Gamping – Kamis (30/8/2018) pukul 09.00 WIB, Pemerintah Kecamatan Gamping menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) mengenai pelaksanaan kebijakan administrasi kependudukan di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Camat Gamping.
Rakor dihadiri oleh Plt. Camat Gamping Samsul Bakri, perangkat desa, dan kepala padukuhan di wilayah Kecamatan Gamping, serta Panitia Pemilihan Kecamatan Gamping.
Ada 2 agenda yang dibahas dalam Rakor yakni pembaruan format Kartu Keluarga (KK) dan pendistribusian Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) yang telah tercetak.
Rakor yang dipandu oleh Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Gamping, Usman Supriyadi ini menghadirkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman, Jazim Sumirat sebagai narasumber.
Menurut Jazim, pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan uji materi terkait aturan pengosongan kolom agama pada KK dan KTP-el maka melalui putusan MK ini penghayat kepercayaan diakui oleh pemerintah sehingga berakibat pada barang cetakan berupa blangko KK, register, dan kutipan akta pencatatan sipil.
“Untuk mempercepat pelaksanaan putusan MK tersebut maka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan peraturan nomor 118 tahun 2017 tentang blangko KK, register, dan kutipan akta pencatatan sipil,” kata Jazim.
Selain itu Mendagri mengeluarkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) versi 7 untuk mengakomodir pencetakan KK. “KK sangat penting diperbarui karena merupakan potret status hukum seseorang,” lanjut Jazim.
Orang nomor satu di Dinas Dukcapil Sleman ini juga menyampaikan tentang program isbat nikah, yaitu putusan pengadilan agama yang mengesahkan perkawinan terdahulu.
Sesuai data yang ada di Dukcapil Sleman ada 46% pasangan suami istri yang belum tercatat status pernikahannya.
“Di dalam KK yang baru, status perkawinan menjadi kawin tercatat dan kawin tidak tercatat, sebelum menghimbau ke masyarakat seharusnya kepala padukuhan memperbarui Kartu Keluarganya sendiri untuk memberi contoh,” pesan Jazim di akhir paparannya kepada peserta rakor. (Adnan Nurtjahjo)


