TNGM Pasang Tiga Kamera Jebakan Anjing Liar

Sleman – Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) telah memasang tiga unit kamera trap/jebakan di kawasan wisata Tlogo Putri, Kaliurang Sleman untuk memantaupergerakan kawanan anjing liar yang mengancam keselamatan satwa kijang.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait, kami langsung melakukan identifikasi terhadap kawanan anjing liar yang tinggal di hutan kawasan Tlogo Putri,” kata Kepala Resor Pakem dan Turi, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Teguh Wardoyo, Sabtu (25/4).

Menurut Teguh, saat ini pihaknya telah memasang sebanyak tiga unit kamera trap di titik-titik yang pernah dilalui kawanan anjing liar di sekitar objek wisata Kaliurang.

“Meski belum menemukan rekaman pergerakan anjing liar, namun kami masih intens untuk terus memantaunya,” kata Teguh.

Teguh menambahkan, sebenarnya yang paling dikhawatirkan adalah bukan karena kawanan anjing liar bisa menyerang warga atau wisatawan yang berkunjung di Kaliurang, tetapi karena masih berpotensi menyerang satwa dilindungi di kawasan TNGM, yaitu kijang.

Seperti yang terjadi pada pertengahan April, seekor kijang akhirnya mati akibat diserang kawanan anjing liar. Teguh mengatakan, memang sejauh pengamatannya belum pernah ada kejadian, ada orang yang diserang anjing liar itu.

“Justru kemungkinan anjing-anjing liar tersebut memilih untuk pergi ketika melihat ada orang. Khawatirnya, bisa saja menyerang kijang lagi, karena itu hewan dilindungi,” tambah Teguh.

Diakui Tegus, pihaknya juga bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam memantau kehadiran kawanan anjing liar tersebut.

“Warga sekitar Kaliurang maupun para pelaku wisata juga mendukung akan hal ini,” katanya.

Saat memasuki musim kemarau, kata dia, kijang-kijang di hutan TNGM biasanya juga turun ke kawasan air terjun Tlogo Putri untuk mencari air.

“Kijang-kijang di hutan biasanya mencari minum di air terjun itu,” tuturnya.

Ditambahkan pula, setelah teridentifikasi, jika keselamatan kijang terancam, bukan tidak mungkin anjing liar tersebut akan ditangkap atau diamankan.

“Tetapi ini masih perlu koordinasi kembali dengan berbagai instansi,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts