Waspadai Gejala Baru Covid-19

Menghadapi masa pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir menuntut setiap orang harus lebih waspada agar tetap sehat dan terhindar dari penularan Covid-19.

Untuk itu, salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Ngaglik II adalah dengan penyuluhan tentang gejala penderita Covid-19 kepada kader Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) wilayah dampingan di Kalurahan Donoharjo, Sariharjo dan Sukoharjo, Ngaglik Selasa (10/11/2020) di Bantarjo, Donoharjo.

Tantri, yang merupakan penanggung jawab program Posbindu menjelaskan bahwa gejala baru Covid-19 yang harus diwaspadai yaitu anosmia, hiposmia, dan ageusia.

Tantri menjelaskan bahwa pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh University College London ditemukan bahwa 77,6% dari 567 pasien yang positif Covid-19 mempunyai gejala anosmia yaitu hilangnya fungsi indra penciuman yang biasanya sering kita alami jika sedang pilek, sinus atau penyakit pada tulang atap rongga hidung karena infeksi, tumor, cedera kepala, dan sebagainya. Untuk mengetahui, kita bisa mencium aroma yang sering kita cium seperti parfum, kopi, dan sebagainya. Dilanjutkan Tantri, Hiposmia adalah menurunnya indra penciuman sedangkan ageusia adalah kehilangan indra perasa sehingga jika mengecap makanan menjadi hambar.

“Kita akan mengambil contoh reaksi terhadap makanan soto yang sudah dimasak dengan bumbu, aroma, dan rasa yang sama seperti sebelumnya, maka penderita anosmia tidak akan mencium aroma soto lezat yang sebelumnya terasa menggugah selera. Jika terjadi penurunan dalam kemampuan mengirup aroma dan mengecap rasanya, itu dinamakan gejala hiposmia. Adapun penderita ageusia tidak lagi bisa merasakan asin, manis gurih dari soto sehingga soto terasa hambar tanpa rasa,” jelas Tantri lagi.

Menurut Tantri, ketiga gejala tersebut kadang tidak mengganggu aktivitas dan relatif dianggap tidak sebagai keluhan berat sehingga sering diabaikan. Padahal gejala awal Covid-19 bisa hanya anosmia saja tanpa ada gejala demam atau batuk.

“Jika mengalami anosmia maka harus segera melakukan isolasi mandiri, segera pergi ke faskes terdekat, lakukan pemeriksaan dan tes swab, jika terbukti positif ikuti anjuran faskes dan memberi kabar kepada orang-orang yang kontak erat dengan dirinya dalam tiga hari terakhir agar wadpada. Jika tidak terbukti positif Covid-19 maka segera periksa untuk dugaan penyakit lain ke dokter THT,” jelas Tantri lagi.

Sementara itu, Theodorus Indarto yang juga merupakan Humas Satgas Covid Puskesmas Ngaglik II mengingatkan tentang prosedur pelaksanaan Posbindu. Pertama adalah melakukan persiapan dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, dukuh, RT, dan RW. Lalu menginformasikan ke masyarakat waktu, tempat, prosedur, dan ketentuannya. Ketika melaksanan Posbindu petugas, kader dan peserta harus sehat tidak menderita PTM (Penyakit Tidak Menular), juga tidak sedang demam, batuk, ataupun pilek.

Sebelum pelaksanaan seluruh yang hadir dicek suhu menggunakan thermogan, melakukan cuci tangan, memakai masker, jaga jarak, bersikap hati-hati untuk kontak dengan orang lain, dan petugas mengenakan APD.

“Kita harus membiasakan diri dengan kebiasaan baru Cita Mas Jajar. Cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak. Setelah selesai kegiatan Posbindu, jangan lupa untuk melakukan pembersihan disinfektan terhadap seluruh alat yang digunakan, lepaskan APD, dan pulang dari Posbindu harus mandi. Hal terakhir ini yang sering kali diabaikan. Kita sedang mengalami masa transisi, jadi dalam penyelenggaraan Posbindu kita semua harus hati-hati dan waspada. Hal yang paling riskan saat ini adalah ketika masyarakat menganggap Corona tidak ada lagi sehingga tidak waspada. Hal tersebut berpotensi menjadi penyebab penularan Covid 19,” jelas Theo lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts