Aksi Marching Band Ramaikan Upacara Kemerdekaan Gamping

Gamping – Kamis (17/8) pukul WIB di Lapangan Ambarketawang Gamping diadakan Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-72 yang dihadiri oleh ASN, guru, Komandan Koramil beserta jajaran, Kapolsek Gamping beserta jajaran, KUA, pelajar SMPN 4 Gamping, Kepala Desa, Perangkat Desa se-Kecamatan Gamping, dan ormas.

Sebelum upacara dimulai dipertunjukkan aksi marching band dari SMPN 4 Gamping dan dari SD Muhammadiyah Mlangi. Dalam sambutannya, Camat Gamping yang sekaligus bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan maklumat dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang berkenaan dengan tema kemerdekaan tahun 2017, yaitu kerja bersama. Setelah pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih Camat beserta Muspika Gamping mengadakan acara ramah tamah di Aula Balai Desa Ambarketawang.




PNS Sleman Diajak Tunjukan Citra Sleman yang Kondusif

Sleman- Seluruh karyawan- karyawati Pemkab Sleman beserta jajaran TNI/Polri melaksanakan upacara bendera, Senin (17/7), bertempat di Lapangan Pemda Sleman. Bertindak selaku inspektur upacara Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Sleman, Andreas Purwantyo Setiadi.

Dalam sambutannya Andreas mengingatkan bahwa saat ini jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan memasuki awal semester bagi peserta didik barunya, baik yang berasal dari dalam ataupun luar Kabupaten Sleman. Untuk itu, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menciptakan situasi Sleman yang kondusif, nyaman dan aman. Sehingga, lanjut Andreas, citra Sleman sebagai bagian dari daerah tujuan pendidikan di DIY tetap terjaga baik.

“Sebagai warga yang berbudaya, tentunya kita harus dapat ngaruhke keberadaan mereka. Agar mereka merasa menjadi bagian dari masyarakat Sleman,” tutur Andreas.

Dikatakan pula oleh Andreas bahwa semua anak usia sekolah di Kabupaten Sleman harus menepuh pendidikan formal minimal hingga jenjang SMA atau sederajat. Menurutnya hal ini dimaksudkan untuk membangun generasi muda Sleman yang berkualitas dan berdaya saing untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang sejahtera. “Jika ada yang tidak sekolah, harap dilaporkan ke kantor Kepala Desa, Kecamatan, atau ke Dinas Pendidikan agar difasilitasi,” ungkapnya.

Pada akhir sambutannya, Andreas berharap peringatan Hari Anak Nasional yang akan jatuh pada tanggal 29 Juli mendatang untuk dijadikan sarana instrospeksi diri. Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan keberadaan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak serta ketahanan keluarga masyarakat Sleman.




Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tahun 2017

Sleman – Bertempat di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Aparatur Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan upacara dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional ke-109 Tahun 2017, Senin (22/5). Acara tersebut mengambil tema “Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Sleman Burkan Rudy Satriya sebagai Irup pada upacara bendera tersebut menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan.

Pada awal tahun 2017 ini, koefisien Nisbah Gini atau Gini Ratio yang merupakan kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan produk masih sekitar 40 persen, maka dari itu Bapak Presiden meminta aparat penyelenggara negara bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan tersebut melalu berbagai langkah yang multidimensi.

Lebih lanjut disaampaikan bahwa  pemerintah berupaya meningkatkan aspek pemerataan bangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan, misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di desa yang belum mendapatkan aliran listrik.

Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi klistrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah bawah, sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik tahun 2016 sebesar Rp. 12 triliun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Salah satu yang terbaru adalah berkenaan dengan jalan Trans-papua yang sudah hampir selesai dibangun. Dari km jalan Raya Trans-papua, km telah dibuka. Dalam bidang agraria, juga telah diluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) yang bertumpu pada 3 pilar yaitu lahan, kesempatan dan SDM.

Kebijakan ini bertitik berat pada alokasi dan konsolidasi kepemilikan, penguasaan/akses, dan penggunaan lahan yang dilaksanakan melalui jalur Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan perhutanan sosial.

Pemerintah juga melakukan upaya pemerataan disektor kominfo melalui program Palapa Ring, berupa proyek pembangunan jaringan tulang punggung serta serat optik nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah indonesia sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi (broadband) dapat dinkmati secara luas.

Disampaikan pula bahwa  berkah Digitalisasi proses perizinan dipercepat hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula. Dengan harapan bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan semangat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat.

“Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan tetap jaya”, Usai upacara bendera dilajutkan Ziarah ke Makam Dr. Wahidin Soedirohoesodo di mlati.

Hadir pada upacara bendera tersebut antara lain wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, juga Muspida dan kepala SKPD.




Atraksi Beladiri Tutup Upacara Peringatan HUT Satpol PP dan Linmas

Atraksi PolPP Kota DIYSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menjadi inspektur upacara dalam rangka HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-66 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke-54 yang dipusatkan di lapangan Pemda Sleman, Kamis (24/3). 

Upacara juga  dihadiri  Kepala Satpol PP DIY, GBPH Yudhaningrat  serta peserta upacara dari perwakilan unsur Pol PP dan Linmas dari 5 Kabupaten/Kota, TNI/Polri, PNS, Paksikaton, Tagana, Satpam, Pramuka dan pelajar se DIY. Tema yang diangkat “Mewujudkan Pol PP DAN Linmas yang Humanis, Berwibawa, Disiplin, dan Tegas”.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menyampaikan bahwa sikap humanis diperlukan karena objek pelayanan Pol PP adalah warga masyarakat, ‘3S’ yaitu salam, sapa, dan senyum diperlukan untuk menunjukkan Pol PP merupakan pribadi yang ramah dan tulus melayani masyarakat. Sebagai penegak peraturan perundang-undangan daerah maka sikap disiplin dan tegas juga harus ditunjukkan Pol PP  dalam menegakkan aturan.

Bupati juga menyampaikan bahwa rancangan peraturan pemerintah no. 6 tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja sedang dalam proses penyusunan. Keberadaan Pol PP merupakan salah satu potensi sumber daya aparatur yang sangat penting dalam pemerintah daerah karena kinerjanya berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga rentan terhadap gesekan kepentingan dan konflik.

Ketentuan-ketentuan yang sudah tidak sesuai dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi akan diselaraskan sehingga meminimalisasikan permasalahan.

Pada akhir upacara Satpol PP dan Linmas Kabupaten Sleman serta Satpol PP Kota Yogyakarta melakukan atraksi dengan unjuk keterampilan bela diri dan yel-yel dihadapan Bupati serta tamu undangan yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut Satpol PP Sleman melakukan atraksi mematahkan lempengan besi dan menghancurkan tumpukan genteng dengan tangan kosong.***




Upacara Adat Tuk Si Bedug Digelar

Sleman – Upacara  adat Tuk Si Bedug kembali akan diselenggarakan masyarakat Desa Margodadi Seyegan, Sleman, Jumat (27/6) besok di Lapangan Mranggen Margodadi Sleman.

Ketua Panitia, Benny Sujendro kepada wartawan di Sleman, Rabu (25/6), mengatakan, upacara adat Tuk Si Bedug diselenggarakan untuk melestarikan nilai-nilai budaya bangsa yang adiluhung sekaligus sebagai wahana apresiasi dan revitalisasi masyarakat, khususnya generasi muda terhadap seni tradisi dan budaya lokal.

Rangkaian upacara adat Tuk Si Bedug dimulai pada Selasa (24/6), pukul WIB berupa pentas Campursari “Mardi Irama” Margodadi Seyegan, kemudian hari Rabu (25/6) pukul WIB pentas Koes Ploes-an, dan Kamis (26/6), pukul WIB berupa pementasan Wayang Kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Sancoko.

Puncak upacara adat Tuk Si Bedug berupa Kirab Budaya sejauh 3 kilometer pada hari Jumat (27/6), mulai pukul WIB yang melibatkan Bregada Sunan Kalijaga Mranggen Margodadi, Bregada Tambakboyo Ngino Margoagung, Bregada Asem Gede Krapyak Margoagung, Bregada SD Gendengan, Drumband SMK 17 Seyegan, Kelompok Tani dari 16 padukuhan se-Kecamatan Seyegan, Bregada Perangkat Kecamatan dan Desa se Kecamatan Seyegan.

Di pertengahan kirab budaya di Petilasan Sunan Kalijaga di Dusun Grogol Margodadi diselenggarakan upacara pemidangan, dilanjutkan dengan penyebaran udik-udik. Kirab dilanjutkan menuju Lapangan Mranggen Margodadi dan dilanjutkan dengan display peserta kirab.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengungkapkan bahwa upacara adat Tuk Si Bedug telah menjadi kalender event yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan dari berbagai kalangan.