UMKM Seyegan Mulai Aktif di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Perubahan yang paling menonjol adalah pergeseran budaya konsumsi masyarakat yang meminimalisir kontak langsung. Demikian pengantar dari narasumber Management Kewirausahaan dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sleman. Hal itu disampaikan oleh Achmad Bintar pada kegiatan Pembinaan Ekonomi Produktif UMKM Kapanewon Seyegan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2020) di ruang pertemuan Lantai 2 Kapanewon Seyegan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Kasi Ekobang Kapanewon Seyegan ini diikuti oleh anggota Forkom UMKM Seyegan dan pelaku pelaku usaha yang ada di wilayah Seyegan meskipun belum masuk menjadi anggota forkom.
Dalam paparannya, Achmad Bentar, menjelaskan tentang definisi UMKM berdasarkan UU no. 2 tahun 2008 tentang UMKM.

“Aset dan omzet menjadi tolok ukur dalam kaitannya dengan penentuan UMKM ini,” imbuhnya.

Bentar juga menjelaskan tentang strategi bertemu yang melibatkan business plan, effisiensi usaha dan perluasan pasar.

“Perluasan pasar ini dijalankan dengan digitali UMKM yang antara lain menggunakan Google Business, penggunaan e-wallet, penggunaan e-Logistic, social media, dan market ace,” tambah Bentar.

Di masa pandemi ini, adaptasi kebiasaan baru membuat UMKM harus beradaptasi dengan banyak hal dan melakukan perubahan.

“Oleh karena itu, UMKM semakin perlu menjalankan usahanya sesuau dengan protokol kesehatan dan memanfaatkan teknologi sehingga produknya tetap dapat sampai ke konsumen dengan lancar,” jelas Bentar.

Sebagai kata kunci, Bentar menambahkan agar UMKM dapat menang melawan perubahan ini, diperlakukan strategi pengembangan dengan digital usaha.

Marzuni SE, selaku Ketua Forkom UMKM Seyegan menutup acara dengan menyampaikan bahwa setiap hari Sabtu akan diadakan Pasar Sabtu di Kantor Kapanewon Seyegan sebagai wujud fasilitas kepada UMKM. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts