Hari Pertama UN SD/MI Berjalan Lancar

Bupati Sleman Pantau Ujian nasionalSleman – Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI di Sleman hari pertama terpantau berjalan lancar. Hal tersebut diungkapkan  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI usai melakukan pantauan UN bersama Kepala Disdikpora Kabupaten Sleman Arif Haryono SH di SD Jumeneng Sumberadi Mlati Sleman,  Senin (16/5).

Berdasarkan hasil pantauan UN di 4 sekolah dasar yaitu SD Sleman 1, SD Muhammadiyah Sleman, SD Jumeneng, SD Cebongan menurut Sri Purnomo tidak ditemukan adanya kendala.

“Distribusi soal lancar dan kualitas kertas serta cetakan soal ujian bagus, diharapkan siswa dapat mengerjakan soal dengan serius sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” tutur Sri Purnomo.

Sementara  Arif Haryono menjelaskan bahwa UN tingkat SD/MI tahun ini diikuti oleh siswa dari 528 sekolah.

“Dari 528 sekolah tersebut sebanyak 516 sekolah merupakan sekolah penyelenggara dan 12 sekolah merupakan sekolah gabungan UN,” jelas Arif.

Dari pantauan UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia di 4 sekolah tersebut seluruh siswa yang mengikuti ujian hadir meskipun didapati 1 siswa di SD Muhammadiyah Sleman sedang sakit dan harus menggunakan alat bantu jalan.

Arif menambahkan bahwa pada UN tahun ini peserta yang mengikuti ujian di SD Sleman 1 35 siswa, SD Muhammadiyah Sleman 111 siswa, SD Jumeneng 37 siswa, SD Cebongan 83 siswa.




Hari Pertama UN Bupati Pantau Pelaksanaan di 6 SMA/SMK

Bupati Sleman Pantau UNSleman – Secara serentak pelaksanaan Ujian Nasional (uN) untuk tingkat SMA, SMK dan MAN dimulai hari Senin (4/4). Pelaksanaan UN di Sleman akan berlangsung mulai 4-6 April 2016. Hari pertama UN di Sleman mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dengan melakukan pantauan di 6 SMA dan SMK.

Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono SH melakukan kunjungan untuk memantau langsung pelaksanaan UN  di SMAN 2 Sleman, SMAN 1 Ngaglik, SMAN 1 Ngemplak, SMAN 1 Cangkringan, SMA Sunan Kalijogo Cangkringan yang masih menggunakan sistem PBT (Paper Based Test) dan satu SMK yaitu SMKN 1 Cangkringan  yang sudah menggunakan sistim CBT (Computer Based Test)/Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Disela-sela kunjungannya, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa di hari pertama pelaksanaan UN  terlihat lancar tanpa kendala. Dengan adanya sistem baru seperti CBT, Sri Purnomo mengharapkan kemandirian dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal lebih baik.

“Untuk distribusi ujian paper base test baik soal maupun lembar jawab berjalan lancar serta kualitas cetakan juga bagus”, ungkap Sri Purnomo.

Dengan didukungnya kelancaran pendistribusian tersebut Sri Purnomo juga berharap siswa dapat fokus dan maksimal dalam pengerjaan soal ujian.

Ditemui secara terpisah Drs Eri Widaryana MM selaku Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Disdikpora menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan ujian dengan sistim CBT pihak Disdikpora Sleman sudah mengantisipasi untuk menghindari kendala seperti listrik padam dan lambatnya akses internet dengan bekerjasama dengan PLN dan Telkom.

Eri juga mengungkapkan bahwa dalam pelaksanan UN 2016 di Sleman terdapat 2 siswa difabel berasal dari MAN Maguwoharjo. Menurutnya Disdikpora sudah menyiapkan langkah antisipatif sehingga hal tersebut tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan UN tahun ini.

“Sebulan sebelum pelaksanaan UN, pihak sekolah sudah melaporkan pada dinas bahwa ada  dua siswanya berkebutuhan khusus, kami sudah berkoordinasi untuk melakukan pendampingan maupun penyediaan braile dalam ujian ini,” ungkap Eri.

Arif Haryono mengungkapkan bahwa pelaksanaan UN tahun 2016 di Kabupaten Sleman diikuti oleh 61 SMA/MA dengan peserta serta 57 SMK dengan peserta sebanyak .

“Sebanyak 53 SMA melaksanakan UN secara mandiri namun 8 SMA menggabung karena belum terakreditasi,” jelas Arif.

Sedangkan dari 6 SMA/SMK yang dikunjungi Sri Purnomo tersebut pelaksanaan UN di SMAN 2 Sleman diikuti 124 siswa, SMAN 1 Ngaglik 175 siswa, SMAN 1 Ngemplak 121 siswa, SMA Sunan Kalijaga 34 siswa, SMAN Cangkringan 137 siswa, serta SMKN 1 Cangkringan 183 siswa.




Disdikpora Siapkan Program Sukses Prestasi dan Sukses UN

Bupati SlemanSleman – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan Kabupaten Sleman siap menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN dan SMK.

“Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu melalui program sukses capaian prestasi, dan sukses penyelenggaraan UN. Intinya adalah bagaimana agar ujian bisa terlaksana sesuai SOP yang telah ditetapkan,” kata Arif, Minggu (27/3).

Upaya lainnya menurut Arif, dinas bersama satuan pendidikan membentuk program kemitraan sekolah dengan menyusun soal bersama latihan UN, dan bedah kisi. Selain itu dilaksanakan program pertukaran guru dengan harapan ada pengimbasan, meski belum bisa diterapkan di semua sekolah karena alasan kesibukan.

“Program sukses UN ini dievaluasi setiap dua bulan sekali. Harapannya kualitas ujian kali ini bisa meningkat,” tutur Arif.

Tahun lalu, 13 sekolah di Sleman mendapat penghargaan sebagai sekolah penyelenggara UN berintegritas tinggi. Prestasi itu dipandang menggembirakan karena pencapaiannya tidak mudah, dan membutuhkan waktu hingga lima tahun.

“Diharapkan tahun ini jumlah sekolah yang ditetapkan sebagai pelaksana UN berintegritas bisa bertambah. Yang penting adalah menyiapkan mental siswa. Untuk itu diperlukan dukungan dan pendampingan dari orangtua sehingga sejak awal wali murid sudah diundang untuk diberi pemahaman,” tandas Arif.

Diungkapkan Arif, UN 2015/2016 di Kabupaten Sleman akan diikuti siswa mulai jenjang SD hingga SMA/SMK. Untuk tingkat SD, jumlah peserta ujian tercatat siswa berasal dari 528 sekolah. Level SMP dan SMA/MA, masing-masing dan peserta. Sedangkan jenjang SMK, peserta UN sebanyak siswa.

“Semua sudah siap menjalani ujian nasional, baik yang menggunakan sistem paper based test maupun berbasis komputer,” kata Arif.

Pada pelaksanaan UN tahun ini, ada beberapa sekolah yang digabung karena belum terakreditasi. Di tingkat SD, dari 528 sekolah hanya 516 yang menyelenggarakan UN sedangkan sisanya menggabung ke sekolah lain. Untuk jenjang menengah pertama, ada lima sekolah yang menggabung dari total 136 SMP. Di tingkat SMA/MA, penyelenggara UN ada 53 dari total 61 sekolah.

Sedangkan SMK, dinas mendata ada tiga sekolah yang menggabung dengan jumlah penyelenggara 53 SMK.




Dikpora Sleman Siapkan Skenario Mitigasi UN SD/MI

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman menyiapkan skenario mitigasi untuk penyelenggaraan ujian nasional (UN) tingkat SD/MI yang mulai digelar Senin (19/5). Hal ini dilakukan karena Gunung Merapi masih berstatus waspada. Sebanyak lima SD di lereng Gunung Merapi akan menggelar UN di sekolah lain yang lokasinya lebih rendah jika kondisi dinilai tidak aman.  “Kami sudah koordinasi dengan kepala sekolah dasar di lereng Merapi, ada lima SD yang akan bergabung dengan sekolah lain untuk antisipasi kalau dibutuhkan,” ujar Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono Minggu (18/9).

Kelima SD yang berada di lereng Merapi tersebut yakni SD Glagaharjo, SD Srunen, SD Kepuharjo, SD Umbulharjo, dan SD Umbulharjo 2. Jika kondisi berbahaya, siswa di SD Glagaharjo akan bergabung dengan SD Bronggang. Siswa SD Srunen akan digabungkan dengan SD Muhammadiyah Cepit. Siswa SD Kepuharjo akan bergabung dengan SD Kiaran 1. Sementara, siswa dari SD Umbulharjo akan mengerjakan soal UN di SD Kiaran 2.

Untuk siswa SD Umbulharjo 2, tidak akan bergabung dengan SD lain. Jika kondisi tidak aman, siswa dari SD tersebut akan mengerjakan soal UN di SMKN Cangkringan.  Meski demikian, penyelenggaraan UN dalam kondisi berbahaya Merapi akan fleksibel. Siswa dapat mengikuti UN di SD terdekat dengan barak pengungsian.

Skenario tersebut akan berdampak terhadap 127 siswa yang menjadi peserta UN SD di lereng Merapi. SD Galagaharjo mencatatkan 24 peserta UN tahun ini, SD Srunen 20 siswa, SD Kepuharjo 32 siswa, SD Umbulharjo 15 siswa, dan SD Umbulharjo 2 sebanyak 36 siswa. Dari kelima SD tersebut, SD Srunen terletak paling atas.

Kabupaten Sleman mencatat sebanyak peserta ujian akhir sekolah daerah (UASDA) tahun ini. Mereka berasal dari 518 sekolah. Kabupaten Sleman menyiapkan 965 ruang dan pengawas. Untuk UN SD, penyelenggara berasal dari pemerintah provinsi masing-masing.

Dari peserta UN tersebut, sebanyak tujuh siswa dari tiga sekolah memiliki keterbatasan penglihatan (low vision). Arif mengaku pihaknya sudah meminta soal bagi mereka memiliki huruf yang diperbesar. “Kami sudah memintakan ke pemerintah provinsi yang mengadakan soal UN SD,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan TK dan SD Disdikpora Sleman, Subardi  mengatakan soal UN sudah didistribusikan pada Sabtu (17/5) ke Unit Pelaksana Teknis Pendidikan di 17 kecamatan. Dia meminta siswa percaya diri dalam mengerjakan soal UN.




Banyak Peserta UN Paket C Di PKBM Tidak Hadir

Sleman – Dari sekitar 40 bangku peserta Ujian Nasional Paket C di PKBM Panca Usaha Kecamatan Gamping, Sleman, sekitar 10 orang di antaranya tidak datang. Kebanyakan dari peserta UN Paket C ini adalah karyawan, buruh atau pedagang yang ingin meraih derajat pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Panca Usaha, Gamping, Komaruddin, saat ditemui di kantornya, Selasa (15/4), menjelasan bahwa mereka yang ikut UNPC (Ujian Nasional Paket C) ini berusia antara 21 – 50 tahun. “Meski di PKBM, mereka juga sudah mempersiapkan diri untuk ikut UN,” katanya.

Ditambahkan Komaruddin bahwa sejak tiga bulan lalu mereka mempersiapkan diri dengan latihan soal dan penyiapan mental. Komaruddin mengemukakan banyaknya peserta yang tidak datang kebanyakan karena tidak ada izin dari tempat mereka bekerja.

“Ada perusahaan yang berorientasi produktivitas, sehingga menganggap ketidak-hadiran apalagi sampai tiga hari akan mengganggu produktivitas,” katanya.

Menurut dia, jauh sebelum UNPC, PKBM sudah membuatkan surat permohonan dispensasi tidak masuk kerja. Hanya saja ada perusahaan yang tetap tidak memberi izin UN.

Sementara salah satu peserta UNPC, Sarjana (46), mengatakan, ikut UNPC ini diharapkan akan membantu kenaikan pangkat. PNS di salah satu UPTD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman ini diikutkan ke Paket C oleh pimpinannya.

Melalui kepesertaannya itu, Sarjana berharap nantinya bisa menembus jenjang kepangkatan Golongan III saat pensiun.