Upacara Adat Pager Bumi Wujud Syukur Hasil Bumi

Turi – Upacara Adat Pager Bumi di Desa Wisata Pulesari cenderung sama dengan upacara merti desa lainya, yaitu menampilkan berbagai macam kesenian seperti wayang kulit, jatilan, kobro, dan bregada. Namun, yang membedakan Upacara Adat Pager Bumi yang diselenggarakan pada Jumat (17/11) ini adalah acara dibuka dengan prosesi mubeng (keliling-red) deso. Semua warga Dusun Pulesari wajib ikut acara nengelilingi pinggir kampung melewati jalan setapak yang sudah disiapkan oleh warga ini.

Acara dimulai dengan mujahadahan kemudian dilanjutkan jalan keliling kampung dengan topo bisu (berjalan dengan tidak boleh mengeluarkan kata atau suara) dan diwajibkan berdoa dalam hati untuk keselamatan semua warga.

Malam kedua digelar pentas wayang kulit sementara siang harinya diadakan prosesi Kirab Tumpeng dari Pendopo Desa Wisata Pulesari menuju ke makam. Sebelum diperebutkan oleh warga tumpeng didoakan terlebih dulu dengan harapan mendapatkan berkah dari berbagai macam jenis gunungan tersebut. Sementara itu, malam ketiga dimeriahkan oleh Pentas Kesenian Kobro Siswo dan malam terakhir ditutup dengan Pentas Kesenian Jatilan

Tujuan diadakanya upacara tersebut adalah untuk melestarikan adat istiadat juga seni budaya. Selain itu, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil bumi selama satu tahun ini.

Harapan, semoga Yang Maha Kuasa selalu memberikan rejeki yang melimpah dan memberikan keselamatan kepada semua masyarakat Desa Pulesari ditahun-tahun yang akan datang. (Harman)




Ngemplak Gelar Acara Sebagai Wujud Syukur

Ngemplak – Wayangan semalam suntuk dengan lakon Banyu Suci Perwitosari dan dalang Ki Soewondo Hadi Prayitno dari Bantul sebagai penutupan rangkaian merti desa dan gelar potensi desa di Desa Wedomartani, Ngemplak, digelar Jumat (10/11) di Balai Desa Wedomartani, Ngemplak.

Genap satu minggu acara merti desa ini berlangsung, berbagai acara dari kirab budaya, gunungan dengan gerobag, festival dolanan anak, badui, rodad, jathilan, wayang wong, kethoprak, kroncong, pasar malam, hingga pameran potensi warga sudah digelar mulai 4-10 November 2017.

Acara ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada pemerintah desa dan seluruh warga Wedomartani. Hal ini disampaikan oleh Ketua Desa Budaya Wedomartani, Mujiburohman.

Rangkaian acara yang sebelumnya dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun ini merupakan agenda Pemerintah Desa Wedomartani, Ngemplak yang sedianya akan dijadikan agenda tahunan. (Bibit Babe)