Puskesmas Minggir Wakili Sleman ke Tingkat DIY

Sleman – Puskesmas Minggir tahun 2017 ini berhak mewakili Kabupaten Sleman maju ke tingkat DIY sebagai Puskesmas Berprestasi, penilaiannya dilaksanakan Rabu (24/5). Tim yang berjumlah tujuh personil dengan ketua tim penilai Dra. Hardiah Yuharti, Apt.

Sedangkan Wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa penilaian Puskesmas merupakan momen yang sangat tepat untuk menge­va­luasi kinerja tenaga kesehatan di Kabupaten Sleman.

Selain itu, Wabup Sleman memberikan motivasi terciptanya tenaga kesehatan yang mempunyai sikap profesionalisme, semangat pengabdian yang tinggi, berdisiplin, kreatif, berilmu, trampil serta dapat memegang teguh etika profesi. Semoga dengan penilaian di lapangan ini semakin memberi gambaran yang jelas kepada Tim Penilai.

Lebih laanjut disampaikan bahwa Kami, Pemkab Sleman beserta seluruh jajaran pelayanan kesehatan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan tersebut dilaksanakan antara lain dengan pengadaan dan perbaikan sarana prasarana kesehatan, puskesmas dan rumah sakit, penyempurnaan sistem pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan, serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Kesehatan.

Dalam melaksanakan misi meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat, diupayakan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh setiap warga Sleman.

Hal tersebut mengingat fungsi Puskesmas sesuai dengan health reform saat ini berorientasi pada upaya preventif dan promotif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Fungsi Puskesmas juga makin kompleks yakni sebagai pusat pemberdayaan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan perorangan dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Perlu saya sampaikan pula bahwa para tenaga medis di Sleman dalam menjalankan tugasnya tidak hanya sekadar melayani pasien saja namun juga melakukan pendekatan secara psikologis kepada pasien dan masyarakat. Dengan cara tersebut, diharapkan masyarakat juga dapat berpartisipasi pada lingkungan sekitarnya dengan menerapkan apa yang paramedis sampaikan.

Keberhasilan di bidang kesehatan di Sleman selama ini tidak dapat dilepaskan dari peran tenaga kesehatan. Dengan demikian keberhasilan tidak hanya meningkatkan usia harapan hidup saja namun lebih persuasif kepada bentuk pelayanan pada masyarakat.

Terlebih lagi kinerja tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas institusi untuk memberi pelayanan yang terstandar. Dalam rangka meningkatkan pelayanan upaya standardisasi pelayanan terus ditingkatkan.

Pada tahun 2016 sudah 25 Puskesmas di Kabupaten Sleman telah tersertifikasi ISO 9001:2008. Demikian juga Dinas Kesehatan, RSUD Sleman dan RSUD Prambanan telah mencapai sertfikat ISO 9001:2008.

Hasil pembangunan dan pelayanan kesehatan untuk mewujudkan capaian kesehatan masyarakat  Sleman dapat dilihat dari indikator rata-rata usia harapan hidup yang mencapai 76,13% tahun, di atas rata-rata nasional 70,6% tahun.

Angka kematian bayi per kelahiran hidup sebesar 0,35% yang lebih baik dibandingkan dengan angka nasional sebesar 34 per kelahiran hidup atau terjadi penurunan yang signifikan.

Demikian juga pada tahun 2016, jumlah ibu melahirkan yang meninggal 8 orang dari KH.  Jika diproyeksikan dengan angka kematian ibu  per ibu melahirkan, maka Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 56,56% dibandingkan dengan DIY mencapai 124/ KH. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap tenaga kesehatan di puskesmas maupun bidan desa semakin meningkat.




Desa Tirtomartani Wakili Sleman Bersaing Dengan 5 Kabupaten se-Indonesia

PKKSleman – Sepuluh orang tim dari BKKBN, TP PKK Pusat (Kemendagri), dan Kemenkes menyambangi Dusun Nduri, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman melakukan penilaian dan evaluasi kegiatan kesatuan gerak PKK, KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga), dan Kesehatan.

Soetriningsih SSos MM, selaku ketua tim menuturkan bahwa terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai salah satu nominasi pemenang untuk kategori Kabupaten mewakili Provinsi DIY yang dalam kegiatan ini diwakili oleh Desa Tirtomartani, Kalasan merupakan suatu kebanggaan karena enam Kabupaten yang terpilih sebagai nominasi sebenarnya telah terpilih sebagai pemenang, namun enam kabupaten tersebut akan memperebutkan posisi Pakarti Utama atau Pakarti Madya yang terdiri dari pemenang 1,2, dan 3.

“Lima Kabupaten yang akan bersaing dengan Kabupaten Sleman yaitu Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalteng, Kabupaten Boyolali Provinsi Jateng, Kabupaten Agam Provinsi Sumbar, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung, serta Kabupaten Bangli Provinsi Bali,” tutur Soetriningsih.

Soetriningsih juga mengungkapkan bahwa capaian kegiatan yang dilombakan dan dinilai merupakan pencapaian kegiatan PKK-KKBPK-Kesehatan selama bulan Oktober-Desember tahun 2015 yang kemudian dilakukan evaluasi dan verifikasi dari data yang yang disampaikan dalam laporan/profil yang telah dikirimkan.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tirtomartani Ratnawati Marfuah SPd mengungkapkan bahwa tim pelaksana kesatuan gerak PKK, KB Kesehatan Desa Tirtomartani ditetapkan berdasarkan SK Kepala Desa Tirtomartani no. 2 tahun 2015 pada bulan April 2015.

Selanjutnya berdasar SK No. 21/KEP/PKK KAB/V/2015 Kesatuan gerak PKK, KB Kesehatan Desa Tirtomartani menjuarai tingkat Kabupaten Sleman, dan berdasarkan SK No. 01/KPTS/ ditetapkan sebagai juara I tingkat DIY yang selanjutnya mewakili DIY maju ke tingkat nasional.

Ratna juga mengungkapkan bahwa pembinaan secara maksimal telah dilakukan baik oleh TP PKK Desa Tirtomartani, TP PKK Kecamatan Kalasan, TP PKK Kabupaten Sleman, Dinkes Kabupaten Sleman, Badan KB kabupaten Sleman kepada berbagai kelompok yang ada di Desa Tirtomartani. Desa Tirtomartani sendiri memiliki 3 kelompok BKL, 9 Kelompok UPPKS, satu kelompok PIK-R, 4 kelompok BKB, 2 kelompok BKR, 18 kelompok sub PPKBD, dan 132 kelompok KB.

“Pembinaan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dari tingkat dasawisma sampai tingkat desa bagi keluarga yang memiliki balita, remaja, lansia, PUS, dan kader dengan materi kesehatan reproduksi, alat kontrasepsi, penundaan usia perkawinan, HIV/AIDS, kegiatan ekonomi produktif, pemberantasan sarang nyamuk, pergaulan bebas dan NAPZA,” kata Ratna, Kamis (7/4).

Semenytara Wakil Bupati Sleman, Drs Sri Muslimatun MKes yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa program KB sangat bagi peningkatan kualitas keluarga di Sleman, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menggalakan program KB.

Pada tahun 2015 jumlah peserta KB aktif sebesar dari total PUS sebesar dengan jumlah peserta KB pria sebesar , sedangkan untuk jumlah kelompok BKB sebanyak 239,  jumlah kelompok BKR sebanyak 154, jumlah kelompok BKL sebanyak 201 dan jumlah UPPKS sebanyak 803.

Kebijakan dan program pembangunan di bidang KB dalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera, tidak hanya sekadar pembatasan kelahiran dan pengaturan jarak kelahiran, tetapi lebih kepada peningkatan kualitas keluarga. Berkenaan dengan hal tersebut, implementasi kegiatan di bidang KB sangat terkait dan bersinergi dengan pembangunan bidang lainnya, diantaranya adalah bidang kesehatan, sosial, pendidikan dan sebagainya.

“Keterpaduan kebijakan dan pelaksanaan program di berbagai bidang tersebut, telah mampu meningkatkan kualitas keluarga  masyarakat Sleman,” ungkap Sri Muslimatun.




KUA Minggir Wakili Sleman Ke Lomba KUA Teladan Tingkat DIY

Sleman – KUA Minggir berhak mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba KUA Kecamatan Teladan tingkat DIY tahun 2014, karena  KUA tersebut merupakan yang terbaik se-Kabupataen Sleman tahun 2014 dan telah dinilai oleh Tim penilai dari Provinsi DIY, Sabtu (31/5).

KUA Kecamatan Minggir berhak mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba KUA Teladan tersebut, karena dinilai telah sesuai dengan tupoksinya yang melaksanakan sebagiaan tugas Kementerian Agama Kabupaten Sleman dibidang urusan agama Islam.

Antara lain pelaksanaan pelayanan, pengawaasan, pencatatan dan pelaporan nikah dan rujuk, pelayanan bimbingan keluarga sakinah, pelayanan bimbingan kemasjidan dan lainnya, dan itu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

Disamping itu, KUA Kecamatan Minggir  yang menjunjung Visi dan misi untuk pengabdian pada masyarakat, dan itu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Visi dan misi tersebut antara lain  memberikan pelayanan yang berintegritas dan profesional  dalam mewujudkan masyarakat yang agamis dan berbudaya, khususnya di wilayah Minggir, juga meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan untuk meningkatkan pelayanan, bimbingan daan pembinaan keluarga sakinah, KUA kecamatan Minggir menetapkan lima pilar pembinaan keluarga sakinah.

Kelima pilar tersebut adalah kursus pra nikah, kursus calon pengantin, konseling keluarga dan hukum munakahat, pembinaan pasca nikah daan pembinaan desa binaan keluarga sakinah. Dengan lima pilar pembinaan tersebut
akhirnya KUA Minggir berhak mewakili kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI ketika menerima tim penilai lomba KUA teladan tingkat DIY menyampaikan bahwa  dalam lomba KUA teladan tersebut bukan semata-mata hasil sebagai juara yang dipentingkan, namun yang lebih penting adalah pembinaan agar kedepan KUA lebih baik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

Disamping itu kedepan KUA Minggir lebih maju terutama di era IT ini mengingat semua kegiatan selalu berkaitan dengan teknologi.

Sementara Ketua Tim Penilai lomba KUA teladan tingkat DIY Drs H Masdjuri MSi menyampaikan bahwa lomba tersebut merupakan salah satu pembinaan bagi KUA dan jangan hanya berorientasi untuk meraih juara, tetapi yang lebih penting adalah pelayanan pada masyarakat lebih baik dan meningkat.

Adapun aspek yang dinilai dalam lomba tersebut antara lain komposisi Visi dan misi dan moto pelayanan, mau dikemanakan arah pelayanan KUA. Juga komposisi sistem dan proses pelayanan, kemampuan SDM, komposisi sarana dan prasarana dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut  diserahkan pula sertifikat tanah wakaf sebanyak 14 bidang oleh Bupati Sleman kepada kepala KUA yang mendapat tanah wakaf, juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Mushala as-sakinah di komplek KUA Minggir yang menelan biaya Rp185,25.