Tingkatkan Derajat Kesehatan, Puskesmas Ngaglik II Lakukan 10 Inovasi

Ngaglik – Dalam rangka memperkenalkan pelayanan terbaiknya Puskesmas Ngaglik II memamerkan 10 program inovasinya kepada masyarakat di Aula Puskesmas Ngaglik II, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (7/11/2019).Pengenalan program inovasi ini dibumbui pentas teatrikal yang menggambarkan kehidupan seorang anak mulai lahir sampai dewasa dan menerima pelayanan inovasi program di puskesmas Ngaglik II.

“Acara ini sengaja dikemas dengan teatrikal yang menghibur dengan harapan materi yang disampaikan mudah diingat, mudah diterima, lebih mengena dibanding uraian yang bersifat formal,” kata Vera Pratiwi, ketua panitia pengenalan program inovasi ini.

Adapun 10 program inovasi tersebut adalah Si Gambang atau Siap Gabung di Penimbangan, yang meningkatkan peran serta masyarakat dalam penimbangan yang terintegrasi antara PAUD/TK/Kelompok Bermain/Bidan dan rumah sakit. Si Gambang juga menyediakan konsultasi gizi guna memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memberikan gizi seimbang pada balita yang disesuaikan dengan usianya.

Lalu ada Mapan Lanjud Narsis alias Masa Depan Gemilang Mewujudkan Anak Generasi Emas. Sasarannya anak berusia 0-60 bulan atau golden age yang merupakan usia sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan mendeteksi apakah tumbuh kembang nya mengalami hambatan atau tidak. Jenis layanannya meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, konsultasi psikologi, gizi, deteksi tumbuh kembang, senam anak sehat, dan mini trips dengan ambulans.

Untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut, Puskesmas Ngaglik II memiliki inovasi SiGul Giat atau Generasi Unggul Anak Sehat yang sasarannya adalah anak didik tingkat TK dengan memberikan pemahaman tentang syarat, waktu, dan cara menyikat gigi yang benar yang akan menekan angka caries serta gigi kotor.

Inovasi selanjutnya adalah Garda Bias atau garda Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Inovasi ini sebagai tindak lanjut mengatasi beberapa sekolah atau orang tua yang menolak imunisasi.
Dengan melibatkan peran aktif lintas sektoral diharapkan target cakupan imunisasi dapat tercapai. Upaya yang dilakukan adalah dengan kampanye imunisasi, sosialisasi dan integrasi program dengan mengadakan pertemuan wali siswa serta menggalang dukungan dengan pihak lain seperti MUI.

Gaseba Pungawa atau Generasi Anak Sehat Bebas Anemia Puskesmas Ngaglik II adalah program deteksi dini anemia pada remaja putri di sekolah dengan pemberian tablet Fe untuk mempersiapkan remaja putri menghadapi usia produktif yang sehat, selain itu untuk menurunkan resiko stunting sejak dini.

Jamu Seger Waras atau Jangkau Temukan segera Waspada dan Sadarkan adalah inovasi yang meliputi sosialisasi untuk pencegahan HIV/AIDS serta menurunkan stigma negatif yang selama ini beredar di masyarakat. Sedangkan bagi kawasan yang rentan atau berisiko terjangkit HIV/AIDS dilakukan sosialisasi deteksi dini serta upaya mencegah penularan virus agar virus tidak menyebar ke mana-mana. Selain itu dibentuk kader di setiap Padukuhan serta dilakukan layanan konsultasi serta pengobatan bagi pengidap HIV/AIDS secara mudah, cepat, gratis dan rahasia.

Mas Duta Siber atau Masyarakat Peduli dan Tanggap Pasien Tuberculosis. Inovasi dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gaya hidup sehat untuk mencegah TBC. Selain itu dilakukan pemeriksaan dahak dan rontgen foto dada bagi pasien yang diduga terpapar bakteri TBC. Kemudian dilanjutkan pengobatan yang berlangsung selama 6-8 bulan. Periksa dan pengobatan diberikan gratis di puskesmas Ngaglik II.

Pandunya Si Dara atau Pola Pelayanan Terpadu yang sadar IVA dan Sadari. Inovasi ini merupakan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA test yaitu mendeteksi tanda tanda kanker serviks dengan menggunakan usapan asam asetat.

Meka tanpa Rok adalah Menuju Kawasan Tanpa Rokok. Tujuannya adalah membentuk dusun dusun yang mendukung kawasan tanpa asap rokok melalui sosialisasi, verifikasi, serta deklarasi untuk masing-masing Padukuhan.

Terakhir adalah Desa Siaga Sehat Jiwa yang sosialisasinya dilakukan dengan pelatihan kader desa siaga sehat jiwa oleh petugas kesehatan, deteksi oleh keluarga terhadap Orang Dengan Masalah Kejiwaan dan Orang Dengan Gangguan Jiwa yang dilakukan oleh kader kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan dari petugas.

Dalam sambutannya Sekretaris Camat Ngaglik, Sumariyah mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Ngaglik II. “Harapannya bisa dijadikan inspirasi kemudian diaplikasikan di tempat lain sehingga membawa manfaat bukan saja bagi masyarakat Desa Donoharjo, Sariharjo dan Sukoharjo sebagai cakupan wilayah layanan tetapi juga diterapkan di daerah lain,” ujar Sumariyah. (KIM Ngaglik/Upik Wahyuni).

Print Friendly, PDF & Email

Related posts