BTNGM Imbau Pendaki Taati Regulasi

Cangkringan – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengadakan kegiatan Sarasehan Pendakian Gunung Merapi tahun 2018 dengan tema “Peran Media Sosial dalam Mengefektifkan Pengelolaan Pendakian Gunung Merapi” di Kalikuning Park, Umbulharjo Cangkringan, Sabtu (14/4/2018).

Sarasehan dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Ammy Nurwati, Juru Kunci Merapi Mas Bekel Anom Suraksosihono (Asih), Kepala Desa Umbulharjo Suyatmi, SAR sekitar Merapi (Sleman, Klaten, Magelang dan Boyolali), Komunitas Pendaki, Mapala, Pegiat Sosial Media dan lainnya.

Perwakilan BPPTKG Merapi, Dewi memaparkan tentang kondisi vulkanis gunung merapi pasca erupsi merapi abad 19 dan 20. Pada abad 19, frekuensi erupsi merapi jarang terjadi, namun ketika erupsi skalanya besar dan abad 20 erupsi merapi sering namun dalam skala kecil. Dinilai skala besar jika jangkauan kolom asap dan jangkauan awan panas lebih dari 8 KM dan skala kecil kurang dari 8 KM.

Dewi juga menyampaikan tentang ancaman bahaya merapi, seperti Bahaya Primer (awan panas, jatuhan piroklastik, abu vulkanik, dan laba), Sekunder (lahar hujan), dan Tersier (kerusakan lingkungan).

Sedangkan Susilo Ari Wibowo dari BTNGM, menyampaikan tentang seluk beluk Taman Nasional Gunung Merapi. Saat ini jalur resmi pendakian Merapi terbagi menjadi dua, melalui selo dan sapu angin. Setiap pendaki Merapi haruslah mengikuti regulasi yang ditetapkan BTNGM.

Seperti kewajiban registrasi atau lapor saat akan mendaki, membayar biaya retribusi, menjaga norma-norma, dan mengikuti persyaratan teknis/non-teknis. Pendaki juga diimbau untuk tidak membuka jalur sendiri diluar yang telah ditetapkan dan tidak boleh mendaki sampai puncak, tambahnya.

Selain itu, SAR DIY, Eko Susilo berpesan kepada siapa saja yang akan mendaki merapi haruslah mempunyai persiapan skill yang cukup, sesuai aturan BTNGM. Sehingga dapat meminimalkan kecelakaan pada pendakian Merapi.

Dalam kesempatan tersebut, Pegiat Sosial Media, Muhammad Hafidullah mengharapkan untuk BTNGM lebih inovatif dan kreatif dalam menyampaikan informasi tentang pendakian di Gunung Merapi agar mudah diterima oleh masyarakat.

Sehingga pendakian di Merapi dapat lebih baik, meminimalisir kecelakaan, dan antar instansi BTNGM, BPPTKG, dan SAR terjalin koordinasi, komunikasi yang efektif. (Cangkringan/HN)

image_pdfimage_print
Bagikan: