Kelompok Ternak Sidomulyo Terima Kunjungan dari Dinas Pertanian dan Pertanian Sleman

Ngaglik – Sudah lebih dari 5 tahun Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo berdiri dan sudah telah mendapatkan bantuan sapi sebanyak 18 betina putih untuk dikembangkan dan 5 pejantan untuk penggemukan. Selama kurun waktu 5 tahun tersebut, sapi bantuan telah berkembang menjadi 85 ekor.

Dinas Pertanian dan Pertanian Kabupaten Sleman mengunjungi Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo, pada Selasa (20/2). Dalam kesempatan ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sleman memperkenalkan PPL Pertanian dan Peternakan yang baru, yakni Iwan Setyawan. Iwan yang sebelumnya merupakan PPL Pertanian dan Peternakan dari Desa Sardonoharjo ini menyampaikan permohonan kerjasama dalam mengembangkan peternakan di Dusun Karanglo ini dan berkomitmen akan melanjutkan apa yang telah diprogramkan PPL yang lama.

Di samping itu, hadir dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sleman, Dokter Hewan Nanang yang memberikan pembinaan kepada Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo sekaligus monitoring dan evaluasi perkembangan populasi peternakan yang ada di Sleman yang dirasa semakin menurun jumlah ternaknya.

Untuk itu drh Nanang berharap terus ditingkatkan populasi jumlah dan cara serta kualitas pemeliharaan ternaknya, mulai masalah pakan ternaknya, kebersihan lingkungan, dan hal lain terkait pengelolaan ternak.

Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan terkait dengan tindak lanjut bantuan ternak, sarana dan prasarana pengembangan kelompok, drh Nanang menjelaskan bisa dengan membuat proposal untuk tingkat Provinsi dan Pusat melalui APBD I dan APBN yang mungkin masih ada peluang bantuan, tetapi untuk hibah harus kelompok yang sudah berbadan hukum.

Untuk itu apabila ada masalah IB yang sudah lebih 3 kali disarankan untuk diperiksa sapinya secara menyeluruh sehingga mengetahui masalahnya supaya bisa disimpulkan permasalahan sapi yang lebih 3 kali suntik, karena terkait biaya, tenaga dan waktu maka perlu konsultasi dengan Puskeswan di Bantarjo.

Selain itu drh Nanang juga menghimbau untuk memperhatikan virus penyakit gomen karena mempunyai risiko tinggi apabila ada percikan air kena pernapasan bisa membahayakan sapi. (Suripto).

image_pdfimage_print
Bagikan: