Ngemplak – UU no. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Perlindungan Anak dan Permendikbud no 82 tahun 2015 menjadi acuan dalam pengembangan sekolah ramah anak di Kabupaten Sleman.
Demikian dikatakan oleh Ifa Aryani dari Puspaga, Dinas P3AP2KB Sleman dalam Sarasehan Guru dan Pengelola PAUD. Bertemakan “Menuju PAUD Ramah Anak”, sarasehan dilaksanakan di Ruang Rapat B102 Unriyo, Kamis (6/9/2018).
“Konsep sekolah ramah anak juga menjadi tugas kita semua, sekolah sehat, bersih, aman, ramah, asri, dan nyaman,” ucap Ifa.
Winarsih, Pengawas TK/SD dari Dinas Pendidikan Sleman juga mengatakan, tujuan sekolah ramah anak antara lain guna mencegah kekerasan pada anak, mencegah kecelakaan di sekolah, dan menciptakan hubungan antar warga sekolah. Hal ini agar bisa memudahkan pemantauan kondisi anak hingga dapat memudahkan pencapaian tujuan pendidikan.
“Sangat diperlukan juga adanya penanganan dengan mekanisme pengaduan dan ruang UKS berjenjang dengan puskesmas, RS, kepolisian, P2TP2A,” tambahnya.
Acara yang dilaksanakan dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB ini digagas oleh Pemerintah Desa Wedomartani bersama Satgas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).
Diikuti sekitar 50 guru dan pembimbing PAUD se-wilayah Kelurahan Wedomartani, acara ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar PAUD se-Wedomartani sehingga dapat bersama sama mewujudkan sekolah yang ramah anak.
Sementara itu, Nyadi Kasmorejo atau Ki Jenggot Kucir dari Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) mengatakan sarasehan tersebut merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat.
Sebab, anak mempunyai hak, di antaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. “Pencegahan dan penanganan anak yang dieksploitasi secara ekonomi, pencegahan dan penanganan anak korban KDRT sampai dengan penanganan anak berkebutuhan khusus juga harus menjadi perhatian khusus sehingga tidak ada lagi pertanyaan, “masihkah perlu sekolah kami jadi sekolah ramah anak?” tutur Nyadi. (Bibit Widayoko)


