Sleman – Bertempat di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Aparatur Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan upacara dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tahun 2017, Senin (22/5). Acara tersebut mengambil tema “Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”.
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Sleman Burkan Rudy Satriya sebagai Irup pada upacara bendera tersebut menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan.
Pada awal tahun 2017 ini, koefisien Nisbah Gini atau Gini Ratio yang merupakan kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan produk masih sekitar 40 persen, maka dari itu Bapak Presiden meminta aparat penyelenggara negara bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan tersebut melalu berbagai langkah yang multidimensi.
Lebih lanjut disaampaikan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan aspek pemerataan bangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan, misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di desa yang belum mendapatkan aliran listrik.
Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi klistrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah bawah, sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik tahun 2016 sebesar Rp. 12 triliun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Salah satu yang terbaru adalah berkenaan dengan jalan Trans-papua yang sudah hampir selesai dibangun. Dari km jalan Raya Trans-papua, km telah dibuka. Dalam bidang agraria, juga telah diluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertumpu pada 3 pilar yaitu lahan, kesempatan dan SDM.
Kebijakan ini bertitik berat pada alokasi dan konsolidasi kepemilikan, penguasaan/akses, dan penggunaan lahan yang dilaksanakan melalui jalur Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan perhutanan sosial.
Pemerintah juga melakukan upaya pemerataan disektor kominfo melalui program Palapa Ring, berupa proyek pembangunan jaringan tulang punggung serta serat optik nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah indonesia sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi (broadband) dapat dinkmati secara luas.
Disampaikan pula bahwa berkah Digitalisasi proses perizinan dipercepat hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula. Dengan harapan bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan semangat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat.
“Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan tetap jaya”, Usai upacara bendera dilajutkan Ziarah ke Makam Dr. Wahidin Soedirohoesodo di mlati.
Hadir pada upacara bendera tersebut antara lain wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, juga Muspida dan kepala SKPD.