Sekolah Ajari Siswa Penanganan Pertama Pada Bencana

Sleman – Badan penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman (BPBD) mengadakan Gladi Lapang Siaga Bencana (SSB) Kamis (1/2) di SMAN 1 Ngemplak, Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan guna menciptakan Sekolah Siaga Bencana yang akan dikoordinir langsung oleh guru, siswa, komite sekolah, dan perwakilan wali murid.

Kegiatan SSB diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMA N 1 Ngemplak dan beberapa siswa dari SMA Sunan Kalijaga.  Siswa-siswi SMA Sunan Kalijaga ikut serta sebagai sekolah yang disangga oleh SMAN 1 Ngemplak karena memenuhi kriteria terdampak bencana dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SMA N 1 Ngemplak.

Dalam kegiatan ini dilaksanakan pula beberapa simulasi yang secara serentak dilakukan oleh para siswa, guru, dan komite sekolah. Simulasi dimulai sejak siswa keluar dari kelas, pengumpulan ke titik kumpul, penggunaan masker, perawatan pertama luka ringan oleh Palang Merah Remaja dan simulasi perpindahan siswa SMAN 1 Ngemplak ke SMA N 1 Kalasan.

Menurut Agus sebagai komite dan guru SMAN 1 Ngemplak, hal ini dilakukan sebagai penguatan kelembagaan masyarakat, terutama para siswa dalam pengurangan risiko bencana agar dapat belajar dan mampu tanggap serta cekatan dalam penanganan pertama pada bencana di sekolah.

“Saya sempat mengalami bencana gempa pada tahun 2010 di sekolah ini.  Dalam keadaan itu, anak-anak berpencar dan belum terkoordinir sehingga terpencar kemana-mana ke posko-posko yang jauh dan tidak berkumpul. Dengan adanya Sekolah Siaga Bencana ini, pasti akan lebih baik ke depannya dalam penanggapan bencana pertama,” tutur Agus.

Simulasi yang dilakukan pun beragam, tak hanya simulasi bencana erupsi Gunung Merapi. “Kami memberikan semua simulasi, seperti bencana gempa, dan banjir, namun kami lebih mengutamakan memberikan simulasi tanggap bencana erupsi Merapi, mengingat jarak SMA N 1 Ngemplak dengan Merapi berkisar 1.700 meter,” tambah Agus.

Setelah dilaksanakan simulasi, Sri Muslimatun sebagai Wakil Bupati Sleman mengukuhkan Komite Sekolah Siaga Bencana pertama di tahun 2018 yang terdiri dari 30 siswa SMAN 1 Ngemplak dan para guru.

Dalam pidatonya, Sri Muslimatun berharap generasi cerdas dan tanggap dapat menjadi generasi emas di masa yang akan datang, sesuai dengan ketanggapan dan kepekaan siswa dalam penanggulan bencana pertama.

image_pdfimage_print
Bagikan: