Silaturahmi Kelompok Macapat Suko Wiromo Lestarikan Budaya Adiluhung

Ngaglik – Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto, sekarang sedang menggerakkan pembangunan di segala bidang, tak hanya bidang agama seperti Festival Takbir Keliling yang baru-baru ini dilaksanakan, tetapi juga menggerakkan bidang budaya melalui Program Silaturahmi melalui Kelompok Macapat Suko Wiromo yang dilaksanakan Senin (4/9) di Dukuh Josari, Dusun Tanjungsari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan apabila tidak ada yang ngunduh maka kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo,

Kelompok ini diharapkan nantinya menjadi lembaga yang resmi dalam bidang budaya sehingga dibentuklah kepengurusan kelompok yang diketuai oleh Subadi dari Dusun Mendiro Sukoharjo, Ngaglik.

Kelompok ini pun terbilang cukup aktif berkiprah seperti sering tampil di lingkungan masyarakat baik dalam hajatan maupun peringatan hari penting. Bahkan, pernah tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Peserta dari kegiatan silaturahmi macapat ini adalah dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau, mampu serta mempunyai bakat untuk mengembangkan seni budaya macapat ini.

Kepala Dukuh Josari, M Jamin mengatakan bahwa masyarakat dan seluruh warga Josari Tanjungsari menyambut baik dan antusias. Menurutnya, warga sangat bagus dan semangat untuk hadir menonton kegiatan ini.

Jamin berharap kegiatan silaturahmi ini tetap bisa dilaksanakan dengan berkesinambungan untuk melestarikan budaya adiluhung melalui macapat ini.

 




Sleman dikunjungi 299.568 wisatawan selama libur lebaran

Sleman – Selama libur lebaran 2016 ini, destinasi wisata di Kabupaten Sleman dikunjungi setidaknya  wisatawan. Angka tersebut masih sementara mengingat masih ada beberapa destinasi yang belum mengirimkan angka kunjungannya. Demikian dinyatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, Selasa (12/7).

Penyebaran kunjungan wisatawan selama libur lebaran 2016 silam meliputi objek wisata Kaliurang sebanyak  wisatawan yang diantaranya Museum Ullen Sentalu dan Museum Gempa Prof dr Sarwidi 38 wisatawan, Volcano Tour Cangktingan , Museum yang terdiri atas Monjali , Museum Gunungapi Merapi (MGM) , Museum Dirgantara Mandala  , dan Museum Affandi 435, wisatawan.

Sedangkan untuk kategori Candi dan Ramayana terakumulasi wisatawan yang terdiri atas atas Candi Prambanan , Candi Ratu Boko , Candi Ijo , Sendratari Ramayana , Candi Barong , Candi Miri wisatawan.

Untuk kelompok desa wisata terakumulasi wisatawan, yang terdiri atas Desa Wisata Breksi , Domes , Kadisobo , Brajan , Sukunan 513, Jethak 431, Pentingsari 425, Grogol 422, Gamplong 400, Pulesari 337, Srowolan 310, Kelor 254, Garongan 154, Garongan 145, Pancoh 100 , Tunggularum 80, Nawung 40 dan Tanjung 27 wisatawan.

Volcano Tour Cangkringan dikunjungi wisatawan yang terdiri atas pengunjung kawasn Kinahrejo sebanyak dan pengguna jeep wisata sebanyak museum sebanyak  wisatawan yang terdiri atas Museum Gunungapi Merapi (MGM) , Monumen Jogja Kembali (Monjali) , Museum Affandi 435,  dan Museum Dirgantara Mandala wisatawan.

Agrowisata Bhumi Merapi dikunjungi wisatawan, Sindu Kusuma Edupark , Jogja Bay Water Park , Taman Pelangi wisatawan. Selain itu destinasi minat khusus yang masih perawan diwilayah Sambirejo Prambanan yaitu Spot Riyadi dikunjungi wisatawan, Batu Kapal wisatawan serta Rumah Budaya Omah Petruk dengan 400 wisatawan.




Sleman Targetkan 315 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran

Sleman – Selama libur lebaran tahun 2016 yang akan dicatat selama 9 (sembilan) hari mulai tanggal 2 hingga 10 Juli 2016 mendatang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman menargetkan sebanyak 315 ribu wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Sleman. 

Angka tersebut diprediksikan berdasarkan trend kunjungan pada libur lebaran selama tiga tahun terakhir. Diharapkan target tersebut dapat tercapai pada tahun ini. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM, di kantornya Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman, Selasa (28/6).

Pada tahun 2013 wisatawan yang berkunjung saat libur lebaran tercatat sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu selama 9 (sembilan) hari, tahun 2014 sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu 9 (sembilan) hari dan pada tahun 2015 sebanyak  wisatawan dalam kurun waktu 6 (enam) hari. Dan untuk libur lebaran tahun 2016 ini ditargetkan sebanyak 315 ribu wisatawan dalam kurun waktu 9 (sembilan) hari mulai tanggal 2 hingga 10 Juli 2016.

Ayu menambahkan bahwa pencatatan jumlah wisatawan tersebut dilakukan dibeberapa destinasi wisata Sleman yang meliputi obyek wisata alam, candi, museum, volcano tour dan desa wisata.

Sehubungan dengan target 315 ribu wisatawan yang ditetapkan pada libur lebaran tahun ini diharapkan kesiapan destinasi, akomodasi hotel dan desa wisata akan dapat mendukung pencapaian target tersebut. Oleh karenanya diharapkan pelayanan kepada wisatawan agar lebih dikedepankan.

Adapun destinasi wisata Sleman yang diunggulkan selama musim liburan diantaranya kawasan wisata Kaliurang yang meliputi Tlogo Putri, Taman Rekreasi Anak, Gardu Pandang Kaliurang, Museum Ullen Sentalu.

Selain itu Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Monjali, Museum Dirgantara Mandala, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, serta desa-desa wisata. Bahkan keberadaan destinasi baru yaitu Agrowisata Bhumi Merapi, Sindu Kusuma Edupark dan Jogja Bay Water Park dipastikan akan mendukung pencapaian target tersebut.

Berbagai kesiapan untuk menyambut wisatawan telah dilakukan. Diantaranya adalah Agrowisata Bhumi Merapi yang menawarkan taman satwa diantaranya kambing, kelinci, ular, reptil, kura-kura dan taman herbal. Selain itu juga menawarkan wisata alam susur Goa Panggolo serta susur Kali Kuning.  Sindu Kusuma Edupark (SKE) menawarkan aneka permainan anak dan keluarga, Jogja Bay Water Park menawarkan aneka wahana permainan air.

Destinasi baru Taman Tebing Breksi juga menawarkan pesona alam yang menakjubkan yang berupa tebing alam dengan view lingkungan yang alami, desa wisata Grogol menawarkan river tubing, belajar membatik, belajar gamelan, menumbuk padi dan wisata edukasi reptil.

Dan, di desa wisata Gamplong dengan wisata belanja produk-produk ATBM dan barang kerajinan tas rajut dan aneka souvenir, desa wisata Tanjung menawarkan paket menginap dan pengalungan sapi dengan ketupat lebaran, Omah Domes dengan pertunjukan ronda thek-thek dan badut teletubies.

Selain itu di Candi Prambanan dan Ratu Boko juga diagendakan pertunjukan aneka kesenian tradisional selama libur lebaran.




Sleman Targetkan 6 Juta Wisatawan

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman targetkan enam juta wisatawan pada tahun 2016. Demikian diungkapkan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di Sleman, Kamis (21/4) setelah mengadakan  studi banding dengan Pemkab Banyuwangi pada Rabu (20/4) lalu.

Sri Purnomo mengungkapkan bahwa kedepan bidang pariwisata menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi pendapatan daerah. Pada tahun 2015 menurutnya kurang lebih lima juta wisatawan berkunjung ke Kabupaten Sleman.

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan tersebut di Kabupaten Sleman sendiri sudah bertambah dua destinasi wisata baru.

“Di Sleman ada destinasi wisata baru yaitu Sindu Edu Park dan Jogja Bay. Harapanya kedua tempat tersebut dapat mendogkrak minat wisatawan berkunjung ke Sleman,” tutur Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga mengungkapkan bahwa tujuan studi banding di Kabupaten Banyuwangi yang dilakukan jajaran Pemkab Sleman adalah untuk mengetahui langkah promosi dan pengelolaan pariwisata yang dilakukan Pemkab Banyuwangi karena belum lama ini Banyuwangi meraih penghargaan terbaik ajang United Nations Tourism World Organitation (UNTWO) di Madrid, Spanyol.

Banyuwangi berhasil meraihThe Winner of Re-Inventing Government In Tourism dalam kategori Innovation in Public Policy Governance (Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan).

Sedang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas SPd SS MSi mengungkapkan bahwa pengembangan pariwisata didaerahnya dimulai dengan pembukaan bandara Blimbingsari untuk mempermudah akses transportasi wisatawan. Banyuwangi sendiri berpatokan pada ekoturisme yaitu pengembangan pariwisata dengan budaya dan keindahan alam.

“Kami mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Dalam bidang promosi kami melibatkan IT agar mempermudah masyarakat luar mengetahui potensi wisata di Banyuwangi,” kata Azwar

Azwar juga menambahkan untuk mendukung pembangunan daerah termasuk pariwisata diperlukan SDM yang berkualitas. Azwar mencontohkan Sleman yang memiliki perguruan tinggi negeri sudah tidak diragukan lagi kualitas SDMnya.

Azwar berharap dengan adanya dua perguruan tinggi negeri di Banyuwangi diharapkan outputnya secara kualitas dapat memenuhi kebutuhan SDM dalam rangka pelaksanaan pembangunan.‬




Selama Libur Paskah, Sleman Dikunjungi 74.199 Wisatawan

Sleman – Selama liburan panjang akhir pekan dalam rangka perayaan Paskah tahun 2016, destinasi wisata Kabupaten Sleman dikunjungi setidaknya wisatawan yang terdiri atas wisatawan nusantara (wisnus) dan  wisatawan mancanegara (wisman). 

Angka tersebut tersebar dibeberapa destinasi, yaitu Kaliurang, museum, candi dan desa wisata. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA dikantornya, Senin (28/3).

Secara rinci lanjut Endah distribusi wisatawan ke berbagai destinasi tersebut adalah Kaliurang yang dikunjungi oleh wisatawan (diantaranya Museum Ullen Sentalu yang terdiri atas wisnus dan 53 wisman), Museum Gunungapi Merapi , Monjali , Candi Prambanan ( wisnus, wisman), Candi Ratu Boko ( wisnus, 129 wisman).

Dan, Desa Wisata Pulesari , Desa Wisata Rumah Domes 715 (710 wisnus dan 5 wisman), Desa Wisata Tunggularum 250, Desa Wisata Pentingsati 184, Desa Wisata Grogol 150, Desa Wisata Sidoakur 120, Desa Wisata Brayut 37 (27 wisnud dan 10 wisman) dan Sindu Kusuma Edupark dan Jogja Bay Water Park wisatawan.

Endah menambahkan bahwa angka kunjungan wisatawan selama libur panjang Paskah 2016 dihitung mulai satu hari menjelang dan 3 hari liburan paskah. Hal tersebut dikarenakan sehari menjelang liburan, sudah banyak wisatawan dari luar daerah yang mulai memadati Jogja.

“Inilah alasan untuk menghitung satu hari menjelang liburan Paskah,” kata Endah.

Sehubungan dengan angka kunjungan wisatawan tersebut, Endah merasa bersyukur. Harapannya para pengelola destinasi wisata agar lebih baik dalam mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan terbaiknya pada wisatawan. Khususnya saat-saat libur nasional yang bersambungan dengan libur akhir pekan, sehingga menjadi momen yang efektif untuk berwisata.