Wabup Minta Perumahan Liar Diinventarisir Ulang

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman untuk menginventarisir perumahan liar yang berdiri di wilayah setempat. Pasalnya, terdapat laporan dari masyarakat terkait perumahan yang dibangun tidak sesuai prosedur.

Menurut Yuni, dari laporan yang diterima beberapa pengembang perumahan besar menggunakan modus pembangunan berjenjang untuk menghindari izin dan pajak daerah. Bahkan, beberapa pengembang menggunakan nama perseorangan dan bukan perusahaan properti.

“Perumahan tidak dibangun sekaligus dalam jumlah unit yang besar. Tapi dicicil tidak lebih dari 10 unit rumah dengan nama perorangan. Beberapa waktu kemudian, dibangun lagi beberapa unit rumah yang menjadi rangkaian pembangunan perumahan itu,” kata Yuni, kemarin.

Dengan siasat tersebut, pengembang dapat terhindar dari pajak yang semestinya ditanggung. Selain itu, tidak perlu menggunakan izin pembangunan perumahan namun hanya izin mendirikan bangunan untuk rumah saja.

“Untuk itu perlu pengawasan yang ketat. Harus diinventarisir ulang, mana yang perumahan tidak berizin. Jika tidak berizin, robohkan saja,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan meskipun Pemkab Sleman harus menjadi daerah yang ramah akan investor, namun harus tetap memberikan pengawasan yang ketat dan selektif bagi investasi yang masuk. Hal tersebut dilakukan agar inventarisi yang masuk ke Sleman tidak merugikan masyarakat sendiri.

“Jika tidak diawasi, nanti justru menimbulkan masalah bagi masyarakat,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts