Warga Prambanan Dapat Droping Air Bersih

Bantuan Air BersihSleman – Minimnya sumber air bersih di Kecamatan Prambanan ini selalu terjadi ketika musim kemarau. Sebenarnya beberapa upaya telah dilakukan oleh Pemkab Sleman untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Prambanan secara berkesinambungan. Salah satunya adalah pengembangan jaringan air bersih desa yang dikelola oleh masyarakat.

Jaringan air tersebut sudah terpasang di 5 desa di wilayah prambanan ini yaitu di Sambirejo, Gayamharjo, Wukirharjo, Sumberharjo dan Bokoharjo. Namun demikian infrastruktur tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air ketika musim kemarau seperti ini. Penanganan krisis air di musim kemarau seperti ini memerlukan komitmen dan langkah bersama, antara pemkab Sleman, swasta dan masyarakat.

Langkah tersebut tidak sekadar pemberian bantuan berupa droping air, tetapi lebih pada upaya bagaimana menjaga kesinambungan jaringan air bersih yang mampu menjangkau masyarakat sepanjang waktu. Hal ini dikarenakan  penyediaan air bersih melalui Paguyuban Pengelola Air Minum Perdesaan atau disingkat Perpamdes lebih murah dibandingan dengan droping air dari bawah ke atas.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi saat memberikan bantuan Air Bersih di  Padukuhan Dlingosari Klumprit I Wukirharjo Prambanan Sleman, Rabu (2/9). Lebih lanjut disampaikan Gatot bahwa air merupakan kebutuhan pokok semua makluk hidup, oleh karena itu diharapkan agar masyarakat di Kecamatan Prambanan ini dapat mengelola pemakaian air dengan hemat dan jangan sampai rebutan air dengan sesama warga.

“Karena itu, peran organisasi pengelola pemakai air harus lebih dioptimalkan. Jika terjadi permasalahan hendaknya dapat diselesaikan dengan cara baik-baik, dirembug dan diupayakan secara musyawarah kekeluargaan,” kata Gatot.

Ditambahkan pula bahwa yang perlu diwaspadai untuk wilayah Prambanan adalah berpotensinya kekeringan, angin ribut, tanah longsor, dan bahaya kebakaran. Oleh karena itu masyarakat agar selalu berhati-hati terutama dimusim kemarau ini untuk tidak membakar sampah sembarangan untuk meminalisir bahaya kebakaran.

Sedangkan direktur Utama Bank BPD DIY Bambang Setiawan menyampaikan bahwa  bantuan sebanyak 150 tangki air untuk warga Prambanan tersebut agar dapat dimanfaatkan dengn baik, paaling tidak kebutuhan air dalam jangka pendek dapat terpenuhi. Laebih lanjut disampaikan bahwa program pemberian bantuan air bersih tersebut  merupakan salah satu program kepedulian Bank BPD DIY yang terankum dalam program CSR.

Bantuan Air bersih dari Bank BPD DIY taersebut diserahkan oleh Bambang Setiawan dan diterima Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi, selanjutnya bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut warga masyarakat setempat menyiapkan tumpeng untuk merayakan hari ulang tahun Gatot Saptadi.***




BPBD DIY Siapkan 50 Tangki Air Bersih Bagi Warga Prambanan

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyiapkan 50 tangki air bersih untuk mengatasi kekeringan di perbukitan Prambanan. Air tersebut langsung disalurkan bagi warga yang memang mulai kekurangan air.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BPBD) DIY Dwiarto Setyabudi menuturkan, dipilihnya Prambanan sebagai lokasi droping air berdasarkan pemetaan. Baik dari BPBD DIY maupun BPBD Sleman telah memetakan jika wilayah Sleman yang krisis air bersih di musim kemarau adalah Prambanan.

”Kami koordinasikan dengan BPBD Sleman mengenai lokasi yang akan mendapatkan bantuan.‬ Sesuai peta kekeringan. Untuk wilayah Kabupaten Sleman memang berada di Kecamatan Prambanan,” katanya.

BPBD DIY juga telah mengajukan tambahan dana untuk penanggulangan darurat kekeringan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Itu juga berdasar laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta jika tahun ini akan ada kemarau panjang. Akibat dari awan El Nino.

”Begitu dapat laporan dari BMKG, kita langsung mengirim proposal ke pusat. Meski kita belum menetapkan status darurat kekeringan di wilayah DIY,” tegasnya.




Warga Prambanan Nantikan Hujan

Sleman – Menjelang berakhirnya musim kemarau, warga di perbukitan Prambanan masih mengalami krisis air. Apalagi gerimis yang beberapa waktu lalu sempat turun belum merata dan hanya jatuh di lokasi bawah. Sedangkan di daerah atas masih belum ada hujan, baru sebatas mendung.Kepala Desa (Kades) Gayamharjo Sugiyanta mengatakan hal tersebut, kemarin. Menurutnya, warga kini sedang menanti turunnya hujan. Ini agar kebutuhan air bersih mereka dapat segera terpenuhi. Meski dalam beberapa pekan terakhir cuaca cenderung mendung, namun hujan belum juga turun.

“Sampai sekarang belum turun hujan. Tapi kalau mendung sudah.  Udara juga mulai lembab. Mungkin pertengahan bulan depan mulai ada hujan. Akibatnya hingga sekarang warga masih membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sugiyanta menambahkan, hingga akhir Oktober sudah ada dari salah satu bank yang  melaporkan akan mendroping sebanyak 250 tangki air bersih bagi warga Gayamharjo. Jika dilihat dari jumlah tangki yang akan dikirim, kemungkinan bantuan air bersih masih tetap ada hingga pertengahan November nanti.

“Tapi untuk kebutuhan air bersih di sejumlah warga sudah bisa dipenuhi dari Organisasi Pengatur Air (OPA) di sistem Prambanan 3. Mulai beroperasinya kembali pengurus ini cukup meringankan beban warga kami dalam hal pemenuhan air bersih,” jelasnya.




Warga Prambanan Terima Bantuan Air

air bersihSleman– Dampak kemarau panjang tahun 2014 ini mengakibatkan sebagian wilayah di Kecamatan Prambanan kekurangan air bersih, seperti yang terjadi di pedukuhan Klumprit Desa Wukirharjo Prambanan. Dari 144 KK di pedukuhan Klumprit sebagian besar kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut sebagian masyarakat membeli tangki air, meskipun harganya cukup tinggi antara Rp hingga Rp  tetapi karena kebutuhan yang pokok masyarakat tetap membeli air.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, pada Jumat (19/9) panitia peringatan Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman memberikan bantuan 20 tangki air bersih, yang diwujudkan dalam bentuk uang sebesar Rp 2,5 juta. Uang tersebut diharapkan dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih atau kebutuhan yang lain.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Asekda bidang Adminsitrasi Djoko Handoyo SH dan yang didampingi Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman, Dra F Retno Wisudawati dan diterima Kepala Desa Wukirharjo Prambanaan.

Djoko Handoyo maupun Retno Wisudowati saat penyerahan bantuan yang ditandai dengan pengisian air ke drigen milik masyarakat antara lain menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan kepedulian kaum Nasrani Kabupaten Sleman yaang tergabung dalam panitia peringataan hari besar Kristiani Kabupataen Sleman, sebagai  upaya dalam berbagi kasih pada sesama terutama mereka yang membutuhkan seperti masyarakat pedukuhan Klumprit Prambanan.