranting Sukoharjo, Minggu (26/11), Biro Umrah Solusi Balad Lumampah (SBL) bekerja sama dengan Perwakilan SBL Sleman melepaskan 13 jemaah ke tanah suci untuk keberangkatan bulan Desember 2017.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Ustaz Sularno untuk memberikan bekal bagi para jemaah yang hadir dan khususnya yang akan berangkat umrah bulan Desember 2017 ini, antara lain dalam menjalankan ibadah diawali dengan niat yang tulus hanya karena Allah SWT, harus banyak bersabar karena dalam perjalanan banyak godaan yang kadang kita tidak menyadari bahwa perbuatan itu setan, jujur dalam segala tindakan dan perbanyak sedekah baik sebelum berangkat maupun di tanah suci serta sepulangnya dari umrah, serta selalu minta pertolongan Allah SWT, selalu istighfar, dan harus mengikuti syarat dan rukun umrah sehingga nantinya mendapatkan umrah yang mabrur dan mabruroh. Demikian inti tausiyah yang disampaikan Ustaz yang sehari-harinya bekerja sebagai Dosen Fakultas Agama Islam di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini.

Dalam kesempatan itu hadir Ketua IPHI Kecamatan Ngaglik, Supriyadi dan Pengurus Ranting Sukoharjo. Kegiatan pelepasan ini dihadiri lebih dari 300 jemaah dari berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta instansi terkait lainnya. (Suripto)