Vaksin Covid-19: Tahap Pertama DIY Dijatah 300 Ribu Vaksin

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman memberikan sosialisasi tentang imunisasi vaksin Covid-19 melalui kanal Zoom dan Youtube, Kamis (19/11/2020) di Sleman Smart Room. Hal tersebut untuk memberikan informasi dan edukasi terkait vaksin Covid-19 yang akan beredar di wilayah Kabupaten Sleman dan sekitarnya.

Distribusi vaksin di Kabupaten Sleman mendasar pada tujuan dari vaksin Covid-19 yakni menurunkan angka kesakitan dan kematian pada kasus Covid-19 yang mana target dari vaksinisasi akan mencangkup dari 70% populasi penduduk secara bertahap. Hal itu akan berdampak pada herd immunity (imunitas kelompok). Imunisasi vaksin akan melindungi dan memperkuat kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktivitas, dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

Dinkes Kabupaten Sleman mengacu pada kajian yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI dan para stakeholders terkait. Oleh karena penduduk Indonesia mencapai 250 juta lebih maka vaksinasi yang diberlakukan adalah sistem prioritas sebab dalam waktu yang sama tidak mungkin menyediakan vaksin sesuai jumlah penduduk.

“Saran dari kajian bersama, yang menjadi sasaran utama vaksinisasi berdasar pada kelompok 18-59 tahun dan dibagi menjadi dua prioritas. Prioritas pertama tenaga kesehatan dan semua petugas yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan dan prioritas kedua kelompok yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan operasi imunisasi Covid-19,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, Kamis (19/11/2020).

Joko menyebut vaksin mulanya akan diberikan akhir November namun karena permasalahan teknis maka diputuskan dilakukan di antara akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021 nanti.

“DIY sendiri untuk vaksin pertama nanti akan mendapatkan jatah 300ribu dosis yang pelayanannya akan dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Sleman,” tambah Joko Hastaryo.

Terkait jenis pemberian vaksin dibagi menjadi dua jenis yaitu Sinovac dan Sinopharm. Imunisasi dilakukan secara dua kali penyuntikan dari 0-18 hari penyuntikan. Namun perlu diperhatikan beberapa hal yang tidak boleh diberikan vaksin yaitu pada pasien dengan kondisi imunokompromais dan anak yang berusia di bawah 18 tahun serta kelompok usia di atas 60 mengingat belum ada data dukung keamanan vaksin.

“Vaksin yang dilakukan perlu dilakukan screening dan harus memiliki kajian berdasarkan studi ilmiah. Yang mana vaksin akan ada kemungkinan kipi yaitu reaksi lokal dan reaksi sistemik,” tambah Dr. Novita Krisnaeni, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sleman.

Tahap berikutnya ditambahkan Novi, pemerintah nanti menyediakan vaksin selain untuk sasaran prioritas yang akan dibiayai oleh pemerintah. Pada saat yang sama vaksin akan beredar di pasaran dan boleh diakses oleh masyarakat dan yang dilakukan oleh pihak swasta namun tetap memperhatikan kontra indikasinya. (Rep Izzat)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts