UNBK, Sekolah Harus Sediakan Genset

Sleman – Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Ery Wirdayana mengatakan dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputet (UNBK) di tahun ajaran 2015/2016 ini, pihaknya mewajibkan sekolah penyelenggara UNBK untuk menyediakan genset.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jaringan listrik yang mengalami gangguan ketika berlangsung UNBK.

‪“Bagi sekolah yang belum memiliki genset, bisa menyewa. Sehingga pelaksanaan UNBK tidak terkendala jaringan listrik yang mati,” kata Ery, Jumat (1/4).

Kendati demikian lanjutnya, Disdikpora Sleman telah berkomunikasi dengan pihak PLN agar tidak melakukan pemadaman khususnya di area sekolah pelaksana UNBK.

Selain itu, sekolah juga diminta untuk menyediakan server cadangan agar ketika terjadi kendala teknis dapat berganti server.

“Persiapan sudah dimatangkan, mengingat pelaksanaan UNBK akan berlangsung Senin (4/4) mendatang. Selain itu, di tahun ajaran ini banyak sekolah yang baru pertama kali menyelenggarakan UNBK,” tutur Ery.

Ery juga menjelaskan, tahun ini peserta UNBK diikuti oleh 24 SMK, 5 SMA dan 5 SMP. Untuk SMA dan SMP di Sleman, ini merupakan tahun pertama mengikuti UNBK.

Sedangkan SMK, terjadi pertumbuhan signifikan dari sebelumnya hanya 6 sekolah.

“Setiap sekolah melakukan simulasi sebanyak tiga kali. Kami ingin siswa familiar dengan cara UN yang baru,” jelas Ery.




34 Sekolah di Sleman Siap Hadapi UNBK

Sleman – Sebanyak 34 sekolah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sleman telah melaksanakan simulasi pelaksanaan unas berbasis komputer. Terakhir, simulasi pelaksaan UNBK digelar di SMKN 1 Godean, Senin (28/3).

Menurut Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Ery Widaryana setiap sekolah peserta UNBK wajib melaksanakan simulasi. Ini dilakukan agar siswa terbiasa menghadapi karena sebelumnya pelaksanaan ujian menggunakan kertas.

“Setiap sekolah telah melakukan simulasi sebanyak tiga kali. Kami ingin siswa familiar dengan cara Ujian Nasional (UN) yang baru ini ,” jelas Ery  disela-sela kunjungan ke SMKN 1 Godean.

Tahun 2016 ini lanjut Ery, peserta UNBK diikuti oleh 24 SMK, 5 SMA dan 5 SMP. Untuk SMA dan SMP di Sleman, ini merupakan tahun pertama mengikuti UNBK. Sedangkan SMK, terjadi pertumbuhan signifikan dari sebelumnya hanya 6 sekolah.

Sementara itu untuk kesiapan sarana, Ery memastikan setiap sekolah telah memenuhi kelayakan mengikuti UNBK. Setiap sekolah, telah memenuhi kewajiban memiliki genset guna mengantisipasi kendala teknis serta cadangan server.

“Kami sudah informasikan kesekolah mengenai kewajiban menyediakan genset meskipun kami telah menyurati PLN agar selama UN tidak terjadi pemadaman listrik,” terangnya.

Sementara  Kepala Sekolah SMKN 1 Godean, Agus Waluyo menjelaskan bila terjadi mati listrik atau kerusakan pada server maka secara otomatis mesin pencatat waktu berhenti. Sedangkan komputer tidak ikut mati karena sudah terhubung dengan UPS.

Bila jaringan internet mati, pihak sekolah sudah mengatisipasi dengan sistem modem. Modem ini, cukup kuat untuk memfasilitasi jaringan inernet satu ruang laboratorium.

“Kami memiliki 102 unit komputer untuk 282 perserta. Sehingga seharinya ada 3 gelombang yang mengikuti ujian,” jelasnya.