Ngaglik – Untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan perpustakaan di desa-desa se-Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen mengajak 56 personil pengelola perpustakaan desa se-Kabupaten Sragen dan didampingi para kepala bidang dan seksi serta pemerhati perpustakaan Kabupaten Sragen mengunjungi Perpustakaan Desa Sukoharjo, Jumat (4/5).
Kunjungan rombongan tersebut diterima langsung oleh Camat Kecamatan Ngaglik Subagya, Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto, serta jajaran Pemerintah Desa Sukoharjo dan Pengelola Perpustakaan Desa Sukoharjo.
Dalam sambutannya, Camat Ngaglik menyampaikan terima kasih dan menyambut baik atas kunjungan ini. Perpustakaan Desa Sukoharjo merupakan perpustakaan yang meraih Juara II Tingkat Nasional pada tahun 2017 yang lalu.
“Namun demikian walaupun juara nasional pasti masih ada hal yang kurang dan mungkin banyak kelebihan yang perlu digali dan bisa sebagai bahan acuan untuk diterapkan di desa-desa perpustakaan di Kabupaten Sragen,” tutur Subagya.
Disamping itu, dikatakan Subagya, Perpustakaan Desa Sukoharjo ini sudah ada sejak tahun 2014 dan terus dirintis secara bertahap dengan melibatkan para generasi muda khususnya para anggota karang taruna Desa Sukoharjo.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen, Dwi Aryani menyampaikan terima kasih atas penyambutan dan penerimaan kunjungan perpustakaan di Desa Sukoharjo ini,
“Kunjungan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola perpustakaan di desa-desa se-Kabupaten Sragen maka dari itu kita mengajak 50 orang pengelola perpustakaan desa dan pendamping untuk melihat secara langsung pengelolaan perpustakaan di Desa Sukoharjo dan juga melihat kondisi serta dukungan pemerintah setempat dalam pengelolaan Perpustakaan Desa Sukoharjo ini,” urai Dwi.
Disampaikan Dwi, di Sragen ada 200 desa lebih namun belum semua desa mampu mengelola perpustakaan desa. “Dengan kunjungan ini semoga bisa menimba ilmu dan mengembangkannya di desanya masing masing untuk ke depan,” tambahnya.
Pengelola Perpustakaan Desa Sukoharjo, Lastikawati memaparkan bahwa Perpustakaan desa Sukoharjo menjadi Juara Nasional II bukanlah hal yang instan. “Sejak tahun 2014 dirintis oleh perangkat desa lalu tahun 2015 mulai melibatkan karang taruna dan pemerhati perpustakaan sehingga terus meningkat partisipasi masyarakatnya dan dapat dukungan dari pemerintah desa sehingga perpustakaan ini disengkuyung berbagai pihak beberapa pilar antara lain Pemerintah Desa, masyarakat, dan keluarga terutama sekolah disekolah desa Sukoharjo,” terang Lastikawati.
Ditambahkannya, ada beberapa inovasi di perpustakaan ini antara lain kantin pojok baca, tempat khusus untuk Gernas Baku atau Gerakan Nasional Baca Buku yang melibatkan bunda paud dan TK, serta ibu wali siswa, pun sistem pinjaman sudah otomatis secara online sehingga mempercepat pelayanan.
Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa dukungan anggaran setiap tahun terus ditingkatkan sesuai kebutuhan riil dalam pengelolaan perpustakaan. “Contoh dulu memakai mobil donatur dari masyarakat untuk keliling dusun dan sekolah. Tahun ini diberikan mobil baru untuk perpustakaan dalam semester II nanti ini dukungan dari dana desa yang telah disetujui,” kata Hadi.
Hadi menggarisbawahi bahwa keterlibatan pemerintah desa, masyarakat, sekolah, dan stakeholder yang lain menjadikan Perpustakaan Desa ini berkembang dan terus maju. “Yang terpenting ada kata kuncinya yaitu niat yang tulus dan motivasi pengelola pun dukungan masyarakat itu yang terpenting,” tandasnya. (Suripto)


