UPK Mandiri Cangkringan Beri Manfaat Positif bagi Masyarakat

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mandiri Kecamatan Cangkringan ternyata memberikan dampak baik bagi masyarakat. Ini terbukti dengan banyaknya pemanfaat UPK yang mampu mengembangkan usaha mandiri kreatif, seperti melalui usaha kuliner, pariwisata, kerajinan, pertanian, peternakan, dan lain sebagainya di Cangkringan. Demikian disampaikan Suparmono, Camat Cangkringan, di sela acara senam massal dan launching dana sosial alokasi surplus UPK Mandiri Kecamatan Cangkringan di Lapangan Kecamatan Cangkringan, Sabtu (01/02/2020).

“Mari kita jaga bersama-sama keberadaan UPK Mandiri dengan semua pemanfaat membayar kredit yang sudah diajukan dan terus mengembangkan usaha yang sudah pemanfaat lakukan,” ujar Suparmono.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid, Ketua UPK Mandiri Kecamatan Cangkringan menyampaikan bahwa UPK Mandiri berdiri pada 31 Juli 2008 dengan modal dari APBN sebesar Rp 250.000.000,- dengan penambahan modal tiap tahun dari APBN sampai tahun 2012 sebesar Rp 2.255.950,- dan sampai saat ini sudah memiliki aset sebesar Rp 6.622.360.949,- .

UPK Mandiri Kecamatan Cangkringan memiliki 181 kelompok pemanfaat dengan 1.385 orang anggota pemanfaat Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

“Dalam perjalanannya sampai tahun 2019 ikut berperan aktif dalam penanggulangan kemiskinan dengan menyisihkan 15% dari keuntungan bersih yang diperoleh,” tutur Abdul Hamid.

Alokasi dana sosial sampai tahun 2019, dibeberkan Abdul Hamid mencapai Rp 884.540.000,- dengan realisasi sebesar Rp 724.187.000,- dan masih tersisa 160.353.000,- .

Ditambahkan Abdul Hamid, dalam penyaluran dana ini dibagi menjadi lima bidang, yaitu kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, mitigasi bencana, dan prasarana lingkungan. Untuk kesehatan adalah lantainisasi 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Jambanisasi 15 RTLH, pengadaan 3 buah kursi roda. Bidang pendidikan dan kebudayaan melalui  kegiatan pengadaan peralatan sekolah bagi 70 anak keluarga miskin, sekolah keterampilan bagi 40 RTM, pengadaan 1 paket perlengkapan bregodo di Kepuharjo. Bidang pemberdayaan ekonomi melalui bantuan peralatan dan modal usaha bagi 585 orang, fasilitasi pengurusan PIRT 10 orang, pemberian 350 paket sembako bagi lansia. Bidang mitigasi bencana melalui bantuan korban kebakaran dan puting beliung yakni 9 rumah, pengadaan 1 armada untuk Desa Tangguh Bencana, pembuatan 1 Pos Pantau. Sementara, untuk bidang prasarana lingkungan dengan pembuatan 2 unit MCK di lokasi wisata, 1 rabat beton di lokasi rintisan wisata bambu, 1 tempat fasilitas umum di bumi perkemahan. (KIM Cangkringan/Marmansyah)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts