Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menggelar 4 festival, yakni Festival Teater Tradisional, Festival Dolanan Anak, Festival Dalang Cilik dan Festival Dalang Remaja. Festival tersebut akan digelar berurutan, Festival Teater Tradisional tanggal 23 April 2018 pukul 19.30 WIB di Lapangan Denggung, Festival Dolanan Anak tanggal 24 April 2018 pukul 09.00 WIB di Lapangan Denggung, Festival Dalang Cilik tanggal 25–26 April 2018 pukul 19.30 WIB di Pendapa Panggungsari, Ngaglik, Sleman dan Festival Teater Tradisional tanggal 27–28 April 2018 pukul 19.30 WIB di Pendapa Panggungsari, Ngaglik, Sleman.
Festival Teater Tradisional diikuti oleh 9 kontingen, yaitu Sanggar Larasita, PS. Sri Sabdono, Sanggar Wulucumbu, Sanggar Ngrancang Kencono, Sronthol Taruno Budoyo, Sanggar Seni Antup, Surya Aji Budaya, Lesung Tunas Budaya dan PS Bayu. Sementara untuk peserta Festival Dolanan Anak terdiri dari 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman. Peserta Festival Dalang Cilik berjumlah 13 dalang. Sedangkan peserta Festival Dalang Remaja berjumlah 11 dalang
Demikian dinyatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, M.Hum Minggu (22/4) disela-sela acara Festival Kesenian Sleman yang dilaksanakan di Lapangan Denggung.
Aji menambahkan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya festival–festival tersebut adalah untuk menyukseskan Gelar Budaya Jogja yang merupakan program besar Dinas Kebudayaan DIY. Pun, dimaksudkan untuk menggali dan menjaring potensi seniman yang ada di tingkat masyarakat serta sebagai wujud kepedulian dan perhatian pemerintah Kabupaten Sleman terhadap kelestarian kehidupan seni.
Selain itu, dengan festival–festival ini dapat menggugah kembali semangat kebersamaan dalam rangka beraktivitas dan berkreasi dalam bingkai kompetisi di kalangan seniman dan seniwati. Festival–festival ini bertujuan untuk melestarikan seni tradisi lokal serta menumbuhkan apresiasi seni masyarakat luas terhadap seni.
Diharapkan ajang ini dapat menjadi media beraktivitas dan peningkatan kualitas seniman guna mempertahankan eksistensi jati diri seniman sebagai salah satu akar budaya seni. Tentunya semua ini dimaksudkan untuk mendukung dan mengimplementasikan keistimewaan DIY.



