Turi Gelar Apresiasi Macapat Jelang Lomba

Turi – Senin (11/9) malam, di Kecamatan Turi diadakan apresiasi macapat. Peserta apresiasi macapat ini ada 15 orang yang mana latihan dipimpin oleh Drs. H. Panggih.               

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Seksi Sejarah, Nilai Budaya, Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Anas Mubakkir. Dalam sambutannya, Anas mengapresiasi kegiatan macapat yang selalu rutin diadakan setiap malam Jumat ini. Anas juga mengharapkan pelaksanaan kegiatan ini tidak mengendur dan menghimbau untuk mengajak generasi muda.

Dalam rangka menjaga kelestarian seni macapat, Dinas Kebudayaan Sleman juga mengadakan lomba macapat bagi siswa SD, SMP, SMA, guru-guru, perguruan tinggi, dan masyarakat umum. Bahkan, pada Selasa (22/9) akan diadakan lomba macapat tingkat kabupaten bagi guru-guru di Rumah Dinas Bupati Sleman yang mana Turi akan mengirimkan 4 peserta.

 




Merti Dusun Biru Tampilkan Seni Tari Juga Musik

Gamping – Merti Dusun Biru, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping tahun 2017 dibuka pada Sabtu (9/9) pukul WIB di Lapangan Trihanggo. Camat Gamping Abu Bakar, ., membuka acara Merti Dusun dengan memukul gamelan (bendhe-red).

Pembukaan ini dihadiri oleh 500 orang warga Padukuhan Biru, Camat Gamping, jajaran Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17 Gamping, para tokoh masyarakat, pemuka agama, perangkat Desa Trihanggo, dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda.

Di hari pertama ini, pertunjukan diisi oleh tari-tarian dan B-Plus Band yang mendendangkan lagu-lagu group band legendaris Koes Plus. Ditampilkan juga sendratari (seni drama, dan tari-red) dari Sanggar Tari Biru Manunggal RW 30 berjudul Tetenger yang mengisahkan tentang asal-usul berdirinya Padukuhan Biru. Sendratari ini disutradarai oleh Barep Supriyanto.

Pertunjukan seni malam ini diakhiri dengan tampilnya Gejog Lesung dan Ketoprak Lesung “Sri Rejeki” pimpinan Susanto Raharjo yang tahun 2017 ini meraih juara 1 Lomba Gejog Lesung se-Provinsi DIY yang dilaksanakan di Pajangan Bantul.

Bertemakan “Menuju Kampung Wisata Seni dan Budaya”, agenda Merti Dusun Biru ini akan dilaksanakan hingga 7 Oktober 2017.




16 Anak di Turi Kembali Dapatkan Imunisasi MR

Turi – Puskesmas Turi kembali menggelar imunisasi MR (Measles Rubela) pada Kamis (7/9) di Posyandu Kembangarum 13. Selain dari 5 petugas dari Posyandu Kembangarum 13, kegiatan ini juga didukung oleh petugas Puskesmas Turi.

Imunisasi ini diikuti oleh 16 anak. Anak-anak tersebut diperiksa terlebih dulu oleh Dokter Inkes sebelum pada akhirnya diimunisasi.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kadus Turi 13, P. Prasetyo Kunto Wibowo. Menurut keterangannya, Posyandu Kembangarum 13 rutin setiap bulan melakukan pemeriksaan balita pada tanggal 18. Dengan dana yang terkumpul dari masyarakat, anak-anak balita mendapat fasilitas pemeriksaan seperti penimbangan berat dan juga pemberian tambahan gizi. Kegiatan ini tak hanya dikhususkan bagi anak-anak balita, para lansia pun dapat ikut datang untuk memeriksakan kesehatannya.

Setelah dari Kembangarum tim imunisasi melanjutkan ke Dusun Turi.




Masyarakat Perlu Terlibat Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Gamping – Dalam rangka mengetahui situasi Kamtibmas di Kabupaten Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping dalam hal ini Seksi Ketentraman dan Ketertiban mengadakan Penyuluhan Ketentraman dan Ketertiban, Senin (4/9) pukul WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari unsur pelajar, organisasi kemasyarakatan, kepolisian, TNI, satlinmas, dan aparat pemerintah desa. Sebagai narasumber Komandan Rayon Militer 17 Gamping Mayor (Inf) Sri Wiyanto, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, dan Satuan Binmas Polres Sleman.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan sambutan dari Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi yang memberikan himbauan kepada peserta untuk selalu waspada terhadap kasus-kasus rawan konflik yang terjadi di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Danramil 17 Gamping menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan yang menyangkut esensi nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara, dari Sat Binmas Polres Sleman memaparkan materi yang berisi tentang Kamtibmas, penyakit masyarakat, pencegahan kejahatan dan peran masyarakat yang dapat dilakukan. Sebagai penutup kegiatan penyuluhan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman menyampaikan tentang perlunya peran aktif warga masyarakat untuk menjaga keamanan, ketentraman, dan ketertiban di lingkungan masing-masing.




Silaturahmi Kelompok Macapat Suko Wiromo Lestarikan Budaya Adiluhung

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, sekarang sedang menggerakkan pembangunan di segala bidang, tak hanya bidang agama seperti Festival Takbir Keliling yang baru-baru ini dilaksanakan, tetapi juga menggerakkan bidang budaya melalui Program Silaturahmi melalui Kelompok Macapat Suko Wiromo yang dilaksanakan Senin (4/9) di Dukuh Josari, Dusun Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan apabila tidak ada yang ngunduh maka kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo,

Kelompok ini diharapkan nantinya menjadi lembaga yang resmi dalam bidang budaya sehingga dibentuklah kepengurusan kelompok yang diketuai oleh Subadi dari Dusun Mendiro Sukoharjo, Ngaglik.

Kelompok ini pun terbilang cukup aktif berkiprah seperti sering tampil di lingkungan masyarakat baik dalam hajatan maupun peringatan hari penting. Bahkan, pernah tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peserta dari kegiatan silaturahmi macapat ini adalah dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau, mampu serta mempunyai bakat untuk mengembangkan seni budaya macapat ini.

Kepala Dukuh Josari, M Jamin mengatakan bahwa masyarakat dan seluruh warga Josari Tanjungsari menyambut baik dan antusias. Menurutnya, warga sangat bagus dan semangat untuk hadir menonton kegiatan ini.

Jamin berharap kegiatan silaturahmi ini tetap bisa dilaksanakan dengan berkesinambungan untuk melestarikan budaya adiluhung melalui macapat ini.