Kenduri Budaya Wujud Syukur Masyarakat Ngemplak

Ngemplak – Rabu (15/8), Pemerintah Desa Wedomartani mengadakan Kenduri Budaya dan doa bersama lintas agama yang dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Sujendro di Pendopo Balai Desa Wedomartani.

Acara tersebut diadakan dalam rangka menyongsong peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI dan Pemilu Damai tahun 2019.

Didahului dengan Kenduri Budaya secara massal yang diikuti seluruh Padukuhan, acara dimulai pada pukul WIB. Sebanyak 25 tumpeng sudah tertata rapi dan siap didoakan oleh tokoh lintas agama.

Acara tersebut dihadiri semua perangkat desa, dukuh, unsur BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lembaga desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wedomartani Teguh Budiyanto menyampaikan kegiatan ini perlu dilestarikan karena merupakan wujud syukur kita tehadap Tuhan Yang Maha Kuasa.

Acara dilanjutkan dengan pentas wayang kulit yang ditandai dengan penyerahan tokoh wayang Batoro Kresno karena mengambil lakon Wahyu Antatwulan. Pentas wayang kulit juga dimeriahkan oleh bintang tamu Sukir, Rajiman, dan waranggono Nyi Suyati. (Sugeng Raharjo)




Sambut Libur Imlek, Wisata Kaliurang Pentaskan Seni Topeng Ireng

 Turi – Dalam rangka menyambut liburan Imlek sekaligus liburan panjang, obyek Wisata Kaliurang menyelenggarakan pentas berbagai macam kesenian tradisional maupun modern di Kabupaten Sleman. Hal ini dilakukan untuk menarik pengunjung di obyek Wisata Kaliurang yang mana merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang Kabupaten Sleman dan merupakan penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman yang cukup besar.

Salah satu kesenian yang ditampilkan pada Jumat (16/2) di Tlogo Putri Kaliurang adalah Seni Topeng Ireng Arka kawedar yang beralamat di Dusun Kadiluwih Margorejo Tempel. Seni topeng ini merupakan binaan dari Kesenian Topeng Ireng Siswo Kawedar Wonosari, Bangunkerto, Turi.

Pementasan seni topeng yang dimulai dari pukul WIB sampai pukul WIB ini berjalan lancar dan cukup meriah dikarenakan cuaca cukup cerah sehingga penonton antusias untuk melihat pementasannya.

Pementasan ini ternyata tidak hanya diadakan saat liburan hari raya tetapi setiap hari Minggu dan juga setiap Sabtu malam. Ini untuk menambah destinasi wisata seni tradisional yang ada di Obyek Wisata Kaliurang serta untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di Kabupaten Sleman. (Harman)




Giri Festival, Kesempatan Girikerto Promosikan Pariwisata

Turi – Dalam rangka Hari Jadi Desa Girikerto, Pemerintah Desa Girikerto bekerja sama dengan pengurus desa budaya, karang taruna, dan masyarakat mengadakan acara Giri Festival setiap tahunnya.

Adapun tujuan Giri Festival adalah untuk memupuk dan melestarikan kebudayaan serta tradisi turun temurun yang hingga sekarang masih dilakukan oleh masyarakat di Desa Girikerto. Pun, untuk mempromosikan dan memasarkan berbagai macam produk UMKM dan pariwisata Desa Girikerto.

Giri Festival dimulai dari Kamis (16/11) sampai Minggu (19/11) bertempat di Gedung Serbaguna Desa Girikerto. Pada pembukaannya dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantoro, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, Camat Turi, Siti Angraeni Susila Prapti, Kapolsek Turi AKBP, Rusdianto, Danramil Turi CPL, Dariswan, Perangkat Desa Girikerto, karang taruna, pengurus Desa Budaya Girikerto, dan masyarakat.

Bermacam-macam acara digelar, antara lain pentas kesenian. ketoprak, wayang kulit, kobro, jathilan, campursari, karawitan, dan lain-lain. Selain itu, dijual juga berbagai produk dari UMKM seperti kerajinan dari sampah, susu kambing etawa, tanaman hias, berbagai macam produk olahan dari salak, dan lain sebagainya.

Puncak acara yang sedianya berlangsung Minggu (19/11) akan ditutup dengan Upacara Adat Ngrowot. (Harman)




Festival Garis Imajiner Sarana Uri-uri Budaya

Sleman – Dinas Kebudayaan Sleman kembali menggelar festival budaya bertajuk Festival Garis Imajiner. Festival yang rencananya diadakan dari 21-23 September ini resmi dibuka pada Kamis (21/9).

Penyelenggaraan Festival Garis Imajiner ini dipusatkan di Bantara Sungai Code Bawah Jembatan Baru UGM, mengingat lokasi ini dianggap sebagai titik bertemunya garis imajiner antara Laut Selatan, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Tugu Jogja dan Gunung Merapi.

Dalam Festival Garis Imajiner terdapat 3 bentuk kesenian yang akan ditampilkan. Pertama, Kirab Megangampak Hangrangin atau pawai seni budaya. “Yang melibatkan 38 grup kesenian dan bregada,” terang Aji Wulantara, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman. Dalam pawai ini, Aji menambahkan bahwa Dinas Kebudayaan Sleman menggandeng Polres Sleman untuk ikut memeriahkan pawai melalui pawai kebangsaan.

Pawai dimulai dari tiga titik, yakni dari Hotel Tentrem untuk zona selatan, dari Pasar Kutu untuk zona barat, dan dari Jalan Monjali untuk zona utara. “Semua peserta akan bertemu di Jembatan Sardjito atau jembatan baru UGM,” tutur Aji Selasa (19/9) di Ruang Bidang Humas Pemkab Sleman.

Selain Kirab Megangampak Hangrangin, ada agenda Sleman Hanengsemi, yakni pergelaran seni budaya tradisional kerakyatan dengan 21 grup yang berpartisipasi. Selanjutnya adalah Mataram Mangarsi atau pementasan tiga genre bentuk seni yang berbeda dalam satu rangkaian cerita. Tiga genre tersebut adalah sendratari, kethoprak, dan wayang kulit.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang hadir dalam pembukaan acara ini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pelaku seni. Sebab, kegiatan yang baru pertama kali digelar ini dapat menjadi upaya untuk nguri-uri (melestarikan-red) budaya juga untuk mengenang kembali sejarah masa lalu yakni kisah perjalanan Panembahan Senopati, yang dapat menjadi teladan dan diambil hikmah dari kepemimpinan para pendahulu.

Ke depannya, Sri Muslimatun berharap acara ini dapat dikemas menjadi agenda acara yang lebih menarik lagi.




Wayang Kulit Tutup Gamping Gegayengan

Sleman – Pagelaran wayang kulit lakon Semar Mbangun Deso Dhalang Ki Seno Nugroho, di lapangan Balecatur Minggu, (31/5) menutup rangkaian acara Gamping Gegayengan’, sebelumnya ditampilkan juga dhalang muda berbakat Diki Mahendra dari Gejawan Kulon. Kegiatan ini menurut Camat Gamping, Priyo Handoyo, Selasa (2/6)  selain untuk memupuk dan menumbuhkan seni dan budaya di wilayah Kecamatan Gamping juga dalam rangka memperingati dan menyemarakan Hari Jadi ke 99 Kabupaten Sleman tahun 2015.

Sebelumnya lanjut Priyo juga telah ditampilkan berbagai kegiatan Gelar Budaya dan Gelar Potensi masyarakat Gamping yang pada tahun 2015  dikemas dalam bentuk kegiatan Gamping Gegayengan, yakni berbagai kegiatan seperti Lomba Wajah dan Administrasi Padukuhan, Roadshow Senam Massal, Launching Dana Sosial PNPM Mandiri Perdesaan, dan Bazar, di Lapangan Ambarketawang ( bersama Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bersama Ibu Hj Kustini Sri Purnomo ) di halaman Kantor Kecamatan Gamping juga dilaksanakan gelar PAUD,  Pentas Seni Religius, dan Pengajian Akbar, Olimpiade Dolanan Anak, Pentas Kethoprak.

Di Lapangan Nogotirto digelar Festival Jathilan,  Pentas Seni dan Campursari, Pentas Seni dan Koes Ploesan, Pertunjukan Reog. Sementara Kirab Budaya juga dilaksanakan dengan star di Lapangan Nogotirto dan finish di Embung Serut Banyuraden.***